Naoya Inoue Pertahankan Gelar Juara

4 hours ago 2

JAKARTA – Juara dunia kelas super bantam (55,3 kg) tak terbantahkan Naoya Inoue mengalahkan Junto Nakatani dalam duel sesama petinju Jepang di Tokyo Dome untuk mempertahankan sabuk juara versi WBA, WBC, IBF, dan WBO.

Dalam pertarungan yang ditayangkan melalui kanal YouTube DAZN yang dipantau di Jakarta, Minggu, Inoue meraih kemenangan angka atas Nakatani dengan skor 116-112, 116-112, dan 115-113.

Kedua petinju mengawali ronde pertama dengan saling mengintai sebelum mulai terlibat dalam pertukaran pukulan pada ronde kedua dan ketiga yang belum berdampak signifikan.

Memasuki ronde keempat, Inoue mulai menemukan celah dengan memanfaatkan pergerakan kepala. Ia mencetak poin melalui jab keras ke kepala setelah mengecoh Nakatani dengan serangan ke tubuh.

Pertarungan semakin sengit pada ronde kelima ketika Nakatani meningkatkan agresivitasnya. Juara dunia tiga divisi itu melancarkan kombinasi pukulan beruntun ke arah kepala yang sempat membuat Inoue terhuyung.

Inoue tampil dominan pada ronde ke-11 dengan melukai Nakatani dua kali melalui pukulan kanan keras yang memaksanya mundur dan bertahan. Pada ronde terakhir, kedua petinju kembali bertukar pukulan, meski tidak seintensif sebelumnya, sebelum akhirnya juri memberikan kemenangan angka untuk Inoue.

Dengan hasil ini, Inoue sukses mempertahankan gelar tak terbantahkan untuk ketujuh kalinya sekaligus menjaga rekor sempurnanya menjadi 33 kemenangan, termasuk 27 kemenangan KO.

Memasuki ronde ke-10, Nakatani beberapa kali mengejutkan Inoue dengan pukulan keras yang akurat. Namun, momentum terhenti sejenak ketika kepala kedua petinju bertabrakan, menyebabkan Nakatani mengalami luka robek di antara kedua matanya. Setelah pertandingan dilanjutkan, Nakatani tetap berusaha mendominasi.

Inoue tampil dominan pada ronde ke-11 dengan melukai Nakatani dua kali melalui pukulan kanan keras yang memaksanya mundur dan bertahan. Pada ronde terakhir, kedua petinju kembali bertukar pukulan, meski tidak seintensif sebelumnya, sebelum akhirnya juri memberikan kemenangan angka untuk Inoue.

Dengan hasil ini, Inoue sukses mempertahankan gelar tak terbantahkan untuk ketujuh kalinya sekaligus menjaga rekor sempurnanya menjadi 33 kemenangan, termasuk 27 kemenangan KO.

Sementara itu, Nakatani mencatatkan kekalahan pertamanya dengan rekor 32 kemenangan (24 KO) dan satu kekalahan. Di usia 28 tahun, ia masih memiliki peluang besar untuk bangkit dan melanjutkan kariernya di level tertinggi. (jpc/tri)

JAKARTA – Juara dunia kelas super bantam (55,3 kg) tak terbantahkan Naoya Inoue mengalahkan Junto Nakatani dalam duel sesama petinju Jepang di Tokyo Dome untuk mempertahankan sabuk juara versi WBA, WBC, IBF, dan WBO.

Dalam pertarungan yang ditayangkan melalui kanal YouTube DAZN yang dipantau di Jakarta, Minggu, Inoue meraih kemenangan angka atas Nakatani dengan skor 116-112, 116-112, dan 115-113.

Kedua petinju mengawali ronde pertama dengan saling mengintai sebelum mulai terlibat dalam pertukaran pukulan pada ronde kedua dan ketiga yang belum berdampak signifikan.

Memasuki ronde keempat, Inoue mulai menemukan celah dengan memanfaatkan pergerakan kepala. Ia mencetak poin melalui jab keras ke kepala setelah mengecoh Nakatani dengan serangan ke tubuh.

Pertarungan semakin sengit pada ronde kelima ketika Nakatani meningkatkan agresivitasnya. Juara dunia tiga divisi itu melancarkan kombinasi pukulan beruntun ke arah kepala yang sempat membuat Inoue terhuyung.

Inoue tampil dominan pada ronde ke-11 dengan melukai Nakatani dua kali melalui pukulan kanan keras yang memaksanya mundur dan bertahan. Pada ronde terakhir, kedua petinju kembali bertukar pukulan, meski tidak seintensif sebelumnya, sebelum akhirnya juri memberikan kemenangan angka untuk Inoue.

Dengan hasil ini, Inoue sukses mempertahankan gelar tak terbantahkan untuk ketujuh kalinya sekaligus menjaga rekor sempurnanya menjadi 33 kemenangan, termasuk 27 kemenangan KO.

Memasuki ronde ke-10, Nakatani beberapa kali mengejutkan Inoue dengan pukulan keras yang akurat. Namun, momentum terhenti sejenak ketika kepala kedua petinju bertabrakan, menyebabkan Nakatani mengalami luka robek di antara kedua matanya. Setelah pertandingan dilanjutkan, Nakatani tetap berusaha mendominasi.

Inoue tampil dominan pada ronde ke-11 dengan melukai Nakatani dua kali melalui pukulan kanan keras yang memaksanya mundur dan bertahan. Pada ronde terakhir, kedua petinju kembali bertukar pukulan, meski tidak seintensif sebelumnya, sebelum akhirnya juri memberikan kemenangan angka untuk Inoue.

Dengan hasil ini, Inoue sukses mempertahankan gelar tak terbantahkan untuk ketujuh kalinya sekaligus menjaga rekor sempurnanya menjadi 33 kemenangan, termasuk 27 kemenangan KO.

Sementara itu, Nakatani mencatatkan kekalahan pertamanya dengan rekor 32 kemenangan (24 KO) dan satu kekalahan. Di usia 28 tahun, ia masih memiliki peluang besar untuk bangkit dan melanjutkan kariernya di level tertinggi. (jpc/tri)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|