DAIRI – Layanan air bersih Perumda Air Minum Lae Nciho Kabupaten Dairi di Kecamatan Sitinjo sempat terhenti selama lebih dari 12 jam, Selasa (21/7/2026). Kondisi itu membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari memasak hingga mandi.
Sejumlah pelanggan mengaku aliran air mulai berhenti sejak Senin sore dan belum kembali mengalir hingga Selasa siang. “Mulai kemarin sore sudah total tidak menetes hingga siang ini,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Akibat terhentinya pasokan air, persediaan air bersih yang disimpan warga semakin menipis. Mereka pun terpaksa menghemat penggunaan air sambil menunggu distribusi kembali normal. “Stok air untuk memasak dan mandi hampir habis. Kalau untuk mandi sudah tidak cukup lagi,” keluhnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Perumda Air Minum Lae Nciho, Wahlin Munthe, menjelaskan bahwa penghentian distribusi air dilakukan karena adanya pekerjaan pemeliharaan pada sumber air di kawasan Lae Cimberah, Kecamatan Parbuluan.
Menurutnya, pemeliharaan dilakukan untuk menjaga kualitas dan kelancaran distribusi air kepada pelanggan.”Kami sedang melakukan pemeliharaan, yakni pembersihan intake dan pipa,” kata Wahlin.
Ia mengatakan, seluruh tim teknis telah diterjunkan ke lapangan untuk mempercepat proses pekerjaan sehingga layanan dapat segera dipulihkan.
Perumda Air Minum Lae Nciho menargetkan distribusi air kembali normal pada Selasa sore setelah seluruh proses pemeliharaan selesai dilakukan. “Tim sedang bekerja keras di lapangan. Kami menargetkan layanan kembali normal sore ini,” ujarnya.
Atas terganggunya pelayanan tersebut, manajemen Perumda Air Minum Lae Nciho juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan selama proses pemeliharaan berlangsung,” pungkas Wahlin. (rud/ila)
DAIRI – Layanan air bersih Perumda Air Minum Lae Nciho Kabupaten Dairi di Kecamatan Sitinjo sempat terhenti selama lebih dari 12 jam, Selasa (21/7/2026). Kondisi itu membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari memasak hingga mandi.
Sejumlah pelanggan mengaku aliran air mulai berhenti sejak Senin sore dan belum kembali mengalir hingga Selasa siang. “Mulai kemarin sore sudah total tidak menetes hingga siang ini,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Akibat terhentinya pasokan air, persediaan air bersih yang disimpan warga semakin menipis. Mereka pun terpaksa menghemat penggunaan air sambil menunggu distribusi kembali normal. “Stok air untuk memasak dan mandi hampir habis. Kalau untuk mandi sudah tidak cukup lagi,” keluhnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Perumda Air Minum Lae Nciho, Wahlin Munthe, menjelaskan bahwa penghentian distribusi air dilakukan karena adanya pekerjaan pemeliharaan pada sumber air di kawasan Lae Cimberah, Kecamatan Parbuluan.
Menurutnya, pemeliharaan dilakukan untuk menjaga kualitas dan kelancaran distribusi air kepada pelanggan.”Kami sedang melakukan pemeliharaan, yakni pembersihan intake dan pipa,” kata Wahlin.
Ia mengatakan, seluruh tim teknis telah diterjunkan ke lapangan untuk mempercepat proses pekerjaan sehingga layanan dapat segera dipulihkan.
Perumda Air Minum Lae Nciho menargetkan distribusi air kembali normal pada Selasa sore setelah seluruh proses pemeliharaan selesai dilakukan. “Tim sedang bekerja keras di lapangan. Kami menargetkan layanan kembali normal sore ini,” ujarnya.
Atas terganggunya pelayanan tersebut, manajemen Perumda Air Minum Lae Nciho juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan selama proses pemeliharaan berlangsung,” pungkas Wahlin. (rud/ila)

16 hours ago
8

















































