KARO — Bupati Karo Antonius Ginting menegaskan pentingnya sinergi seluruh perangkat daerah dalam mempersiapkan Festival Bunga dan Buah Tahun 2026 agar dapat menjadi ajang berskala nasional bahkan internasional.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Awal Festival Bunga dan Buah 2026 yang digelar di Aula Rakoetta Brahmana, Kantor Bupati Karo, Jumat (22/5). Rakor ini menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam mematangkan konsep dan pelaksanaan agenda strategis tersebut.
Dalam arahannya, Bupati Karo menyebutkan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu unggulan utama pembangunan Kabupaten Karo. Menurutnya, potensi alam yang indah, lanskap pegunungan yang menawan, kekayaan budaya, serta hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah harus dikelola secara maksimal sebagai daya tarik wisata.
“Festival ini harus mampu menampilkan keunggulan daerah dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, serta pelaku industri kreatif di Kabupaten Karo,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Festival Bunga dan Buah tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan harus menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah.
Rakor tersebut juga menjadi wadah untuk menjaring berbagai ide, gagasan, serta masukan dari seluruh pihak terkait guna merumuskan konsep festival yang lebih inovatif, kompetitif, dan menarik bagi wisatawan.
Selain itu, Bupati Karo menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah, mulai dari tahap perencanaan, penyusunan konsep acara, penyediaan fasilitas, keamanan, pelayanan, hingga promosi dan kerja sama lintas sektor.
Melalui persiapan yang matang dan kolaborasi yang solid, Pemerintah Kabupaten Karo optimistis Festival Bunga dan Buah Tahun 2026 dapat menjadi ikon pariwisata unggulan yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. (deo/ila)
KARO — Bupati Karo Antonius Ginting menegaskan pentingnya sinergi seluruh perangkat daerah dalam mempersiapkan Festival Bunga dan Buah Tahun 2026 agar dapat menjadi ajang berskala nasional bahkan internasional.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Awal Festival Bunga dan Buah 2026 yang digelar di Aula Rakoetta Brahmana, Kantor Bupati Karo, Jumat (22/5). Rakor ini menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam mematangkan konsep dan pelaksanaan agenda strategis tersebut.
Dalam arahannya, Bupati Karo menyebutkan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu unggulan utama pembangunan Kabupaten Karo. Menurutnya, potensi alam yang indah, lanskap pegunungan yang menawan, kekayaan budaya, serta hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah harus dikelola secara maksimal sebagai daya tarik wisata.
“Festival ini harus mampu menampilkan keunggulan daerah dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, serta pelaku industri kreatif di Kabupaten Karo,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Festival Bunga dan Buah tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan harus menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah.
Rakor tersebut juga menjadi wadah untuk menjaring berbagai ide, gagasan, serta masukan dari seluruh pihak terkait guna merumuskan konsep festival yang lebih inovatif, kompetitif, dan menarik bagi wisatawan.
Selain itu, Bupati Karo menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah, mulai dari tahap perencanaan, penyusunan konsep acara, penyediaan fasilitas, keamanan, pelayanan, hingga promosi dan kerja sama lintas sektor.
Melalui persiapan yang matang dan kolaborasi yang solid, Pemerintah Kabupaten Karo optimistis Festival Bunga dan Buah Tahun 2026 dapat menjadi ikon pariwisata unggulan yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. (deo/ila)

4 hours ago
2

















































