MIMIKA – Jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dasar (SD) di Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, kian memprihatinkan. Akibat krisis tenaga pendidik, pelaksanaan ujian sekolah bagi para murid di wilayah pesisir ini terancam telantar. Odolof Ufinia, salah satu guru yang masih bertahan di SD Kampung Wumuka, mengungkapkan bahwa proses belajar mengajar di sekolahnya sudah lama tidak efektif. Dari empat guru yang ditugaskan negara di kampung tersebut, separuhnya mangkir dari kewajiban.
“Harus ada penambahan guru supaya aktivitas belajar mengajar bisa lancar, karena saya sendiri juga kewalahan. Sebenarnya ada 4 guru tetapi yang masih bertahan hanya saya dan teman saya, sedangkan 2 yang lain sampai saat ini tidak masuk-masuk,” kata Odolof, Jumat 15 Mei 2026.
Kelangkaan guru ini berdampak fatal. Ketika sekolah dasar di kampung-kampung lain di Mimika sudah mulai melaksanakan ujian sekolah, murid-murid di Wumuka justru terpaksa gigit jari dan telat melangkah akibat kurangnya persiapan dan pengawasan.
“Saya dengar informasi di kampung lain sudah mengadakan ujian. Namun kami di Wumuka belum sama sekali dikarenakan kurangnya guru-guru yang mengajar di sini,” keluhnya.
Meski begitu, Odolof memilih setia. Di tengah keterbatasan, ia bertekad mengawal anak-anak didiknya hingga hak ujian mereka terpenuhi. “Walaupun tidak ada guru-guru, saya tetap menunggu sampai proses ujian berjalan. Kalau sudah selesai ujian sekolah baru saya bisa pulang bertemu dengan keluarga,” ungkapnya.
Odolof mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Dinas Pendidikan, untuk segera menaruh perhatian serius pada nasib pendidikan di wilayah pelosok. Menurutnya, janji manis pembangunan dari kampung ke kota tidak akan pernah terwujud jika sektor fundamental seperti pendidikan diabaikan.(mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
MIMIKA – Jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dasar (SD) di Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, kian memprihatinkan. Akibat krisis tenaga pendidik, pelaksanaan ujian sekolah bagi para murid di wilayah pesisir ini terancam telantar. Odolof Ufinia, salah satu guru yang masih bertahan di SD Kampung Wumuka, mengungkapkan bahwa proses belajar mengajar di sekolahnya sudah lama tidak efektif. Dari empat guru yang ditugaskan negara di kampung tersebut, separuhnya mangkir dari kewajiban.
“Harus ada penambahan guru supaya aktivitas belajar mengajar bisa lancar, karena saya sendiri juga kewalahan. Sebenarnya ada 4 guru tetapi yang masih bertahan hanya saya dan teman saya, sedangkan 2 yang lain sampai saat ini tidak masuk-masuk,” kata Odolof, Jumat 15 Mei 2026.
Kelangkaan guru ini berdampak fatal. Ketika sekolah dasar di kampung-kampung lain di Mimika sudah mulai melaksanakan ujian sekolah, murid-murid di Wumuka justru terpaksa gigit jari dan telat melangkah akibat kurangnya persiapan dan pengawasan.
“Saya dengar informasi di kampung lain sudah mengadakan ujian. Namun kami di Wumuka belum sama sekali dikarenakan kurangnya guru-guru yang mengajar di sini,” keluhnya.
Meski begitu, Odolof memilih setia. Di tengah keterbatasan, ia bertekad mengawal anak-anak didiknya hingga hak ujian mereka terpenuhi. “Walaupun tidak ada guru-guru, saya tetap menunggu sampai proses ujian berjalan. Kalau sudah selesai ujian sekolah baru saya bisa pulang bertemu dengan keluarga,” ungkapnya.
Odolof mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Dinas Pendidikan, untuk segera menaruh perhatian serius pada nasib pendidikan di wilayah pelosok. Menurutnya, janji manis pembangunan dari kampung ke kota tidak akan pernah terwujud jika sektor fundamental seperti pendidikan diabaikan.(mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q


















































