Festival Bunga dan Buah Pesona Abadi Tanah Karo, Lepas 23 Kontingen Pawai Kendaraan Hias

16 hours ago 10

KARO – Bupati Karo  Antonius Ginting, didampingi Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, melepas 23 kontingen pawai kendaraan hias Festival Bunga dan Buah (FBB) Karo 2026 dari Taman Mejuahjuah, Berastagi, Kamis (30/7) pagi.

Ribuan warga memadati sepanjang rute pawai, mulai dari kawasan tribun utama hingga Taman Mejuahjuah, untuk menyaksikan secara langsung salah satu agenda pariwisata unggulan Kabupaten Karo tersebut.

Mengusung tema ‘The Eternal of Karo Paradise – Pesona Abadi Tanah Karo’, Festival Bunga dan Buah 2026 tidak hanya menghadirkan pawai kendaraan hias, tetapi juga pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), stan produk pertanian dan sponsor, serta panggung hiburan yang menampilkan artis nasional, musisi lokal, pertunjukan seni tradisional, tari kreasi, hingga musik khas Tanah Karo.

Usai menempuh rute karnaval, seluruh kontingen tiba di Podium Kehormatan Taman Mejuahjuah. Penyambutan dihadiri Menteri Koperasi RI Dr Ferry Juliantono, perwakilan Menteri Pariwisata RI Arditama Nusantara Putra, Anggota DPD RI Badikenita Br Sitepu, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, pejabat pemerintah daerah, perwakilan konsulat negara sahabat, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian parade berakhir sekitar pukul 14.30 WIB dan dilanjutkan dengan pembukaan resmi Festival Bunga dan Buah di Open Stage Taman Mejuahjuah. Pembukaan ditandai dengan penekanan tombol opening ceremony, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan para tamu VVIP ke stan UMKM, pameran produk unggulan daerah, serta berbagai pertunjukan seni dan budaya yang berlangsung hingga malam hari.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Surya mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kabupaten Karo dalam menyelenggarakan Festival Bunga dan Buah yang telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).

Menurutnya, festival tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat citra Sumatera Utara sebagai destinasi wisata nasional.

“Festival ini mencerminkan keindahan dan keunikan Kabupaten Karo yang bukan sekadar perayaan sesaat, melainkan warisan budaya yang terus hidup dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujarnya.

Pawai diawali penampilan marching band, kemudian dilanjutkan iring-iringan kendaraan hias yang menampilkan berbagai kreasi seni. Seluruh kendaraan dihiasi bunga segar dan buah-buahan yang merupakan komoditas hortikultura unggulan Kabupaten Karo.

Suasana semakin semarak dengan hadirnya peserta yang mengenakan gaun dan kostum kreatif berbahan dasar hasil pertanian lokal. Atraksi kuda khas Berastagi yang menjadi salah satu ikon wisata daerah turut menyemarakkan jalannya pawai.

Festival ini diikuti organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan kecamatan dan desa, BUMN, BUMD, pelaku usaha swasta, serta berbagai elemen masyarakat. Masing-masing peserta menampilkan kreativitas dengan mengangkat tema bunga dan buah sebagai simbol kekayaan alam sekaligus identitas pertanian Kabupaten Karo.

Selain menampilkan potensi pertanian dan pariwisata, Festival Bunga dan Buah 2026 juga menghadirkan ritual adat Erpangir Ku Lau, tradisi masyarakat Karo yang diwariskan secara turun-temurun. Dahulu, ritual tersebut dijalankan oleh penganut kepercayaan Pemena sebagai bentuk penyucian diri.

Secara harfiah, Erpangir Ku Lau berarti mandi atau membersihkan diri menggunakan pangir, yakni ramuan tradisional yang terdiri atas dedaunan aromatik, aneka bunga, serta jeruk purut (utep) yang disiramkan menggunakan air sungai atau sumber air bersih. Dalam adat Karo, ritual ini dimaknai sebagai simbol pembersihan diri dari energi negatif, media penyembuhan, penolak kesialan (sira mesira), sekaligus ungkapan rasa syukur atas kelimpahan hasil bumi.

Melalui penyelenggaraan Festival Bunga dan Buah 2026, Pemerintah Kabupaten Karo kembali menegaskan komitmennya untuk mengembangkan sektor pariwisata dan pertanian secara berkelanjutan, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Karo.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung meriah di bawah pengamanan ketat aparat gabungan yang terdiri atas personel Polres Karo, Kodim 0205/Tanah Karo, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho mengatakan pengamanan difokuskan di sepanjang jalur pawai, lokasi kegiatan, pengaturan arus lalu lintas, area parkir, hingga titik-titik keramaian guna memberikan rasa aman kepada masyarakat maupun tamu kehormatan.

“Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan agar seluruh rangkaian Festival Bunga dan Buah dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat menikmati seluruh kegiatan dengan nyaman,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan, sinergi seluruh unsur pengamanan menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan festival yang setiap tahun menjadi daya tarik wisata sekaligus momentum promosi potensi pariwisata, hortikultura, dan budaya Kabupaten Karo. (deo/azw)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|