Setelah Dua Hari Pencarian, Nelayan Hilang di Pantai Baru Ditemukan Tak Bernyawa

12 hours ago 12
Ilustrasi mayat | pixabay

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Laut selatan kembali memakan korban. Seorang nelayan muda asal Bantul yang sempat hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di Pantai Baru akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (14/5/2026). Korban ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif sejak sehari sebelumnya.

Korban diketahui bernama Riza (30), warga Padukuhan Prokerten, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Bantul. Ia ditemukan sekitar pukul 11.52 WIB pada jarak kurang lebih 350 meter di sebelah barat lokasi perahu terbalik.

Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengatakan jasad korban ditemukan pada hari kedua operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 350 meter ke arah barat dari lokasi kejadian perkara (LKP),” ujarnya.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut sambil menunggu proses identifikasi dari INAFIS Polres Bantul.

Rio menambahkan, operasi SAR resmi dihentikan setelah korban berhasil ditemukan.

“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” katanya.

Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan mendirikan posko dekat lokasi kejadian. Unsur yang terlibat meliputi Basarnas, Polairud, TNI AL, Satlinmas Rescue Istimewa DIY, Satlinmas Jogo Segoro, hingga relawan.

Koordinator Lapangan Satlinmas Rescue Istimewa DIY, Suhardi, menjelaskan pencarian dilakukan dengan menyisir area pantai ke arah barat hingga Sungai Progo dan ke arah timur sampai kawasan Gua Cemara.

Tim sempat berencana menurunkan perahu jukung untuk pencarian di laut. Namun, cuaca buruk dan tingginya gelombang membuat upaya tersebut dibatalkan demi keselamatan petugas.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Bantul, Suyanto, mengungkapkan korban tergolong nelayan baru. Saat kejadian, korban melaut bersama dua rekannya menggunakan satu perahu.

Menurutnya, masalah bermula ketika mesin penggerak perahu mengalami gangguan saat para nelayan hendak kembali ke daratan.

“Terus kemarin itu ada trouble di mesin pengeraknya. Terus dicoba-coba muter dan nunggu mesin kondusif atau tidak panas. Setelah mesin dingin, dicoba lagi ternyata masih seperti itu (rusak),” paparnya.

Karena mesin tidak mampu melaju normal, perahu berjalan lambat saat hendak mendarat. Di saat bersamaan, gelombang besar datang dari belakang dan menghantam perahu hingga terbalik.

Ironisnya, sebelum musibah terjadi, korban dan dua rekannya sempat memperoleh hasil tangkapan ikan cukup banyak. Namun seluruh hasil tangkapan tumpah ke laut setelah perahu terguling.

“Korban dan dua rekannya berhasil mendapatkan ikan dalam jumlah banyak. Tapi, karena perahu terbalik, jadi tumpah semua ke laut. Cuma ikan yang masih dalam jaring yang bisa diselamatkan dan dibawa ke darat,” ujar Suyanto.

Dua nelayan lain yang selamat diketahui bernama Dwi Nur Cahyo (23), warga Gadingsari, Sanden dan Aziz Ahmadi (29), warga Parangtritis, Kretek. Keduanya kini telah kembali pulih dan bahkan ikut membantu proses pencarian korban di sekitar lokasi kejadian.

Sebelumnya, insiden nahas itu terjadi pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB saat perahu yang membawa tiga nelayan hendak merapat ke Pantai Baru.

“Namun, saat proses pendaratan, mesin perahu mengalami kendala teknis (trouble). Di saat yang bersamaan, hantaman ombak besar datang dari arah belakang yang mengakibatkan perahu tersebut terbalik dan melontarkan seluruh awak kapal ke laut,” jelas Rio.[*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|