SIANTAR – Persiapan pelaksanaan Pesta Luhutan Bolon 2026 mulai dimatangkan. Panitia umum menggelar sosialisasi bersama Pengurus Pomparan Raja Silahisabungan Siantar Sekitarnya (PPRS) sebagai langkah awal menghimpun dukungan demi menyukseskan perhelatan adat tahunan yang akan berlangsung pada November mendatang.
Pertemuan yang digelar Sabtu (18/7) itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi antara panitia dengan para pengurus PPRS Siantar Sekitarnya untuk menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan pesta yang setiap tahun digelar di Tugu Makam Raja Silahisabungan, Desa Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.
Ketua Umum Bolahan Amak Tungkir Raja, Andel Situngkir, mengatakan panitia sengaja melakukan sosialisasi ke Pematangsiantar karena wilayah tersebut memiliki jumlah pomparan Raja Silahisabungan yang besar dan berperan penting dalam menyukseskan pesta adat tersebut.
“Kami hadir di Kota Pematangsiantar untuk berdiskusi sekaligus menjaring masukan dari PPRS Siantar Sekitarnya. Kami meyakini Siantar memiliki peran strategis dalam mendukung suksesnya Pesta Luhutan Bolon,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pesta Luhutan Bolon 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, pada 20 hingga 22 November 2026. Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari pesta adat dan budaya, kegiatan sosial, hingga berbagai aktivitas kepemudaan yang melibatkan pomparan Raja Silahisabungan dari berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua PPRS Siantar dan Sekitarnya, John Hugo Silalahi, didampingi Sekretaris Dapotan Silalahi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan panitia. Menurutnya, keluarga besar Raja Silahisabungan di Pematangsiantar siap memberikan dukungan penuh demi kelancaran pesta tahunan tersebut.
“Kami keluarga besar Silahisabungan di Siantar dan sekitarnya siap menyukseskan Pesta Luhutan Bolon. Ini merupakan pesta bersama seluruh pomparan Raja Silahisabungan,” katanya.
John Hugo menilai, Pesta Luhutan Bolon bukan sekadar tradisi adat, tetapi juga menjadi momentum penting mempererat persaudaraan antarketurunan Raja Silahisabungan yang tersebar di berbagai daerah.
“Ini adalah pertemuan akbar seluruh generasi Raja Silahisabungan yang selalu dinantikan setiap tahun,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris PPRS Siantar Sekitarnya, Dapotan Silalahi, mengajak seluruh pomparan Raja Silahisabungan, baik di dalam maupun luar negeri, menjaga kekompakan dan bersama-sama mendukung pelaksanaan pesta.
“Kita berharap persaudaraan antar-pomparan terus terjalin dengan baik. Bagaimanapun juga, kita berasal dari satu garis keturunan Raja Silahisabungan,” tuturnya.
Raja Silahisabungan merupakan salah satu leluhur dalam suku Batak yang merupakan generasi kelima dari Si Raja Batak. Makamnya berada di Desa Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi. Tradisi ziarah dan Pesta Luhutan Bolon mulai dilaksanakan sejak Tugu Makam Raja Silahisabungan diresmikan pada 1981 dan kini telah berkembang menjadi agenda tahunan yang mempertemukan jutaan keturunannya dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
Untuk pelaksanaan tahun 2026, kepanitiaan diamanahkan kepada keturunan anak kedua Raja Silahisabungan, yakni Tungkir Raja, sesuai tradisi pergiliran yang telah berlangsung turun-temurun. (pra/ila)
SIANTAR – Persiapan pelaksanaan Pesta Luhutan Bolon 2026 mulai dimatangkan. Panitia umum menggelar sosialisasi bersama Pengurus Pomparan Raja Silahisabungan Siantar Sekitarnya (PPRS) sebagai langkah awal menghimpun dukungan demi menyukseskan perhelatan adat tahunan yang akan berlangsung pada November mendatang.
Pertemuan yang digelar Sabtu (18/7) itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi antara panitia dengan para pengurus PPRS Siantar Sekitarnya untuk menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan pesta yang setiap tahun digelar di Tugu Makam Raja Silahisabungan, Desa Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.
Ketua Umum Bolahan Amak Tungkir Raja, Andel Situngkir, mengatakan panitia sengaja melakukan sosialisasi ke Pematangsiantar karena wilayah tersebut memiliki jumlah pomparan Raja Silahisabungan yang besar dan berperan penting dalam menyukseskan pesta adat tersebut.
“Kami hadir di Kota Pematangsiantar untuk berdiskusi sekaligus menjaring masukan dari PPRS Siantar Sekitarnya. Kami meyakini Siantar memiliki peran strategis dalam mendukung suksesnya Pesta Luhutan Bolon,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pesta Luhutan Bolon 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, pada 20 hingga 22 November 2026. Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari pesta adat dan budaya, kegiatan sosial, hingga berbagai aktivitas kepemudaan yang melibatkan pomparan Raja Silahisabungan dari berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua PPRS Siantar dan Sekitarnya, John Hugo Silalahi, didampingi Sekretaris Dapotan Silalahi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan panitia. Menurutnya, keluarga besar Raja Silahisabungan di Pematangsiantar siap memberikan dukungan penuh demi kelancaran pesta tahunan tersebut.
“Kami keluarga besar Silahisabungan di Siantar dan sekitarnya siap menyukseskan Pesta Luhutan Bolon. Ini merupakan pesta bersama seluruh pomparan Raja Silahisabungan,” katanya.
John Hugo menilai, Pesta Luhutan Bolon bukan sekadar tradisi adat, tetapi juga menjadi momentum penting mempererat persaudaraan antarketurunan Raja Silahisabungan yang tersebar di berbagai daerah.
“Ini adalah pertemuan akbar seluruh generasi Raja Silahisabungan yang selalu dinantikan setiap tahun,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris PPRS Siantar Sekitarnya, Dapotan Silalahi, mengajak seluruh pomparan Raja Silahisabungan, baik di dalam maupun luar negeri, menjaga kekompakan dan bersama-sama mendukung pelaksanaan pesta.
“Kita berharap persaudaraan antar-pomparan terus terjalin dengan baik. Bagaimanapun juga, kita berasal dari satu garis keturunan Raja Silahisabungan,” tuturnya.
Raja Silahisabungan merupakan salah satu leluhur dalam suku Batak yang merupakan generasi kelima dari Si Raja Batak. Makamnya berada di Desa Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi. Tradisi ziarah dan Pesta Luhutan Bolon mulai dilaksanakan sejak Tugu Makam Raja Silahisabungan diresmikan pada 1981 dan kini telah berkembang menjadi agenda tahunan yang mempertemukan jutaan keturunannya dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
Untuk pelaksanaan tahun 2026, kepanitiaan diamanahkan kepada keturunan anak kedua Raja Silahisabungan, yakni Tungkir Raja, sesuai tradisi pergiliran yang telah berlangsung turun-temurun. (pra/ila)

1 day ago
11

















































