Polres Dogiyai Pastikan Korban Tewas Anggota KKB

22 hours ago 11

Senpi Rakitan dan Sejumlah Barang Bukti Diamankan

JAYAPURA–Kepolisian Resor Dogiyai membantah informasi yang menyebut seorang pelajar SMA bernama Nopison Tebai (21) meninggal dunia akibat ditembak aparat kepolisian di Kampung Dogimani, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Minggu (10/5) sekitar pukul 09.00 WIT.

Kapolres Dogiyai, AKBP Denis Arya Putra, menegaskan bahwa peristiwa yang sebenarnya terjadi adalah kontak tembak antara aparat kepolisian dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dalam insiden tersebut, satu orang yang diduga anggota KKB dilaporkan tewas.

Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur Trans Nabire–Enarotali dalam beberapa hari terakhir. Gangguan tersebut meliputi aksi penembakan terhadap kendaraan warga sipil serta perusakan mobil oleh orang tak dikenal (OTK).

“Menyikapi situasi tersebut, personel BKO Brimob Resimen III yang sedang melaksanakan patroli rutin langsung melakukan penyisiran di wilayah Kali Kasuari dan Kampung Idadagi,” ujar Denis saat dikonfirmasi, Minggu (10/5) sore.

Ia menjelaskan, saat patroli berlangsung, aparat mendapat serangan tembakan dari kelompok bersenjata di Kampung Idadagi. Aparat kemudian membalas tembakan tersebut hingga melumpuhkan satu orang yang diduga anggota KKB.

“Karena mendapat tembakan dari kelompok bersenjata, maka anggota kami melakukan tindakan tegas dan terukur hingga melumpuhkan pelaku,” katanya.

Denis menyebut korban yang tewas diduga kuat merupakan anggota TPNPB-OPM Kodap XI Odiyai Dogiyai Batalyon 03 Degeianouda atas nama Napison Tebai.
Dalam operasi tersebut, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti yang disita antara lain satu pucuk senjata api rakitan, amunisi kaliber 5,56 mm, tiga parang, satu kapak, busur dan anak panah, telepon genggam, serta tas noken.

Senpi Rakitan dan Sejumlah Barang Bukti Diamankan

JAYAPURA–Kepolisian Resor Dogiyai membantah informasi yang menyebut seorang pelajar SMA bernama Nopison Tebai (21) meninggal dunia akibat ditembak aparat kepolisian di Kampung Dogimani, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Minggu (10/5) sekitar pukul 09.00 WIT.

Kapolres Dogiyai, AKBP Denis Arya Putra, menegaskan bahwa peristiwa yang sebenarnya terjadi adalah kontak tembak antara aparat kepolisian dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dalam insiden tersebut, satu orang yang diduga anggota KKB dilaporkan tewas.

Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur Trans Nabire–Enarotali dalam beberapa hari terakhir. Gangguan tersebut meliputi aksi penembakan terhadap kendaraan warga sipil serta perusakan mobil oleh orang tak dikenal (OTK).

“Menyikapi situasi tersebut, personel BKO Brimob Resimen III yang sedang melaksanakan patroli rutin langsung melakukan penyisiran di wilayah Kali Kasuari dan Kampung Idadagi,” ujar Denis saat dikonfirmasi, Minggu (10/5) sore.

Ia menjelaskan, saat patroli berlangsung, aparat mendapat serangan tembakan dari kelompok bersenjata di Kampung Idadagi. Aparat kemudian membalas tembakan tersebut hingga melumpuhkan satu orang yang diduga anggota KKB.

“Karena mendapat tembakan dari kelompok bersenjata, maka anggota kami melakukan tindakan tegas dan terukur hingga melumpuhkan pelaku,” katanya.

Denis menyebut korban yang tewas diduga kuat merupakan anggota TPNPB-OPM Kodap XI Odiyai Dogiyai Batalyon 03 Degeianouda atas nama Napison Tebai.
Dalam operasi tersebut, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Barang bukti yang disita antara lain satu pucuk senjata api rakitan, amunisi kaliber 5,56 mm, tiga parang, satu kapak, busur dan anak panah, telepon genggam, serta tas noken.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|