Lokasi kamar mandi siswa SMP Negeri 2 Sumberlawang, Sragen meninggal dunia gara gara dianiaya teman satu sekolah pada Selasa (7/4/2026) Huri YantoSRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dunia pendidikan di Kabupaten Sragen berduka. Seorang siswa kelas 2 SMP Negeri 2 Sumberlawang bernama Wisnu Adi Prasetyo, warga Dukuh Gulan RT 13, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, meninggal dunia usai terlibat insiden dengan rekan sekolahnya di lingkungan sekolah, Selasa (17/4/2026).
Korban mengembuskan napas terakhirnya saat dalam perjalanan menuju puskesmas setelah tak sadarkan diri akibat insiden yang terjadi di salah satu kamar mandi sekolah.
Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji, membenarkan adanya laporan kejadian tragis tersebut. Pihaknya mendapatkan informasi dari kepala sekolah setempat sesaat setelah kejadian.
“Iya benar, kejadian di SMPN 2 Sumberlawang. Kami dikabari kepala sekolah sekitar jam 12.00 WIB. Untuk detailnya nanti kami kabari kembali, saat ini korban masih di kamar jenazah RSUD Sragen,” kata AKP Sudarmaji, Selasa (17/4/2026).
Berawal dari Candaan Antar Siswa
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku merupakan rekan satu sekolah korban berinisial DTP. Perwakilan sekolah, Agung Jatmiko, menyebutkan bahwa peristiwa memilukan ini diduga kuat berawal dari interaksi santai atau candaan (gojekan) antar siswa yang berujung fatal.
“Itu tadi gojekan awalnya, ya omongan antar anak-anak. Kalau dendam tidak ada,” jelas Agung Jatmiko saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, insiden tersebut mengakibatkan korban terjatuh di area kamar mandi. Benturan keras pada bagian tubuh korban saat terjatuh diduga menjadi penyebab utama korban kehilangan kesadaran.
“Korban sebelum meninggal dunia terjatuh di lantai, mengenai siku tembok lantai kamar mandi. Korban meninggal dunia saat perjalanan ke Puskesmas,” imbuhnya.
Polisi Sterilisasi Lokasi, Sekolah Akan Evaluasi
Pasca-kejadian, aparat kepolisian dari Polsek Sumberlawang langsung bergerak cepat melakukan sterilisasi di tempat kejadian perkara (TKP) guna mencari keterangan dari sejumlah saksi dan mengamankan situasi.
Pihak sekolah mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa depan.
“Ini nanti jadi pembelajaran dan evaluasi kembali di sekolah ini,” pungkas Agung Jatmiko.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah korban masih berada di RSUD Sragen untuk menjalani prosedur lebih lanjut, sementara kasus ini tengah ditangani secara intensif oleh pihak kepolisian setempat mengingat pelibatan anak di bawah umur. Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

5 hours ago
3
















































