Saat Sudewo Masih Ditahan KPK, Botok dan Teguh Disambut Ribuan Pendukung Usai Bebas dari Lapas

3 hours ago 3
Ilustrasi | freepik

PATI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah paradoks terjadi di Kabupaten Pati. Ketika mantan Bupati, Sudewo masih meringkuk di Rutan KPK, tokoh vokal asal Pati, Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto resmi keluar dari penjara dan langsung disambut ribuan pendukung mereka, Kamis (5/3/2026).

Euforia kebebasan keduanya bahkan mengubah kawasan sekitar Lapas Kelas IIB Pati hingga Alun-Alun Pati menjadi lautan massa yang datang dari berbagai penjuru.

Botok dan Teguh sebelumnya menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri (PN) Pati. Majelis hakim menjatuhkan vonis enam bulan penjara dengan masa pengawasan selama 10 bulan.

Setelah sidang selesai, keduanya sempat menyapa para pendukung yang sudah menunggu. Namun mereka masih harus kembali ke lapas untuk menyelesaikan proses administrasi.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Botok dan Teguh diantar menggunakan mobil tahanan menuju Lapas Pati. Para pendukung yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) pun bergerak mengikuti rombongan.

Konvoi kendaraan terlihat memadati jalanan. Truk, mobil bak terbuka, hingga sepeda motor mengiringi perjalanan menuju lapas.

Jumlah massa yang datang begitu besar sehingga halaman Lapas Pati tidak mampu menampung seluruhnya. Sebagian besar pendukung akhirnya memenuhi badan jalan di sekitar lokasi.

Selama hampir dua jam mereka menunggu momen kebebasan dua tokoh yang mereka sebut sebagai “pahlawan”.

Tepat sekitar pukul 16.20 WIB, Botok dan Teguh akhirnya keluar dari pintu depan lapas dengan didampingi tim penasihat hukum.

Suasana langsung pecah oleh sorakan para pendukung.

“Pahlawan kita! Pahlawan kita! Mas Botok! Mas Teguh!” teriak massa yang bersahutan.

Keduanya kemudian dipanggul oleh para pendukung sebelum diarak keluar dari kompleks lapas. Setelah itu mereka berjalan kaki menuju Alun-Alun Pati, menyusuri Jalan AKBP Agil Kusumadya yang mulai dipadati massa.

Arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat tersendat. Iring-iringan kendaraan serta ratusan orang yang berjalan kaki membuat suasana menjadi riuh.

Sesampainya di alun-alun, Botok dan Teguh bersama para pendukungnya mengelilingi kawasan tersebut. Selawat terus dilantunkan, sementara salah satu sesepuh AMPB, Nur Cahyo atau yang akrab disapa Mbah Nur, menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat melalui pengeras suara.

Momen haru terlihat ketika kedua aktivis itu bergantian menyalami dan memeluk kerabat serta para pendukung yang telah menanti kedatangan mereka.

Setelah doa bersama dipanjatkan, Botok, Teguh, dan Mbah Nur kemudian melakukan sujud syukur di sisi utara Alun-Alun Pati, tepat di depan kompleks Kantor Bupati Pati.

Botok menyebut sujud syukur tersebut sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan masyarakat yang mereka terima selama menjalani proses hukum.

“Ini rasa terima kasih kami kepada masyarakat Pati dan masyarakat luar Pati dan seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung dan mendoakan kami,” ujar dia.

Ia juga mengaku bersyukur akhirnya bisa kembali berkumpul dengan masyarakat setelah melewati masa-masa sulit.

“Saya terima kasih kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah mengabulkan doa-doa kami semua sehingga hari ini alhamdulillah saya dan Mas Teguh dibebaskan dari penjara,” ucap dia.

Selain sujud syukur, keduanya juga berjalan mengelilingi alun-alun bersama para pendukung. Teguh mengatakan aksi tersebut terjadi secara spontan sebagai bentuk kegembiraan setelah kembali bebas.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Pati yang telah memberikan dukungan.

Teguh menegaskan dirinya akan terus berjuang mengawal aspirasi masyarakat.

Sementara itu, Anik Sriningsih, istri Botok, hanya memberikan komentar singkat ketika dimintai tanggapan mengenai vonis yang dijatuhkan hakim kepada suaminya dan Teguh.

“Cukup satu kata, lega,” kata Anik. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|