Talud Ambrol Diterjang Hujan Deras di Manyaran, Akses 4 Dusun Terputus Perbaikan Dikebut hingga April 2026

2 hours ago 1
LongsorTalud longsor di Manyaran Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Longsor yang dipicu hujan deras terjadi di tebing jalan penghubung antar dusun wilayah Kecamatan Manyaran Wonogiri. Akibatnya, talud di ruas jalan Kepuhsari menuju Gunung Gedhe ambrol dan membuat akses utama warga empat dusun sempat terputus.

Peristiwa ini terjadi Senin, 16 Februari 2026, di kawasan Dusun Sendang Timur Gunung Kotak. Talud penahan jalan yang berada di tebing curam tiba-tiba longsor dengan ukuran cukup besar, yakni setinggi sekitar 3,5 meter dan sepanjang 10 meter.

Tak hanya satu titik, longsor juga terjadi di lokasi lain yang masih berada di jalur yang sama. Longsoran kedua berada di Dusun Nguwur, tepatnya di sebelah utara perempatan Dusun Ngluwur. Di lokasi ini, tebing setinggi sekitar 6 meter dengan panjang kurang lebih 20 meter ikut ambrol.

Dua titik longsor tersebut berada di kawasan tebing yang memang dikenal rawan pergerakan tanah ketika hujan deras mengguyur dalam waktu lama. Kondisi itu membuat badan jalan mengalami kerusakan cukup parah sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintas.

Akses jalan yang biasanya menjadi jalur utama mobilitas warga Dusun Ngluwur, Dusun Kajuman, Dusun Lemah Mendak, hingga Dusun Gunung Gede pun sempat lumpuh. Saat kejadian, jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dengan sangat hati-hati.

Melansir laman resmi Pemkab Wonogiri, Minggu (15/3/2026), Camat Manyaran Toto Tri Mulyarto bersama Sekretaris Kecamatan Widodo langsung melaporkan kondisi tersebut kepada Bupati Wonogiri Setyo Sukarno. Laporan itu disampaikan karena jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat di empat dusun.

Widodo menjelaskan, kondisi jalan yang rusak cukup mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Mobilitas masyarakat yang hendak bekerja, berangkat sekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi menjadi terhambat.

“Jalan itu akses utama warga. Saat longsor terjadi, kendaraan roda empat tidak bisa lewat sehingga masyarakat cukup kesulitan untuk beraktivitas,” jelas Widodo.

Setelah laporan disampaikan, pemerintah kecamatan langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mempercepat penanganan. Komunikasi dilakukan dengan anggota DPRD Kabupaten Wonogiri Zakaria Anan Fahrozi serta anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Mulyadi.

Hasil koordinasi tersebut membuahkan langkah cepat. Perbaikan talud dan penanganan ruas jalan akhirnya bisa dilakukan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD Kabupaten Wonogiri.

Saat ini proses pembangunan kembali talud penahan jalan sudah mulai dikerjakan oleh pihak rekanan. Penanganan difokuskan pada penguatan struktur tebing sekaligus memperbaiki badan jalan agar kembali aman dilalui kendaraan.

Widodo menyebutkan pengerjaan ditargetkan selesai pada April 2026 sehingga akses utama masyarakat di empat dusun bisa kembali normal sepenuhnya.

Perbaikan ini menjadi langkah penting agar jalur penghubung antarwilayah tersebut kembali aman dan tidak lagi menghambat aktivitas warga. Selain memperbaiki talud yang ambrol, pekerjaan juga diarahkan untuk memperkuat konstruksi agar lebih tahan terhadap curah hujan tinggi yang sering terjadi di kawasan perbukitan Manyaran.

Sementara itu, warga berharap proses pembangunan bisa berjalan lancar sehingga jalur vital penghubung dusun tersebut dapat kembali digunakan tanpa kekhawatiran longsor. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|