Aparat Gabungan Razia Rutan Medan, 500 Warga Binaan Jalani Tes Urine

6 hours ago 6

MEDAN – Ratusan aparat penegak hukum (APH) dari unsur TNI, Polri, BNN dan petugas pemasyarakatan diterjunkan dalam razia gabungan di Rutan Kelas I Medan, Jumat (18/9) malam. Penggeledahan dilakukan menyeluruh sebagai upaya memperkuat keamanan sekaligus mencegah peredaran narkoba dan barang terlarang di dalam rutan.

Karutan Kelas I Medan Andi Surya, menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan lintas instansi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, razia gabungan menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban di dalam rutan.

“Apel gelar pasukan dan razia bersama TNI, Pasukan Gegana, Polri hingga BNN ini merupakan bukti nyata sinergi tanpa batas. Seluruh barang terlarang yang ditemukan telah disita untuk ditindaklanjuti,” ujarnya, Sabtu (19/9).

Dia menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga Rutan Medan tetap aman dan tertib serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan diawali apel gelar pasukan di halaman Rutan Kelas I Medan. Dalam razia gabungan ini melibatkan 40 personel Pasukan Gegana Sat Brimob Polda Sumut, 40 prajurit TNI Yon Zipur 1/DD, 30 personel Polrestabes Medan, 20 personel Koramil, 20 personel Polsek, serta personel BNN dan jajaran Rutan Kelas I Medan.

Usai apel, personel gabungan langsung bergerak melakukan pemeriksaan terhadap blok dan kamar hunian warga binaan. Penggeledahan dilakukan untuk mendeteksi sekaligus mengantisipasi keberadaan barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah benda yang kemudian diamankan. Di antaranya mancis, sendok berbahan besi, kabel liar dan charger telepon seluler.

Selain penggeledahan, petugas BNN bersama tim medis juga melakukan pemeriksaan urine secara acak terhadap 500 warga binaan.

“Hasilnya seluruh warga binaan yang menjalani pemeriksaan dinyatakan negatif narkoba,” terangnya.

Razia berskala besar tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat deteksi dini dan mencegah masuknya narkoba maupun barang terlarang ke lingkungan satuan kerja pemasyarakatan.

Melalui pemeriksaan dan pengawasan secara berkala, jajaran Rutan Medan berharap kondisi keamanan dan ketertiban tetap terjaga serta potensi gangguan dapat dicegah sejak dini. (man/azw)

MEDAN – Ratusan aparat penegak hukum (APH) dari unsur TNI, Polri, BNN dan petugas pemasyarakatan diterjunkan dalam razia gabungan di Rutan Kelas I Medan, Jumat (18/9) malam. Penggeledahan dilakukan menyeluruh sebagai upaya memperkuat keamanan sekaligus mencegah peredaran narkoba dan barang terlarang di dalam rutan.

Karutan Kelas I Medan Andi Surya, menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan lintas instansi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, razia gabungan menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban di dalam rutan.

“Apel gelar pasukan dan razia bersama TNI, Pasukan Gegana, Polri hingga BNN ini merupakan bukti nyata sinergi tanpa batas. Seluruh barang terlarang yang ditemukan telah disita untuk ditindaklanjuti,” ujarnya, Sabtu (19/9).

Dia menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga Rutan Medan tetap aman dan tertib serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan diawali apel gelar pasukan di halaman Rutan Kelas I Medan. Dalam razia gabungan ini melibatkan 40 personel Pasukan Gegana Sat Brimob Polda Sumut, 40 prajurit TNI Yon Zipur 1/DD, 30 personel Polrestabes Medan, 20 personel Koramil, 20 personel Polsek, serta personel BNN dan jajaran Rutan Kelas I Medan.

Usai apel, personel gabungan langsung bergerak melakukan pemeriksaan terhadap blok dan kamar hunian warga binaan. Penggeledahan dilakukan untuk mendeteksi sekaligus mengantisipasi keberadaan barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah benda yang kemudian diamankan. Di antaranya mancis, sendok berbahan besi, kabel liar dan charger telepon seluler.

Selain penggeledahan, petugas BNN bersama tim medis juga melakukan pemeriksaan urine secara acak terhadap 500 warga binaan.

“Hasilnya seluruh warga binaan yang menjalani pemeriksaan dinyatakan negatif narkoba,” terangnya.

Razia berskala besar tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat deteksi dini dan mencegah masuknya narkoba maupun barang terlarang ke lingkungan satuan kerja pemasyarakatan.

Melalui pemeriksaan dan pengawasan secara berkala, jajaran Rutan Medan berharap kondisi keamanan dan ketertiban tetap terjaga serta potensi gangguan dapat dicegah sejak dini. (man/azw)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|