Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir Cata PK TNI-AD Gelombang 3, 2.171 Calon Tamtama Ikuti Seleksi

4 hours ago 2

PANGDAM I/Bukit Barisan (BB), Mayjen TNI Hendy Antariksa memimpin Sidang Pantukhir Penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) Gelombang III Tahun Angkatan 2026, tingkat Subpanpus Kodam I/BB, di Lapangan Jenderal Soedirman Rindam I/BB, Kota Pematangsiantar, Senin (21/9). Sebanyak 2.171 calon mengikuti sidang yang menjadi salah satu tahapan sebelum pelaksanaan sidang pantukhir tingkat Panitia Pusat (Panpus) TNI-AD.

Rangkaian sidang diawali dengan laporan Sekretaris II kepada ketua sidang, kemudian paparan hasil pelaksanaan seleksi sebagai dasar penentuan calon yang akan diusulkan mengikuti sidang pantukhir tingkat Panitia Pusat (Panpus) TNI-AD.

Dalam amanat Aspers Kasad, Mayjen TNI I Wayan Suarjana yang dibacakan Pangdam 1/BB, Mayjen TNI Hendy Antariksa menyampaikan, bahwa TNI-AD saat ini memasuki tahun kedua pembentukan Satuan Teritorial Pembangunan (TP) Tahap VI, sehingga pemenuhan personel perlu didukung sistem rekrutmen yang transparan dan modern.

Sistem rekrutmen ini, sambungnya, terus ditingkatkan melalui digitalisasi, termasuk pengunggahan hasil pemeriksaan administrasi, kesehatan, jasmani dan penelitian personel secara langsung ke server panita pusat (panpus).

“Sementara itu, tim psikologi telah menerapkan sistem Computer Assisted Test (CAT) bagi seluruh calon. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses seleksi yang objektif, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Pangdam Hendy juga menegaskan, bahwa penerimaan prajurit TNI-AD gratis atau tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.

Ia mengimbau masyarakat, agar tidak mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang maupun bentuk lainnya karena seluruh proses seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berdasarkan hasil seleksi masing masing peserta.

“Mekanisme pengumuman juga harus dilakukan secara cermat untuk menghindari kesalahan data serta memastikan calon yang dinyatakan lulus sesuai keputusan resmi yang diterbitkan panpus,” tegasnya.

Pangdam Hendy juga mengingatkan, bahwa hasil sidang pantukhir tingkat Subpanpus belum bersifat final karena masih akan dilaksanakan sidang verifikasi di tingkat panpus yang dihadiri pengawas Itjenad, para Wakil Ketua Tim Rik/Uji Panpus dan Tim Pam Sintelad sebagai tahapan akhir proses rekrutmen sebelum pengumuman resmi.

“Karena itu, seluruh panitia diminta menjaga kerahasiaan hasil sidang serta melaksanakan setiap tahapan rekrutmen dengan penuh kejujuran, dedikasi, dan profesionalisme,” tandasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Danrindam I/BB, wakil ketua, pawas, sekretaris, katim rik/uji, serta para pejabat utama Rindam I/BB. (dwi/azw)

PANGDAM I/Bukit Barisan (BB), Mayjen TNI Hendy Antariksa memimpin Sidang Pantukhir Penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) Gelombang III Tahun Angkatan 2026, tingkat Subpanpus Kodam I/BB, di Lapangan Jenderal Soedirman Rindam I/BB, Kota Pematangsiantar, Senin (21/9). Sebanyak 2.171 calon mengikuti sidang yang menjadi salah satu tahapan sebelum pelaksanaan sidang pantukhir tingkat Panitia Pusat (Panpus) TNI-AD.

Rangkaian sidang diawali dengan laporan Sekretaris II kepada ketua sidang, kemudian paparan hasil pelaksanaan seleksi sebagai dasar penentuan calon yang akan diusulkan mengikuti sidang pantukhir tingkat Panitia Pusat (Panpus) TNI-AD.

Dalam amanat Aspers Kasad, Mayjen TNI I Wayan Suarjana yang dibacakan Pangdam 1/BB, Mayjen TNI Hendy Antariksa menyampaikan, bahwa TNI-AD saat ini memasuki tahun kedua pembentukan Satuan Teritorial Pembangunan (TP) Tahap VI, sehingga pemenuhan personel perlu didukung sistem rekrutmen yang transparan dan modern.

Sistem rekrutmen ini, sambungnya, terus ditingkatkan melalui digitalisasi, termasuk pengunggahan hasil pemeriksaan administrasi, kesehatan, jasmani dan penelitian personel secara langsung ke server panita pusat (panpus).

“Sementara itu, tim psikologi telah menerapkan sistem Computer Assisted Test (CAT) bagi seluruh calon. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses seleksi yang objektif, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Pangdam Hendy juga menegaskan, bahwa penerimaan prajurit TNI-AD gratis atau tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.

Ia mengimbau masyarakat, agar tidak mempercayai oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang maupun bentuk lainnya karena seluruh proses seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, dan berdasarkan hasil seleksi masing masing peserta.

“Mekanisme pengumuman juga harus dilakukan secara cermat untuk menghindari kesalahan data serta memastikan calon yang dinyatakan lulus sesuai keputusan resmi yang diterbitkan panpus,” tegasnya.

Pangdam Hendy juga mengingatkan, bahwa hasil sidang pantukhir tingkat Subpanpus belum bersifat final karena masih akan dilaksanakan sidang verifikasi di tingkat panpus yang dihadiri pengawas Itjenad, para Wakil Ketua Tim Rik/Uji Panpus dan Tim Pam Sintelad sebagai tahapan akhir proses rekrutmen sebelum pengumuman resmi.

“Karena itu, seluruh panitia diminta menjaga kerahasiaan hasil sidang serta melaksanakan setiap tahapan rekrutmen dengan penuh kejujuran, dedikasi, dan profesionalisme,” tandasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Danrindam I/BB, wakil ketua, pawas, sekretaris, katim rik/uji, serta para pejabat utama Rindam I/BB. (dwi/azw)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|