Mudik 2026: Tol Fungsional Purwomartani Dibuka Terbatas, Arus Masuk Jogja Tetap Lewat Prambanan  

11 hours ago 4
Ilustrasi jalan tol | freepik

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Upaya mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2026 di jalur utama Yogyakarta–Solo dilakukan dengan membuka secara fungsional ruas tol Prambanan–Purwomartani. Namun pengoperasian tol tersebut masih sangat terbatas, baik dari sisi arah perjalanan maupun jenis kendaraan yang diizinkan melintas.

Selama masa mudik, ruas tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani akan difungsikan hanya untuk kendaraan yang keluar dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Artinya, jalur tersebut hanya dapat digunakan oleh kendaraan dari Yogyakarta menuju Klaten, Solo, dan wilayah sekitarnya.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa’at, mengatakan pengoperasian tol fungsional itu dijadwalkan berlangsung selama dua pekan pada periode arus mudik.

“Fungsional Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani akan dibuka selama 14 hari (16 – 29 Maret 2026),” kata Dirlantas saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, ruas tol tersebut hanya berfungsi sebagai jalur masuk menuju Gerbang Tol (GT) Purwomartani. Kendaraan yang diperbolehkan melintas juga dibatasi, yakni hanya mobil golongan I.

Pengoperasian tol fungsional itu pun tidak berlangsung sepanjang hari. Pengguna jalan hanya dapat mengaksesnya pada pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga mengantisipasi potensi antrean kendaraan di sekitar pintu masuk tol. Pasalnya, jarak dari jalan arteri Jogja–Solo menuju Gerbang Tol Purwomartani relatif pendek, hanya sekitar 586 meter.

Jika antrean kendaraan memanjang hingga jalan utama, polisi menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas.

“Maka kami akan melakukan beberapa rekayasa lalu lintas,” jelasnya.

Beberapa langkah yang disiapkan antara lain sistem buka-tutup ramp on Purwomartani, pengalihan arus kendaraan, hingga penarikan arus untuk mengurangi kepadatan.

Pengaturan lalu lintas juga akan difokuskan di sejumlah simpang strategis di sepanjang Jalan Jogja–Solo, seperti Simpang Tiga Raden Ronggo dan Simpang Lima Kalasan atau Proliman.

Selain itu, polisi juga akan melakukan penutupan sebagian titik putar balik di sepanjang jalan tersebut.

“Ada penutupan U-Turn di Jalan Jogja-Solo untuk memperlancar arus. Dari 12 U-Turn, hanya akan dibuka 3 U-Turn, yaitu di AAU, Telkom dan Sendang Ayu,” paparnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan DIY menegaskan bahwa tol fungsional Prambanan–Purwomartani hanya dibuka satu arah, yakni untuk arus keluar dari Yogyakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan kendaraan dari luar kota yang hendak menuju Yogyakarta tetap harus keluar melalui Prambanan karena jalur tersebut belum siap melayani arus masuk.

“Terkait dengan (tol fungsional) di Purwomartani, kami kemarin berdiskusi di Solo dengan semua pihak, termasuk dengan Kementerian. Fungsinya nanti, secara fungsional, tol tersebut adalah untuk arus keluar (out), bukan masuk (in),” ujar Erni di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan infrastruktur menjadi alasan utama pembatasan tersebut. Hingga kini, fasilitas putar balik atau U-turn yang diperlukan untuk melayani arus masuk masih belum tersedia.

“Kalau untuk arus masuk, lalu lintas masih akan diarahkan ke Prambanan karena secara infrastruktur belum siap. Masih perlu pembebasan lahan untuk putar balik (U-turn), karena fasilitas U-turn itu yang belum ada. Jadi, itu mungkin sedikit perbedaannya antara Nataru yang lalu dengan sekarang,” terangnya.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, Dishub DIY juga menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Salah satunya dengan memaksimalkan pemantauan lalu lintas secara real-time melalui sistem Smart Province yang telah terintegrasi dengan Polda DIY.

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di sejumlah titik persimpangan yang diprediksi mengalami kepadatan tinggi, termasuk dengan penyesuaian durasi lampu lalu lintas.

“Kita bersama kepolisian dan stakeholder lain akan melakukan pengaturan lalu lintas. Pengaturan traffic light nanti juga diperpanjang durasinya di simpang-simpang yang kepadatannya tinggi,” terang Chrestina.

Di sisi lain, operator jalan tol juga memberikan insentif bagi pemudik yang memanfaatkan jalur tersebut. Tol fungsional Prambanan–Purwomartani akan digratiskan selama periode pengoperasian sementara itu.

Ruas ini menjadi salah satu dari enam ruas tol fungsional di berbagai wilayah Indonesia yang dibuka secara gratis selama musim mudik Lebaran 2026 sebagai upaya mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di jalur utama. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|