BINJAI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Binjai menggelar Operasi Kasih Sayang dengan menyasar sejumlah lokasi yang diduga kerap dijadikan tempat berkumpul pelajar saat jam belajar. Razia yang dilakukan di kawasan Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, itu merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait maraknya pelajar yang bolos sekolah.
Kedatangan petugas membuat sejumlah pelajar yang tengah berada di lokasi berhamburan. Dari hasil operasi, petugas mendapati sejumlah siswa yang tidak berada di sekolah saat jam pelajaran berlangsung.
Kasatpol PP Kota Binjai, Arif Sihotang, mengatakan lokasi yang menjadi sasaran operasi selama ini dikenal sebagai tempat berkumpul pelajar saat membolos.
“Informasi yang kami peroleh dari masyarakat kemudian kami tindak lanjuti. Hasilnya memang di lokasi yang dirazia ditemukan sejumlah pelajar yang bolos sekolah,” ujar Arif, Jumat (7/8/2026).
Pelajar yang terjaring selanjutnya dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Binjai untuk mendapatkan pembinaan. Menurut Arif, operasi tersebut tidak bertujuan memberikan hukuman, melainkan sebagai bentuk pembinaan agar para pelajar kembali disiplin dan fokus mengikuti proses belajar di sekolah.
Ia menegaskan, kegiatan itu juga merupakan dukungan terhadap program pemerintah di bidang pendidikan, sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional.
“Ketika bapak presiden memberi kepedulian tinggi kepada pendidikan, namun masih banyak pelajar yang bolos, Satpol PP sebagai penegak peraturan juga harus ikut memberikan perhatian,” katanya.
Arif berharap para pelajar yang terjaring tidak mengulangi perbuatannya dan lebih menghargai kesempatan untuk memperoleh pendidikan.
“Kami berharap pelajar yang bolos sekolah tidak lagi mengulangi hal tersebut. Kepedulian pemerintah terhadap pendidikan harus didukung oleh semua pihak, termasuk para siswa,” ujarnya.
Selain diberikan pembinaan, para pelajar juga mendapatkan materi wawasan kebangsaan sebagai upaya menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap bangsa. Setelah proses pembinaan selesai, mereka dikembalikan ke sekolah masing-masing untuk melanjutkan kegiatan belajar. (ted/ila)
BINJAI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Binjai menggelar Operasi Kasih Sayang dengan menyasar sejumlah lokasi yang diduga kerap dijadikan tempat berkumpul pelajar saat jam belajar. Razia yang dilakukan di kawasan Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, itu merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait maraknya pelajar yang bolos sekolah.
Kedatangan petugas membuat sejumlah pelajar yang tengah berada di lokasi berhamburan. Dari hasil operasi, petugas mendapati sejumlah siswa yang tidak berada di sekolah saat jam pelajaran berlangsung.
Kasatpol PP Kota Binjai, Arif Sihotang, mengatakan lokasi yang menjadi sasaran operasi selama ini dikenal sebagai tempat berkumpul pelajar saat membolos.
“Informasi yang kami peroleh dari masyarakat kemudian kami tindak lanjuti. Hasilnya memang di lokasi yang dirazia ditemukan sejumlah pelajar yang bolos sekolah,” ujar Arif, Jumat (7/8/2026).
Pelajar yang terjaring selanjutnya dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Binjai untuk mendapatkan pembinaan. Menurut Arif, operasi tersebut tidak bertujuan memberikan hukuman, melainkan sebagai bentuk pembinaan agar para pelajar kembali disiplin dan fokus mengikuti proses belajar di sekolah.
Ia menegaskan, kegiatan itu juga merupakan dukungan terhadap program pemerintah di bidang pendidikan, sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional.
“Ketika bapak presiden memberi kepedulian tinggi kepada pendidikan, namun masih banyak pelajar yang bolos, Satpol PP sebagai penegak peraturan juga harus ikut memberikan perhatian,” katanya.
Arif berharap para pelajar yang terjaring tidak mengulangi perbuatannya dan lebih menghargai kesempatan untuk memperoleh pendidikan.
“Kami berharap pelajar yang bolos sekolah tidak lagi mengulangi hal tersebut. Kepedulian pemerintah terhadap pendidikan harus didukung oleh semua pihak, termasuk para siswa,” ujarnya.
Selain diberikan pembinaan, para pelajar juga mendapatkan materi wawasan kebangsaan sebagai upaya menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap bangsa. Setelah proses pembinaan selesai, mereka dikembalikan ke sekolah masing-masing untuk melanjutkan kegiatan belajar. (ted/ila)

2 hours ago
3

















































