Desak Pemerintah Maksimalkan Implementasi UU, M Nuh: Banyak Orang Hebat Lahir dari Pesantren

19 hours ago 9

BATUBARA, SUMUT POS – Menempuh pendidikan di pondok pesantren bukan berarti mengurung masa depan anak. Sebaliknya, pesantren kini menjadi jembatan emas yang membuka peluang besar bagi para alumni untuk melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, KH Muhammad Nuh MSP saat menggelar kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Al-Ikhlas di Pangkalan Dodek Baru, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, pada Rabu (22/7).

Dalam kunjungan yang didampingi langsung Al Ustad Dr. Hadi Munawar, Lc, MA selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Muhammad Nuh memotivasi para santri dengan mencontohkan tokoh-tokoh besar bangsa yang lahir dari rahim pesantren. Salah satunya adalah Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019–2024, KH Ma’ruf Amin.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Persis Sumatera Utara tersebut mendesak seluruh lini pemerintahan untuk memberikan perhatian lebih kepada institusi keagamaan ini.
“Kami terus mendorong pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota untuk memperkuat dukungan terhadap pesantren yang ada. Terlebih, payung hukumnya sudah sangat jelas melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren,” ujar M. Nuh, yang juga merupakan alumni Pesantren Bangil, Jawa Timur.

Di tengah maraknya arus negatif globalisasi, seperti ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda, M. Nuh menilai pesantren hadir sebagai benteng pertahanan terbaik untuk mencetak generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Merespons kunjungan kerja tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Ustad Dr. Hadi Munawar, Lc, MA, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran anggota senator tersebut. Ia berharap, sokongan moril maupun materil yang diberikan mampu memantik semangat baru bagi para santri dalam menuntut ilmu.

Sebagai informasi, Pondok Pesantren Al-Ikhlas berdiri sejak tahun 2020 dan saat ini menyelenggarakan pendidikan jenjang Madrasah Tsanawiyah (setara SMP) dengan fokus utama pada kurikulum Al-Quran. Meski saat ini memiliki 15 orang santri aktif dan 20 orang alumni, pesantren ini didukung tenaga pendidik profesional yang merupakan dosen serta lulusan dari LIPIA Medan dan UIN Sumatera Utara (UINSU), dibantu oleh santri pengabdian dari beberapa pondok pesantren mitra. (adz)

BATUBARA, SUMUT POS – Menempuh pendidikan di pondok pesantren bukan berarti mengurung masa depan anak. Sebaliknya, pesantren kini menjadi jembatan emas yang membuka peluang besar bagi para alumni untuk melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, KH Muhammad Nuh MSP saat menggelar kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Al-Ikhlas di Pangkalan Dodek Baru, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, pada Rabu (22/7).

Dalam kunjungan yang didampingi langsung Al Ustad Dr. Hadi Munawar, Lc, MA selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Muhammad Nuh memotivasi para santri dengan mencontohkan tokoh-tokoh besar bangsa yang lahir dari rahim pesantren. Salah satunya adalah Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019–2024, KH Ma’ruf Amin.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Persis Sumatera Utara tersebut mendesak seluruh lini pemerintahan untuk memberikan perhatian lebih kepada institusi keagamaan ini.
“Kami terus mendorong pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota untuk memperkuat dukungan terhadap pesantren yang ada. Terlebih, payung hukumnya sudah sangat jelas melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren,” ujar M. Nuh, yang juga merupakan alumni Pesantren Bangil, Jawa Timur.

Di tengah maraknya arus negatif globalisasi, seperti ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda, M. Nuh menilai pesantren hadir sebagai benteng pertahanan terbaik untuk mencetak generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Merespons kunjungan kerja tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Ustad Dr. Hadi Munawar, Lc, MA, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran anggota senator tersebut. Ia berharap, sokongan moril maupun materil yang diberikan mampu memantik semangat baru bagi para santri dalam menuntut ilmu.

Sebagai informasi, Pondok Pesantren Al-Ikhlas berdiri sejak tahun 2020 dan saat ini menyelenggarakan pendidikan jenjang Madrasah Tsanawiyah (setara SMP) dengan fokus utama pada kurikulum Al-Quran. Meski saat ini memiliki 15 orang santri aktif dan 20 orang alumni, pesantren ini didukung tenaga pendidik profesional yang merupakan dosen serta lulusan dari LIPIA Medan dan UIN Sumatera Utara (UINSU), dibantu oleh santri pengabdian dari beberapa pondok pesantren mitra. (adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|