JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pelemahan rupiah tampaknya bukan lagi sekadar angka di layar perdagangan valuta asing. Di balik kurs yang terus merosot, ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai menghantui sejumlah sektor industri nasional.
Pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026), nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh level Rp 17.796 per dolar Amerika Serikat. Posisi tersebut melemah 52 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 17.744 per dolar AS. Bahkan selama perdagangan berlangsung, rupiah sempat terjerembab lebih dalam.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi sentimen global dan persoalan domestik yang belum mereda.
“Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 52 poin sebelumnya sempat melemah 75 point di level Rp 17.796 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.744,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa.
Menurut Ibrahim, pasar global sedang diliputi ketidakpastian menyusul memanasnya kembali situasi di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat terhadap lokasi peluncuran rudal di Iran Selatan disebut memunculkan kekhawatiran baru di pasar keuangan dunia.
“Militer AS mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan untuk membela diri, dan bahwa gencatan senjata dengan Iran tetap berlaku,” ujarnya.
Namun respons pemerintah Iran terhadap serangan terbaru tersebut dinilai belum memberi kepastian yang menenangkan pasar. Ibrahim menilai kondisi itu berpotensi mengganggu proses negosiasi damai antara kedua negara.
“Terutama setelah Teheran berulang kali memperingatkan AS untuk tidak melakukan serangan lebih lanjut,” katanya.
Selain konflik geopolitik, pasar juga menyoroti perkembangan negosiasi nuklir Iran setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal adanya kemajuan pembicaraan terkait uranium yang diperkaya.
“Iran sebagian besar membantah rencana untuk melepaskan uraniumnya, meskipun laporan menunjukkan negara tersebut terbuka untuk negosiasi lebih lanjut mengenai aktivitas nuklirnya,” ujar Ibrahim.
Di dalam negeri, tekanan terhadap rupiah dinilai mulai berdampak langsung terhadap kondisi industri. Ibrahim menyebut melemahnya mata uang nasional menyebabkan biaya produksi melonjak, terutama bagi perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor.
“Krisis kepercayaan yang berdampak terhadap krisis ekonomi sudah mulai nampak didepan mata akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang belum jelas sampai kapan pelemahan ini akan terjadi,” katanya.
Kondisi itu, lanjut dia, mulai memaksa sejumlah perusahaan melakukan efisiensi besar-besaran hingga menghentikan operasional.
“Lonjakan PHK terjadi hanya dalam satu bulan terakhir. Kondisi tersebut mulai berdampak pada sejumlah perusahaan yang melakukan efisiensi hingga menghentikan operasional,” ucap Ibrahim.
Ia mencontohkan penutupan pabrik elektronik PT Xacti Indonesia di Depok, Jawa Barat, yang menyebabkan sekitar 350 pekerja kehilangan pekerjaan. Tekanan serupa juga mulai dirasakan industri otomotif akibat mahalnya komponen impor dan melemahnya daya beli pasar.
“Di Sidoarjo, Jawa Timur, CV Asri yang bergerak di sektor otomotif telah melakukan PHK terhadap sekitar 200 pekerja akibat penurunan penjualan kendaraan. Tekanan juga mulai dirasakan industri tekstil, garmen, dan alas kaki,” katanya.
Ibrahim memperkirakan tekanan di sektor industri formal masih akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang. Bahkan potensi PHK disebut bisa mencapai ribuan pekerja tambahan.
“Adapun Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja terdampak PHK mencapai 15.425 orang sepanjang Januari hingga April 2026 dan dimungkinkan PHK besar akan berlanjut dibulan berikutnya,” tuturnya.
Untuk perdagangan selanjutnya, Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
“Sedangkan untuk perdagangan besok (libur IdulAdha), mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.790- Rp 17.850,” tandasnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

19 hours ago
15


















































