Hujan Lebat Guyur Sumut, KAI Siagakan Tim 24 Jam dan AMUS

14 hours ago 8

Intensitas hujan yang terus mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Utara dalam sepekan terakhir membuat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara meningkatkan kewaspadaan. Demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api, KAI menyiagakan personel selama 24 jam, memperkuat alat material untuk siaga (AMUS), hingga mengintensifkan pemantauan di sepanjang jalur rel.

Langkah antisipatif tersebut dilakukan menyusul kondisi cuaca yang dinamis dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, longsor, maupun pohon tumbang yang dapat mengganggu operasional kereta api.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan seluruh jajaran operasional dan prasarana telah diperintahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan agar perjalanan kereta tetap aman dan lancar.

“Untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api, KAI Divre I Sumatera Utara mengambil sejumlah langkah antisipatif, di antaranya melakukan penopingan pohon, normalisasi saluran air di sekitar jalur kereta api, penyediaan Alat Material Untuk Siaga (AMUS), hingga menyiagakan personel flying gang selama 24 jam untuk mengatasi setiap gangguan yang sewaktu-waktu muncul di jalur kereta api,” ujar Anwar, Selasa (21/7/2026).

Saat ini, KAI Divre I Sumatera Utara mengelola jalur rel sepanjang 476,46 kilometer yang melintasi 13 kabupaten/kota, mulai dari Belawan, Kuala Tanjung, Tanjungbalai, Siantar hingga Rantauprapat. Luasnya jaringan tersebut membuat pemantauan dilakukan secara berlapis, terutama di titik-titik yang rawan terdampak cuaca ekstrem.

Sebagai bagian dari mitigasi, KAI menempatkan AMUS dan tim respons cepat flying gang di 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Resort Jalan Rel. Peralatan yang disiagakan meliputi batu balas, bantalan rel, pasir, hingga alat berat yang siap dimobilisasi kapan saja apabila terjadi gangguan pada lintasan.

Selain itu, normalisasi drainase juga menjadi perhatian utama. Pembersihan saluran air dari sampah dan endapan sedimen terus dilakukan untuk mencegah genangan yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta.

“Dengan meningkatnya curah hujan, timbul potensi gangguan perjalanan KA akibat genangan air. Untuk itu, KAI Divre I Sumatera Utara melakukan normalisasi saluran air berupa pembersihan sampah dan sedimen guna meningkatkan kapasitas aliran air,” jelas Anwar.

Kewaspadaan tersebut dinilai penting mengingat tingginya mobilitas kereta api di wilayah Sumatera Utara. Setiap hari, Divre I mengoperasikan 46 perjalanan kereta api, terdiri atas 20 perjalanan kereta penumpang dan 26 perjalanan kereta barang yang menopang distribusi logistik serta aktivitas masyarakat.

Anwar menegaskan, KAI akan terus melakukan pemantauan intensif, pemeliharaan rutin, dan respons cepat terhadap setiap potensi gangguan agar operasional kereta tetap berjalan dengan aman.

“Seluruh upaya mitigasi ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan KAI Divre I Sumatera Utara dalam mengeliminasi setiap potensi bahaya. Kami berupaya maksimal memastikan sarana dan prasarana dalam kondisi andal, sehingga masyarakat dapat menggunakan moda transportasi kereta api dengan aman, nyaman, dan tepat waktu tanpa terkendala potensi gangguan cuaca,” pungkasnya. (san/ila)

Intensitas hujan yang terus mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Utara dalam sepekan terakhir membuat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara meningkatkan kewaspadaan. Demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api, KAI menyiagakan personel selama 24 jam, memperkuat alat material untuk siaga (AMUS), hingga mengintensifkan pemantauan di sepanjang jalur rel.

Langkah antisipatif tersebut dilakukan menyusul kondisi cuaca yang dinamis dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, longsor, maupun pohon tumbang yang dapat mengganggu operasional kereta api.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan seluruh jajaran operasional dan prasarana telah diperintahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan agar perjalanan kereta tetap aman dan lancar.

“Untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api, KAI Divre I Sumatera Utara mengambil sejumlah langkah antisipatif, di antaranya melakukan penopingan pohon, normalisasi saluran air di sekitar jalur kereta api, penyediaan Alat Material Untuk Siaga (AMUS), hingga menyiagakan personel flying gang selama 24 jam untuk mengatasi setiap gangguan yang sewaktu-waktu muncul di jalur kereta api,” ujar Anwar, Selasa (21/7/2026).

Saat ini, KAI Divre I Sumatera Utara mengelola jalur rel sepanjang 476,46 kilometer yang melintasi 13 kabupaten/kota, mulai dari Belawan, Kuala Tanjung, Tanjungbalai, Siantar hingga Rantauprapat. Luasnya jaringan tersebut membuat pemantauan dilakukan secara berlapis, terutama di titik-titik yang rawan terdampak cuaca ekstrem.

Sebagai bagian dari mitigasi, KAI menempatkan AMUS dan tim respons cepat flying gang di 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Resort Jalan Rel. Peralatan yang disiagakan meliputi batu balas, bantalan rel, pasir, hingga alat berat yang siap dimobilisasi kapan saja apabila terjadi gangguan pada lintasan.

Selain itu, normalisasi drainase juga menjadi perhatian utama. Pembersihan saluran air dari sampah dan endapan sedimen terus dilakukan untuk mencegah genangan yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta.

“Dengan meningkatnya curah hujan, timbul potensi gangguan perjalanan KA akibat genangan air. Untuk itu, KAI Divre I Sumatera Utara melakukan normalisasi saluran air berupa pembersihan sampah dan sedimen guna meningkatkan kapasitas aliran air,” jelas Anwar.

Kewaspadaan tersebut dinilai penting mengingat tingginya mobilitas kereta api di wilayah Sumatera Utara. Setiap hari, Divre I mengoperasikan 46 perjalanan kereta api, terdiri atas 20 perjalanan kereta penumpang dan 26 perjalanan kereta barang yang menopang distribusi logistik serta aktivitas masyarakat.

Anwar menegaskan, KAI akan terus melakukan pemantauan intensif, pemeliharaan rutin, dan respons cepat terhadap setiap potensi gangguan agar operasional kereta tetap berjalan dengan aman.

“Seluruh upaya mitigasi ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan KAI Divre I Sumatera Utara dalam mengeliminasi setiap potensi bahaya. Kami berupaya maksimal memastikan sarana dan prasarana dalam kondisi andal, sehingga masyarakat dapat menggunakan moda transportasi kereta api dengan aman, nyaman, dan tepat waktu tanpa terkendala potensi gangguan cuaca,” pungkasnya. (san/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|