MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kemacetan yang hampir setiap hari terjadi di jalur menuju Kebun Binatang Medan (Medan Zoo), mulai dari simpang Jalan Luku I–Jalan AH Nasution hingga Jalan Pintu Air IV, kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kota Medan, Binsar Simarmata, mendesak Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas segera mengambil langkah konkret untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang dinilai sudah bertahun-tahun meresahkan warga.
Menurut Binsar, kemacetan di kawasan Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, bukan lagi persoalan sesaat. Kondisi tersebut rutin terjadi pada jam sibuk pagi dan sore sehingga mengganggu mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas pendidikan di kawasan tersebut.
“Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, harus serius menangani kemacetan lalu lintas menuju Medan Zoo di Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan. Kemacetan itu sudah meresahkan dan menghambat warga beraktivitas, karena itu harus dicari solusi konkret,” ujar Binsar, Jumat (7/8/2026).
Politisi Partai Perindo itu mengatakan, pelebaran ruas Jalan Luku I hingga Jalan Pintu Air IV memang menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut. Namun, proses itu diperkirakan membutuhkan waktu sedikitnya satu hingga dua tahun sehingga pemerintah diminta menyiapkan langkah cepat yang bisa segera dirasakan masyarakat.
“Melebarkan ruas jalan tentunya butuh waktu paling cepat satu sampai dua tahun. Sementara, saat ini warga mengharapkan ada solusi mengatasi kemacetan itu,” katanya.
Sebagai solusi jangka pendek, Binsar mengusulkan agar Pemerintah Kota Medan membuka komunikasi dengan pengelola Perumahan Royal Sumatera. Tujuannya agar kendaraan dari Jalan Pintu Air IV dapat dialihkan menuju Jalan Jamin Ginting melalui akses di dalam kawasan perumahan, khususnya pada jam-jam padat kendaraan.
“Alternatif cepat adalah mengalihkan kendaraan dari Jalan Pintu Air IV ke kawasan Perumahan Royal Sumatera khususnya di jam-jam sibuk. Namun Wali Kota Medan sepertinya harus ikut turun tangan melobi pengelola Perumahan Royal Sumatera. Sebab pernah kita dengar, permohonan Kepala Dinas Perhubungan Medan di masa wali kota sebelumnya tidak ditanggapi pihak pengelola Royal Sumatera,” ungkapnya.
Binsar mengaku usulan tersebut muncul setelah menerima banyak keluhan masyarakat saat menggelar reses di Lapangan SMP Negeri 21 Medan pada 26 Juli 2026. Menurutnya, kemacetan di Jalan Pintu Air IV menjadi persoalan yang paling banyak disampaikan warga.
Selain menghambat aktivitas masyarakat, kemacetan juga berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Warga mengeluhkan siswa maupun guru kerap terlambat tiba di sekolah akibat antrean kendaraan yang mengular di depan Perguruan Al Azhar Medan.
“Di Jalan Pintu Air IV di area Sekolah Al Azhar sering terjadi kemacetan karena jalannya sempit. Anak-anak dan guru di SMP Negeri 21 sering telat masuk. Kami mohon kepada Bapak Binsar Simarmata agar mengusulkan dan memperjuangkan pelebaran jalan tersebut,” ujar salah seorang warga, Suhut Tarihoran.
Binsar berharap Pemko Medan tidak menunggu pelebaran jalan selesai untuk bertindak. Sebab, rekayasa lalu lintas dan pembukaan akses alternatif perlu segera diwujudkan agar kemacetan yang telah berlangsung bertahun-tahun tidak terus menjadi beban masyarakat. (map/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kemacetan yang hampir setiap hari terjadi di jalur menuju Kebun Binatang Medan (Medan Zoo), mulai dari simpang Jalan Luku I–Jalan AH Nasution hingga Jalan Pintu Air IV, kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kota Medan, Binsar Simarmata, mendesak Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas segera mengambil langkah konkret untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang dinilai sudah bertahun-tahun meresahkan warga.
Menurut Binsar, kemacetan di kawasan Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, bukan lagi persoalan sesaat. Kondisi tersebut rutin terjadi pada jam sibuk pagi dan sore sehingga mengganggu mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas pendidikan di kawasan tersebut.
“Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, harus serius menangani kemacetan lalu lintas menuju Medan Zoo di Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan. Kemacetan itu sudah meresahkan dan menghambat warga beraktivitas, karena itu harus dicari solusi konkret,” ujar Binsar, Jumat (7/8/2026).
Politisi Partai Perindo itu mengatakan, pelebaran ruas Jalan Luku I hingga Jalan Pintu Air IV memang menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut. Namun, proses itu diperkirakan membutuhkan waktu sedikitnya satu hingga dua tahun sehingga pemerintah diminta menyiapkan langkah cepat yang bisa segera dirasakan masyarakat.
“Melebarkan ruas jalan tentunya butuh waktu paling cepat satu sampai dua tahun. Sementara, saat ini warga mengharapkan ada solusi mengatasi kemacetan itu,” katanya.
Sebagai solusi jangka pendek, Binsar mengusulkan agar Pemerintah Kota Medan membuka komunikasi dengan pengelola Perumahan Royal Sumatera. Tujuannya agar kendaraan dari Jalan Pintu Air IV dapat dialihkan menuju Jalan Jamin Ginting melalui akses di dalam kawasan perumahan, khususnya pada jam-jam padat kendaraan.
“Alternatif cepat adalah mengalihkan kendaraan dari Jalan Pintu Air IV ke kawasan Perumahan Royal Sumatera khususnya di jam-jam sibuk. Namun Wali Kota Medan sepertinya harus ikut turun tangan melobi pengelola Perumahan Royal Sumatera. Sebab pernah kita dengar, permohonan Kepala Dinas Perhubungan Medan di masa wali kota sebelumnya tidak ditanggapi pihak pengelola Royal Sumatera,” ungkapnya.
Binsar mengaku usulan tersebut muncul setelah menerima banyak keluhan masyarakat saat menggelar reses di Lapangan SMP Negeri 21 Medan pada 26 Juli 2026. Menurutnya, kemacetan di Jalan Pintu Air IV menjadi persoalan yang paling banyak disampaikan warga.
Selain menghambat aktivitas masyarakat, kemacetan juga berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Warga mengeluhkan siswa maupun guru kerap terlambat tiba di sekolah akibat antrean kendaraan yang mengular di depan Perguruan Al Azhar Medan.
“Di Jalan Pintu Air IV di area Sekolah Al Azhar sering terjadi kemacetan karena jalannya sempit. Anak-anak dan guru di SMP Negeri 21 sering telat masuk. Kami mohon kepada Bapak Binsar Simarmata agar mengusulkan dan memperjuangkan pelebaran jalan tersebut,” ujar salah seorang warga, Suhut Tarihoran.
Binsar berharap Pemko Medan tidak menunggu pelebaran jalan selesai untuk bertindak. Sebab, rekayasa lalu lintas dan pembukaan akses alternatif perlu segera diwujudkan agar kemacetan yang telah berlangsung bertahun-tahun tidak terus menjadi beban masyarakat. (map/ila)

4 hours ago
4

















































