PKL Akhirnya Bertemu Wali Kota Binjai, Tawarkan Relokasi dan Bantuan CSR

6 hours ago 2

BINJAI — Pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akhirnya mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Wali Kota Binjai Amir Hamzah dalam sebuah pertemuan di Ruang Rapat III Balai Kota Binjai, Rabu (29/4/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan para pedagang terkait penataan ulang lokasi berjualan di sejumlah titik kota.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai menawarkan tiga opsi lokasi relokasi bagi para PKL yang sebelumnya ditertibkan dari tiga kawasan utama, yakni Jalan Olahraga, Jalan Bandung, dan Jalan Sudirman.

Untuk pedagang di Jalan Olahraga, Pemko menawarkan relokasi ke pelataran Masjid Agung Binjai, area samping perpustakaan Kantor MUI, serta pelataran Stadion Binjai. Sementara bagi pedagang di Jalan Bandung, opsi relokasi diberikan ke Pasar Rambung, pelataran Rumah Sakit Bangkatan, dan Taman PUPR.

Adapun untuk PKL di Jalan Sudirman, pemerintah menyediakan lokasi relokasi di Pasar Bundar serta Jalan Mahkamah sebagai tempat berjualan baru yang dinilai lebih tertata.

Namun, tidak semua pedagang menyetujui opsi yang ditawarkan. Dari ratusan PKL yang terdampak penertiban di tiga titik tersebut, sebagian menerima relokasi, sementara lainnya masih bertahan dengan keinginan untuk tetap berjualan di lokasi semula.

Mewakili pedagang Jalan Olahraga, Firman mengatakan sekitar 50 PKL telah menyetujui relokasi ke pelataran Masjid Agung Binjai. “Para pedagang di Jalan Olahraga setuju berjualan di halaman Masjid Agung,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang dari Jalan Bandung masih menginginkan lokasi di pelataran RS Bangkatan, sedangkan pedagang Jalan Sudirman sebagian besar bersikukuh tetap ingin berjualan di lokasi awal dan menolak relokasi.

Perbedaan pandangan ini membuat jalannya dialog antara Wali Kota dan para pedagang berlangsung cukup dinamis dan sempat berjalan alot. Meski demikian, suasana tetap kondusif dengan adanya ruang diskusi antara kedua pihak.

Selain menawarkan lokasi relokasi, Pemko Binjai juga memberikan perhatian berupa bantuan bagi para pedagang terdampak. Bantuan tersebut berupa gerobak dan steling yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sumut.

Firman alias Wak Man menyebutkan bahwa bantuan tersebut disambut positif oleh para pedagang. “Pak Wali menjanjikan bantuan gerobak dan steling gratis untuk semua pedagang. Bantuan ini berasal dari Bank Sumut dengan total sekitar Rp127 juta untuk 84 pedagang di tiga lokasi,” ujarnya.

Wali Kota Binjai Amir Hamzah menegaskan bahwa relokasi dilakukan tanpa pungutan biaya dan bertujuan untuk menata kota agar lebih tertib dan nyaman. “Kami sudah menawarkan tempat relokasi untuk pedagang berjualan. Semua gratis, tidak ada biaya,” tegasnya.

Amir menjelaskan, untuk pedagang Jalan Bandung yang bersedia, mereka dapat langsung berjualan di Taman PUPR dan Pasar Rambung tanpa menunggu waktu lama. Namun, untuk opsi pelataran RS Bangkatan masih memerlukan koordinasi lebih lanjut karena lahan tersebut merupakan aset milik PTPN I, bukan Pemko Binjai.

“Kalau hari ini atau besok mereka mau berjualan di Taman PUPR dan Pasar Rambung, silakan. Tapi kalau di RS Bangkatan masih perlu proses karena bukan aset pemerintah kota,” jelasnya.

Sementara itu, untuk PKL Jalan Sudirman, Pemko memastikan relokasi ke Pasar Bundar dan Jalan Mahkamah akan difasilitasi penuh, termasuk kebutuhan sarana dagang.

Untuk pedagang di Jalan Olahraga, pemerintah menawarkan tiga alternatif lokasi yang dinilai lebih tertata, yakni halaman Stadion, samping perpustakaan MUI, dan pelataran Masjid Agung Binjai.

Wali Kota menegaskan bahwa seluruh kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penataan kota agar lebih rapi tanpa mengabaikan keberadaan pedagang kecil.

“Kami sangat berpihak kepada pedagang. Tapi penataan kota juga harus dilakukan agar masyarakat lebih nyaman dan lalu lintas lebih tertib,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa realisasi bantuan CSR dari Bank Sumut akan segera direalisasikan melalui koordinasi dengan Sekretaris Daerah dan pihak terkait.

“Sudah saya minta segera diproses. Termasuk koordinasi dengan PTPN terkait lokasi RS Bangkatan juga akan segera dilakukan,” pungkasnya. (ted/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|