WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, banyak warga eks karesidenan Surakarta alias Soloraya mulai memikirkan tambahan penghasilan. Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil membuat masyarakat semakin selektif dalam mengeluarkan uang. Namun di sisi lain, momen masuk sekolah justru membuka peluang usaha baru yang bisa dimanfaatkan dari rumah dengan modal sangat minim.
Menariknya, peluang ini tidak hanya cocok untuk anak muda atau Gen Z, tetapi juga bisa dikerjakan ibu rumah tangga, pekerja sampingan, hingga kalangan baby boomers yang ingin tetap produktif. Kuncinya bukan modal besar, melainkan kecepatan membaca kebutuhan masyarakat menjelang masuk sekolah.
Salah satu usaha yang diprediksi paling ramai adalah jasa pembuatan parcel alat tulis sekolah hemat. Banyak orang tua berburu paket ekonomis berisi buku tulis, pensil, penghapus, tempat pensil hingga sampul buku. Warga bisa membeli grosiran lalu dikemas ulang menjadi paket hemat dan dijual lewat WhatsApp, Facebook, atau lingkungan sekitar.
Selain itu, jualan bekal sekolah rumahan juga mulai dilirik. Tidak sedikit orang tua sibuk yang memilih membeli sarapan atau bekal praktis untuk anak. Menu sederhana seperti nasi ayam, roti isi, risol, donat kampung, hingga puding rumahan punya pasar besar jika dijual dekat sekolah atau lewat sistem titip. MBG? Itu soal lain, bos.
Berikut ide usaha yang dinilai cocok dikembangkan warga Wonogiri menjelang tahun ajaran baru:
🟢 Usaha modal nyaris nol untuk semua usia
✓ Jasa bungkus kado dan sampul buku sekolah
✓ Jual stiker nama anak dan label perlengkapan sekolah
✓ Titip jual jajanan rumahan
✓ Jasa ketik tugas dan desain sederhana
✓ Jual es rumahan dekat sekolah
✓ Reseller perlengkapan sekolah tanpa stok
✓ Jasa fotokopi online dan antar dokumen
✓ Jual sarapan serta bekal sekolah
✓ Paket alat tulis hemat
✓ Les privat rumahan skala kecil
Bagi Gen Z di Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Sragen, Karanganyar, dan Solo yang aktif media sosial, peluang lain yang mulai naik adalah jasa desain konten sekolah dan promosi UMKM. Banyak toko kecil, penjual seragam hingga usaha lokal membutuhkan poster promosi, tetapi tidak memiliki kemampuan desain. Modalnya hanya ponsel dan aplikasi gratis.
Sementara untuk kalangan orang tua, usaha seperti laundry kiloan rumahan, jahit kecil-kecilan, hingga jualan camilan kering masih sangat menjanjikan karena kebutuhan sekolah biasanya membuat aktivitas keluarga meningkat.
Yang menarik, tren masyarakat saat ini cenderung mencari barang murah namun tetap bermanfaat. Artinya usaha skala kecil justru punya peluang besar karena mampu menawarkan harga lebih terjangkau dibanding toko besar.
Di Wonogiri sendiri, lingkungan sekolah, perkampungan padat, hingga grup WhatsApp warga bisa menjadi pasar awal tanpa perlu menyewa tempat usaha. Banyak pelaku UMKM rumahan bahkan memulai hanya dari status media sosial dan promosi mulut ke mulut.
Jika ditekuni sejak sekarang, bukan tidak mungkin usaha kecil menjelang tahun ajaran baru ini berubah menjadi sumber pendapatan tetap hingga akhir tahun.
Momentum masuk sekolah memang datang setahun sekali, tetapi kebutuhan anak, keluarga, dan rumah tangga berlangsung setiap hari. Di situlah peluang usaha rumahan tetap hidup meski kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

14 hours ago
8

















































