JAYAPURA–Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru. Dimana dari hasil penyelidikan sementara diketahui sebagian pelaku kerusuhan ini bukan berasal dari dalam stadion, melainkan dari luar area penonton. Kerusuhan ini pun menjadi atensi khusus dari Mabes Polri. Bahkan, Mabes Polri mengirimkan dua tim, yakni tim dari Asisten Operasi (Asops) Mabes Polri dan Tim dari Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan tim dari Asops dan Propam Mabes Polri ini turun langsung ke Jayapura untuk mengevaluasi penanganan kerusuhan pasca pertandingan Persipura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe.
Menurutnya, kedatangan dua tim tersebut untuk mengecek secara langsung kondisi di lapangan, termasuk kesiapan personel pengamanan sebelum, saat dan setelah pertandingan berlangsung.
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan saat mendampingi Karobinops Stamaops (Kepala Biro Pembinaan Operasi Staf Utama Operasi) Brigjen Pol. Auliansyah Lubis dan rombongan mengecek kondisi Stadion Lukas Enembe, Selasa (12/5). (foto:Yohana/Cepos)“Tim dari Mabes Polri datang untuk melihat sejauh mana kesiapan personel, bagaimana pengamanan penonton, posisi anggota saat kejadian, termasuk penanganan sebelum dan sesudah pertandingan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, evaluasi tersebut dilakukan sebagai bahan pembelajaran guna memperbaiki pola pengamanan pertandingan olahraga ke depan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Ini menjadi pembelajaran bagaimana pola-pola pengamanan ke depan agar lebih baik lagi,” katanya.
Kapolres memastikan dalam kerusuhan tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun sejumlah anggota kepolisian mengalami luka saat berupaya mengendalikan situasi. “Tidak ada korban jiwa. Justru banyak korban dari anggota kami yang berusaha menahan diri saat pengamanan berlangsung,” jelasnya.
Selain korban luka, kerugian material juga dialami aparat kepolisian maupun masyarakat, termasuk kendaraan yang rusak dan terbakar.
Terkait hal tersebut, Polres Jayapura telah membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang kehilangan kendaraan roda dua maupun roda empat. “Kami sudah buka posko pengaduan untuk masyarakat yang kehilangan kendaraan. Saat ini kendaraan roda empat paling banyak ditemukan,” ujarnya.
JAYAPURA–Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru. Dimana dari hasil penyelidikan sementara diketahui sebagian pelaku kerusuhan ini bukan berasal dari dalam stadion, melainkan dari luar area penonton. Kerusuhan ini pun menjadi atensi khusus dari Mabes Polri. Bahkan, Mabes Polri mengirimkan dua tim, yakni tim dari Asisten Operasi (Asops) Mabes Polri dan Tim dari Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan tim dari Asops dan Propam Mabes Polri ini turun langsung ke Jayapura untuk mengevaluasi penanganan kerusuhan pasca pertandingan Persipura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe.
Menurutnya, kedatangan dua tim tersebut untuk mengecek secara langsung kondisi di lapangan, termasuk kesiapan personel pengamanan sebelum, saat dan setelah pertandingan berlangsung.
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan saat mendampingi Karobinops Stamaops (Kepala Biro Pembinaan Operasi Staf Utama Operasi) Brigjen Pol. Auliansyah Lubis dan rombongan mengecek kondisi Stadion Lukas Enembe, Selasa (12/5). (foto:Yohana/Cepos)“Tim dari Mabes Polri datang untuk melihat sejauh mana kesiapan personel, bagaimana pengamanan penonton, posisi anggota saat kejadian, termasuk penanganan sebelum dan sesudah pertandingan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, evaluasi tersebut dilakukan sebagai bahan pembelajaran guna memperbaiki pola pengamanan pertandingan olahraga ke depan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Ini menjadi pembelajaran bagaimana pola-pola pengamanan ke depan agar lebih baik lagi,” katanya.
Kapolres memastikan dalam kerusuhan tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun sejumlah anggota kepolisian mengalami luka saat berupaya mengendalikan situasi. “Tidak ada korban jiwa. Justru banyak korban dari anggota kami yang berusaha menahan diri saat pengamanan berlangsung,” jelasnya.
Selain korban luka, kerugian material juga dialami aparat kepolisian maupun masyarakat, termasuk kendaraan yang rusak dan terbakar.
Terkait hal tersebut, Polres Jayapura telah membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang kehilangan kendaraan roda dua maupun roda empat. “Kami sudah buka posko pengaduan untuk masyarakat yang kehilangan kendaraan. Saat ini kendaraan roda empat paling banyak ditemukan,” ujarnya.


















































