Peserta dan narasumber berfoto bersama usai mengikuti Pembekalan Lomba Resensi Buku Koleksi Perpustakaan Sukoharjo 2026 di Ruang Audiovisual Grha Pustaka Sukoharjo, Kamis (21/5/2026) | IstimewaSUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Semangat literasi di kalangan pelajar di Kabupaten Sukoharjo tampak semakin menggeliat. Hal itu terlihat dalam kegiatan Pembekalan Lomba Resensi Buku Koleksi Perpustakaan Sukoharjo 2026 yang digelar di Ruang Audiovisual Grha Pustaka Sukoharjo, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian lomba resensi buku tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Sukoharjo yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sukoharjo.
Dari total 53 naskah resensi tingkat SMA dan 116 naskah tingkat SMP yang masuk, panitia memilih 50 besar terbaik, masing-masing 25 peserta SMP dan 25 peserta SMA, untuk mengikuti pembekalan khusus.
Para narasumber tengah menyampaikan materi dalam kegiatan Pembekalan Lomba Resensi Buku Koleksi Perpustakaan Sukoharjo 2026 di Grha Pustaka Sukoharjo, Kamis (21/5/2026) | IstimewaDalam kegiatan itu, peserta mendapatkan berbagai materi untuk menyempurnakan karya resensi mereka sebelum dikirim ulang pada 14–18 Mei 2026.
Tidak hanya dalam bentuk tulisan, para peserta juga diminta mengubah resensi tersebut menjadi konten video kreatif dan mengunggahnya ke kanal YouTube masing-masing.
Acara diawali dengan laporan kegiatan yang disampaikan Kepala Bidang Perpustakaan Dispusip Sukoharjo, Sujarwo. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya baca, kemampuan literasi, serta kreativitas pelajar melalui pemanfaatan koleksi perpustakaan.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sukoharjo, Iwan Setiyono.
Tiga narasumber dihadirkan dalam pembekalan tersebut. Ayu Wulan, S.S., seorang penulis dan pegiat literasi, yang membawakan materi tentang resensi dan literasi membaca, mulai dari definisi resensi, manfaat membaca, hingga pemilihan buku bacaan.
Materi berikutnya disampaikan Syela Joe Dhesita, M.Pd. dari MAN Sukoharjo mengenai teknik membuat resensi dalam bentuk naskah, meliputi struktur resensi, teknik penulisan, hingga aspek penilaian karya.
Sementara itu, Mohamad Fauzi yang dikenal sebagai penulis sekaligus desainer grafis membimbing peserta membuat resensi dalam bentuk video, mulai dari ketentuan video, teknik produksi, hingga aspek penilaian konten kreatif.
Pegawai Dispusip Sukoharjo, Tunardi, menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang kreatif bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan literasi secara lebih luas.
“Baca buku itu keren. Tapi bisa ngomongin isi buku dengan cara yang kreatif? Itu level berikutnya,” ujarnya, seperti dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.
Ia mengaku senang melihat antusiasme peserta selama pembekalan berlangsung.
“Diskusinya hidup, praktiknya total, idenya nggak main-main. Siapa tahu next content creator literasi atau penulis hebat lahir dari sini,” katanya.
Para peserta tengah mengikuti Pembekalan Lomba Resensi Buku Koleksi Perpustakaan Sukoharjo 2026 di Ruang Audiovisual Grha Pustaka Sukoharjo, Kamis (21/5/2026) | IstimewaSalah satu peserta, Giselle Farhana Naila Wowiling dari MTs Muhammadiyah Tawangsari, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pembekalan itu memberinya banyak ilmu baru sekaligus kesempatan bertemu teman-teman yang memiliki minat sama terhadap dunia buku dan literasi.
“Acara ini keren sekali. Saya jadi dapat banyak ilmu baru dan teman baru yang sama-sama suka buku. Saya ingin memperbaiki resensi saya supaya hasilnya lebih baik lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Ayu Wulan yang juga Kepala Redaksi Penerbit Indiva Media Kreasi mengaku terkesan dengan kualitas peserta lomba resensi tahun ini. Bahkan saat proses penjurian, ia sempat tidak menyangka kemampuan menulis para pelajar tersebut begitu baik.
“Saat melakukan penjurian, saya sempat berpikir, ini benar anak-anak zaman sekarang bisa menulis seperti ini? Pemilihan diksinya bagus sekali, cara mereka merangkai kata juga sangat apik,” ungkapnya.
Kesan tersebut, lanjut Ayu, semakin kuat ketika ia berinteraksi langsung dengan para peserta dalam kegiatan pembekalan.
“Range bacaan mereka ternyata luas. Public speaking mereka juga bagus, cara menjawab runtut. Ternyata teori bahwa banyak membaca membuat pengetahuan bertambah itu memang valid. Banyak membaca membuat pintar dalam banyak hal,” katanya.
Melihat fakta tersebut, ia pun optimistis tingkat literasi membaca di Kabupaten Sukoharjo sangat tinggi, yang menjadi modal penting bagi masa depan generasi muda.
“Setelah melihat anak-anak pintar ini, saya optimis masa depan Indonesia akan cerah. Karena masih banyak anak yang cinta buku dan menjadikan buku sebagai bagian dari hidupnya,” tandasnya. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

4 hours ago
3
















































