Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan, H. Iskandar Ramli alias Nanda Ramli, angkat suara terkait tingginya kasus HIV di Kota Medan.
Berdasarkan data yang dirilis RSUD dr Pirngadi Medan, terdapat 2.067 kunjungan penyakit HIV sepanjang Tahun 2025 yang menjalani rawat jalan di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut.
“Berdasarkan data, angka HIV di Kota Medan memang meningkat setiap tahunnya. Bahkan di RS Pirngadi, ada 2.067 kunjungan sepanjang Tahun 2025. Saya fikir hal ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemko Medan,” ucap Nanda Ramli kepada Sumut Pos, Kamis (5/3/2026).
Dikatakan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Medan itu, Pemko Medan melalui OPD-OPD terkait harus serius dalam melakukan upaya-upaya preventif guna menekan angka penularan HIV di Kota Medan.
“Pemko Medan harus gencar melakukan upaya preventif, dalam hal ini Dinas Kesehatan Medan harus menjadi garda terdepan. Mereka harus gencar melakukan sosialisasi akan bahaya HIV dengan menggandeng OPD-OPD dan berbagai pihak lainnya,” ujarnya.
Dijelaskan Nanda Ramli, HIV tidak lagi menyerang usia dewasa saja, akan tetapi sudah banyak anak muda yang terjangkit virus tersebut akibat pergaulan bebas yang tidak terkontrol. Tak hanya laki-laki, perempuan bahkan ibu rumah tangga juga turut menjadi korban penularan.
“Di sini kita butuh peran DP3APMP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana). Perempuan dan anak harus dilindungi dari bahaya virus tersebut,” katanya.
Tak hanya DP3APMP2KB, Dinas Kesehatan juga perlu berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan dalam melakukan sosialisasi kepada para siswa agar tidak terjerumus ke praktik-praktik yang dapat memicu penularan HIV.
“Puskesmas sebagai UPT Dinas Kesehatan juga harus menjadi garda terdepan dalam melakukan sosialisasi akan bahaya HIV dan langkah-langkah pencegahannya. Penting untuk meningkatkan sosialisasi tentang bahaya seks bebas, pentingnya penggunaan alat kontrasepsi, dan lain sebagainya. Semua harus berusaha, kita selamatkan generasi bangsa dari bahaya penularan HIV,” tegasnya.
Sebagai RS milik Pemko Medan, Nanda Ramli juga meminta kepada RSUD dr Pirngadi untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada pasien HIV. Selain memastikan ketersediaan obat, RS Pirngadi juga harus menggandeng pihak-pihak konseling.
“Para pasien HIV ini butuh pendampingan dari pihak konseling, mereka butuh diperhatikan lebih dari obat-obatan agar mereka tetap bisa menjalani hidup yang berkualitas,” pungkasnya. (map/ila)
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan, H. Iskandar Ramli alias Nanda Ramli, angkat suara terkait tingginya kasus HIV di Kota Medan.
Berdasarkan data yang dirilis RSUD dr Pirngadi Medan, terdapat 2.067 kunjungan penyakit HIV sepanjang Tahun 2025 yang menjalani rawat jalan di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut.
“Berdasarkan data, angka HIV di Kota Medan memang meningkat setiap tahunnya. Bahkan di RS Pirngadi, ada 2.067 kunjungan sepanjang Tahun 2025. Saya fikir hal ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemko Medan,” ucap Nanda Ramli kepada Sumut Pos, Kamis (5/3/2026).
Dikatakan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Medan itu, Pemko Medan melalui OPD-OPD terkait harus serius dalam melakukan upaya-upaya preventif guna menekan angka penularan HIV di Kota Medan.
“Pemko Medan harus gencar melakukan upaya preventif, dalam hal ini Dinas Kesehatan Medan harus menjadi garda terdepan. Mereka harus gencar melakukan sosialisasi akan bahaya HIV dengan menggandeng OPD-OPD dan berbagai pihak lainnya,” ujarnya.
Dijelaskan Nanda Ramli, HIV tidak lagi menyerang usia dewasa saja, akan tetapi sudah banyak anak muda yang terjangkit virus tersebut akibat pergaulan bebas yang tidak terkontrol. Tak hanya laki-laki, perempuan bahkan ibu rumah tangga juga turut menjadi korban penularan.
“Di sini kita butuh peran DP3APMP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana). Perempuan dan anak harus dilindungi dari bahaya virus tersebut,” katanya.
Tak hanya DP3APMP2KB, Dinas Kesehatan juga perlu berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan dalam melakukan sosialisasi kepada para siswa agar tidak terjerumus ke praktik-praktik yang dapat memicu penularan HIV.
“Puskesmas sebagai UPT Dinas Kesehatan juga harus menjadi garda terdepan dalam melakukan sosialisasi akan bahaya HIV dan langkah-langkah pencegahannya. Penting untuk meningkatkan sosialisasi tentang bahaya seks bebas, pentingnya penggunaan alat kontrasepsi, dan lain sebagainya. Semua harus berusaha, kita selamatkan generasi bangsa dari bahaya penularan HIV,” tegasnya.
Sebagai RS milik Pemko Medan, Nanda Ramli juga meminta kepada RSUD dr Pirngadi untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada pasien HIV. Selain memastikan ketersediaan obat, RS Pirngadi juga harus menggandeng pihak-pihak konseling.
“Para pasien HIV ini butuh pendampingan dari pihak konseling, mereka butuh diperhatikan lebih dari obat-obatan agar mereka tetap bisa menjalani hidup yang berkualitas,” pungkasnya. (map/ila)

12 hours ago
4

















































