BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM — Ancaman bencana tanah bergerak menghantui kawasan permukiman di wilayah Pajangan, Kabupaten Bantul. Puluhan rumah di sebuah perumahan di Guwo, Kalurahan Triwidadi dilaporkan mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah yang dipicu hujan deras dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hingga saat ini tercatat sekitar 20 rumah mengalami kerusakan, bahkan satu di antaranya dilaporkan roboh akibat pergerakan tanah.
Panewu Pajangan, Anjar Arintaka Putra, menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Jumat (27/2/2026) memicu penurunan permukaan tanah secara bertahap di kawasan tersebut.
Menurutnya, laju pergerakan tanah diperkirakan mencapai sekitar 10 sentimeter setiap hari dan bergerak ke arah permukiman warga yang berada di bagian bawah.
“Kedalaman tanah ambles saat ini mencapai sekitar 2,5 meter sebab, kurangnya resapan air, struktur tanah gembur dan labil (tanah berkapur), kontur lahan tidak ada sengkedan (terasering), pembatas, dan tidak adanya tanggul penahan (talud) yang memadai,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Dari total rumah yang terdampak, sebanyak 19 unit mengalami kerusakan pada bagian struktur bangunan, sementara satu rumah lainnya roboh. Kondisi tersebut membuat kawasan tersebut dinilai cukup berisiko jika pergerakan tanah terus berlanjut.
“Jika hujan deras terus berlanjut, maka ada risiko tinggi terjadinya longsor dan membahayakan rumah warga di sisi bawah. Karena, ada permukiman yang berada langsung di jalur potensi longsoran,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian rumah di kompleks perumahan tersebut sebelumnya sempat dihuni. Namun sejak munculnya gejala tanah bergerak, banyak penghuni memilih meninggalkan rumah untuk sementara waktu demi alasan keselamatan.
Sementara itu, permukiman warga yang berada di bawah area pergerakan tanah masih dihuni meski berada di jalur potensi longsor.
Pemerintah setempat mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Selain itu, pihak kapanewon juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
“Sudah diambil langkah-langkah penanganan oleh BPBD Kabupaten Bantul. Rencananya besok pagi akan ada tim ahli geologi yang langsung melakukan survei di lokasi kejadian,” jelas Anjar.
Di sisi lain, pengembang perumahan juga disebut tengah melakukan upaya perbaikan dengan membuka jalur aliran air agar tidak terjadi genangan di kawasan tersebut.
Pekerjaan pembuatan dan perbaikan saluran drainase bahkan dilakukan menggunakan alat berat guna mempercepat penanganan di lapangan.
“Jadi, kami sudah ada komunikasi dengan pihak pengembang perumahan tersebut,” tutur dia.
Sementara itu, Komandan Pusat Pengendalian Operasi BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan akan melakukan kajian lebih mendalam.
“Untuk rumah terdampak sudah tidak bisa dihuni karena sudah mengalami kerusakan konstruksi. Kami akan melakukan pengkajian lebih lanjut,” tandasnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

8 hours ago
4


















































