Angin Mengamuk di Jatipurno! Puluhan Rumah dan Atap Sekolah Rusak, Pohon Tumbang di 6 Wilayah

5 hours ago 4
Angin kencangPenanganan pasca bencana angin kencang di Kecamatan Jatipurno Wonogiri. Dok. Polres Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Rabu sore (4/2/2026). Terjangan angin yang datang tiba-tiba membuat sejumlah rumah warga rusak, fasilitas pendidikan terdampak, serta puluhan pohon tumbang di berbagai titik.

Peristiwa ini membuat warga di beberapa desa sempat panik karena angin berhembus sangat kencang dalam waktu cukup lama. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari lapangan, sedikitnya enam wilayah di Kecamatan Jatipurno mengalami dampak cukup serius akibat cuaca ekstrem tersebut.

Wilayah yang terdampak meliputi:
• Kelurahan Balepanjang
• Desa Tawangrejo
• Desa Slogoretno
• Desa Jeporo
• Desa Mangunharjo
• Desa Kopen

Di sejumlah titik, kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap rumah warga yang tersapu angin. Genteng beterbangan, rangka atap bergeser, hingga plafon rumah ambruk akibat kuatnya terpaan angin yang datang bersamaan dengan hujan lebat.

Salah satu kejadian cukup parah dilaporkan terjadi di Desa Slogoretno. Sebuah pohon berukuran besar tiba-tiba tumbang saat angin bertiup kencang dan menimpa rumah milik warga. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan cukup serius pada bagian bangunan rumah, terutama pada bagian atap dan struktur penyangga yang tertimpa batang pohon.

Tak hanya rumah warga, dampak cuaca ekstrem juga merembet ke fasilitas pendidikan. Dua sekolah dasar di wilayah Kecamatan Jatipurno dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup signifikan sehingga berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Sekolah yang terdampak antara lain:
✓ SDN 2 Jeporo – sebagian atap bangunan roboh dan plafon ruang kelas mengalami kerusakan berat.
✓ SDN Gendungan – plafon beberapa ruangan rusak serta banyak genteng pecah dan terlepas akibat terpaan angin kencang.

Kerusakan tersebut membuat kondisi ruang kelas menjadi tidak aman untuk digunakan sebelum dilakukan perbaikan. Pihak sekolah bersama warga setempat berupaya membersihkan puing-puing genteng dan material yang jatuh agar tidak membahayakan siswa maupun guru.

Selain kerusakan bangunan, vegetasi di wilayah Jatipurno juga mengalami dampak cukup besar. Banyak pohon tumbang akibat kuatnya hembusan angin. Sebagian besar pohon yang roboh merupakan pohon petai yang banyak tumbuh di kebun milik warga.

Batang-batang pohon yang tumbang sempat menutup akses jalan di beberapa titik desa, bahkan ada yang menimpa bangunan rumah. Warga bersama perangkat desa bergerak cepat melakukan evakuasi dengan cara gotong royong menggunakan alat sederhana seperti gergaji mesin dan parang untuk memotong batang pohon yang menghalangi jalan.

Upaya pembersihan dilakukan agar jalur transportasi warga bisa kembali dilalui serta untuk mencegah potensi bahaya jika batang pohon dibiarkan terlalu lama menutup akses.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Pemerintah Kecamatan Jatipurno bersama unsur Forkopimcam langsung melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi terdampak pada Kamis pagi.

Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan, turun langsung ke lapangan bersama tim untuk melihat kondisi warga sekaligus melakukan pendataan kerugian akibat bencana angin kencang tersebut. Tim juga memantau kerusakan rumah warga serta fasilitas umum yang terdampak.

Selain melakukan monitoring, pihak kecamatan juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan relawan setempat guna memastikan langkah penanganan darurat berjalan dengan baik. Kehadiran petugas di lokasi diharapkan dapat memberikan dukungan moral kepada warga yang rumahnya terdampak sekaligus mempercepat proses penanganan pascabencana.

Pemerintah kecamatan juga memastikan proses penanganan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan yang terjadi.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi hujan deras disertai angin kencang masih memungkinkan terjadi di wilayah Wonogiri, terutama pada masa peralihan cuaca.

Warga diminta berhati-hati terhadap pohon besar di sekitar rumah serta memastikan kondisi atap bangunan dalam keadaan aman untuk menghindari risiko kerusakan yang lebih besar jika angin kencang kembali terjadi. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|