Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis, mendorong Pemerintah Kota Medan meningkatkan status Puskesmas Pembantu (Pustu) Tanjungsari menjadi puskesmas. Menurutnya, jumlah tenaga kesehatan dan fasilitas yang ada saat ini sudah tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang harus dilayani.
Usulan itu disampaikan dr Dimas saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Pasar I, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (19/7).
Ia mengungkapkan, Pustu Tanjungsari saat ini hanya memiliki 13 petugas, termasuk tenaga kesehatan, untuk melayani sekitar 36.600 warga. Kondisi tersebut dinilai jauh dari ideal dan berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan.
“Pustu Tanjungsari sudah tidak layak lagi berstatus sebagai puskesmas pembantu. Sudah saatnya ditingkatkan menjadi puskesmas agar jumlah tenaga kesehatan bisa ditambah dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” kata dr Dimas.
Menurutnya, peningkatan status itu tidak hanya berdampak pada penambahan sumber daya manusia, tetapi juga membuka peluang peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.
“Kalau statusnya menjadi puskesmas, fasilitasnya juga bisa dikembangkan. Dengan jumlah warga yang mencapai puluhan ribu jiwa, pelayanan kesehatan harus diperkuat,” ujarnya.
Meski demikian, dr Dimas tetap mengingatkan seluruh petugas kesehatan di Pustu Tanjungsari agar terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Walaupun beban kerja cukup berat, tetap layani masyarakat dengan ramah dan senyum. Pelayanan yang baik akan membuat masyarakat merasa nyaman,” pesannya.
Dalam dialog bersama warga, Abdul Wahab Simatupang mengeluhkan pelayanan di Pustu Tanjungsari yang dinilai masih lambat. Ia juga berharap petugas lebih ramah saat melayani pasien. “Pelayanan perlu dibenahi. Layani masyarakat dengan cepat, ramah, dan tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Pustu Tanjungsari, dr Siska, menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah petugas menjadi tantangan utama dalam memberikan pelayanan.
“Saat ini kami hanya memiliki 13 petugas untuk melayani sekitar 36.600 warga. Jumlah itu memang tidak ideal, tetapi kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi itu turut dihadiri Kepala Pustu Tanjungsari dr Siska, perwakilan Kecamatan Medan Selayang, serta Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Utara, Rusdi Lubis.
Pada kesempatan tersebut, Rusdi Lubis juga mengajak para orang tua untuk menjaga kesehatan keluarga sekaligus mendorong anak-anak memiliki cita-cita yang tinggi agar termotivasi belajar dan terhindar dari pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan narkoba.
“Bercita-citalah setinggi langit. Dorong anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh agar mereka fokus meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (map/ila)
Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis, mendorong Pemerintah Kota Medan meningkatkan status Puskesmas Pembantu (Pustu) Tanjungsari menjadi puskesmas. Menurutnya, jumlah tenaga kesehatan dan fasilitas yang ada saat ini sudah tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang harus dilayani.
Usulan itu disampaikan dr Dimas saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Pasar I, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (19/7).
Ia mengungkapkan, Pustu Tanjungsari saat ini hanya memiliki 13 petugas, termasuk tenaga kesehatan, untuk melayani sekitar 36.600 warga. Kondisi tersebut dinilai jauh dari ideal dan berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan.
“Pustu Tanjungsari sudah tidak layak lagi berstatus sebagai puskesmas pembantu. Sudah saatnya ditingkatkan menjadi puskesmas agar jumlah tenaga kesehatan bisa ditambah dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” kata dr Dimas.
Menurutnya, peningkatan status itu tidak hanya berdampak pada penambahan sumber daya manusia, tetapi juga membuka peluang peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.
“Kalau statusnya menjadi puskesmas, fasilitasnya juga bisa dikembangkan. Dengan jumlah warga yang mencapai puluhan ribu jiwa, pelayanan kesehatan harus diperkuat,” ujarnya.
Meski demikian, dr Dimas tetap mengingatkan seluruh petugas kesehatan di Pustu Tanjungsari agar terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Walaupun beban kerja cukup berat, tetap layani masyarakat dengan ramah dan senyum. Pelayanan yang baik akan membuat masyarakat merasa nyaman,” pesannya.
Dalam dialog bersama warga, Abdul Wahab Simatupang mengeluhkan pelayanan di Pustu Tanjungsari yang dinilai masih lambat. Ia juga berharap petugas lebih ramah saat melayani pasien. “Pelayanan perlu dibenahi. Layani masyarakat dengan cepat, ramah, dan tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Pustu Tanjungsari, dr Siska, menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah petugas menjadi tantangan utama dalam memberikan pelayanan.
“Saat ini kami hanya memiliki 13 petugas untuk melayani sekitar 36.600 warga. Jumlah itu memang tidak ideal, tetapi kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi itu turut dihadiri Kepala Pustu Tanjungsari dr Siska, perwakilan Kecamatan Medan Selayang, serta Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Utara, Rusdi Lubis.
Pada kesempatan tersebut, Rusdi Lubis juga mengajak para orang tua untuk menjaga kesehatan keluarga sekaligus mendorong anak-anak memiliki cita-cita yang tinggi agar termotivasi belajar dan terhindar dari pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan narkoba.
“Bercita-citalah setinggi langit. Dorong anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh agar mereka fokus meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (map/ila)

22 hours ago
12

















































