Siap Jalin Kerja Sama, Pengusaha Selandia Baru Bersama Ustadzah Ummu Khadijah Peggy Melati Sukma, S.Sos, M.H Kunjungi UMSU

7 hours ago 3

Sheikh Dr. Reza Abdul Jabbar, pengusaha dari Selandia Baru bersilaturahim dengan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd, Sabtu (13/6).

Dr. Reza Abdul Jabbar yang merupakan pengusaha pertanian dan peternakan di Selandia Baru di kampus UMSU Jalan Muktar Basri Medan, didampingi istri tercinta Ustadzah Ummu Khadijah Peggy Melati Sukma, S.Sos, M.H (mantan artis terkemuka Indonesia).

Sementara rektor didampingi Prof. Dr. Agussani, M.AP (ketua Badan Pembina Harian UMSU), Drs. Mutholib, M.M. (sekretaris BPH UMSU), Drs. Dalail Ahmad, M.A (bendahara BPH UMSU). Turut hadir Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, M.A (anggota BPH UMSU/ketua PWM Sumut), Drs. Irwan Syahputra, M.A. (anggota BPH UMSU/sekretaris PWM Sumut) dan Prof. Dr. Muhammad Qorib, M.A (bendahara PWM Sumut).

Turut hadir direktur sekolah pascasarjana, dekan dari sembilan fakultas, empat kepala biro dan Tim Office of International Affairs and Cooperation UMSU serta para mahasiswa termasuk mahasiswa internasional asal Nigeria.

Silaturahim selama dua jam ini berlangsung penuh kekeluargaan diwarnai diskusi dan tanya jawab. Prof. Dr. Agussani, M.AP pun memaparkan profil UMSU dengan berbagai fasilitas perkuliahan dan prestasi yang dimiliki.

Rektor mengutarakan bahwa UMSU bukan semata pilihan calon mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia. Saat ini terdapat 71 mahasiswa internasional dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Yaman, Sudan, Thailand, Kamboja dan Negeri. Pada masa pendaftaran mahasiswa baru, terdaftar lebih 1.200 calon mahasiswa dari 51 negara yang ingin kuliah di UMSU.

Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd juga mengutarakan UMSU dengan komitmen pendidikan bermutu dunia juga memiliki reputasi nasional dan internasional. Diantaranya perguruan tinggi dengan akreditasi unggul, memiliki akreditasi internasional FIBAA, masuk rangking internasional QS Asia Ranking, THE World University Ranking dan UniRank. UMSU juga menjadi perguruan tinggi Islam terbaik di Indonesia tahun 2026.

Dalam kesempatan ini, rektor juga melaporkan kesiapan UMSU sebagai tuan rumah muktammar Muhammadiyah tahun 2027 yang saat ini membangun auditorium berkemajuan, sport hall walidah dan Masjid KH Ahmad Dahlan di kawasan Kampus Terpadu UMSU Desa Sampali, Kecamatan Percutseituan.

Rektor pun menegaskan kesiapan perguruan tinggi yang dipimpinnya untuk bekerja sama dengan Dr. Reza Abdul Jabbar terutama dalam bidang keagamaan, pendidikan, kedokteran, pertanian dan peternakan.

Dr. Reza Abdul Jabbar yang sejak usia 15 tahun merantau di Singapura dan Selandia Baru ini berterima kasih kepada sivitas akademika UMSU yang telah menerima kunjungan silaturahimnya dengan hangat. Sebagai petani dan peternak yang memiliki luas seribu hektar lahan pertanian dengan empat ribu sapi pada daerah yang memiliki empat musim tersebut, ia banyak menaruh perhatian pada kurikulum dan keberadaan Fakultas Pertanian UMSU.

Bahkan Dr. Reza Abdul Jabbar yang juga dikenal sebagai ustadz menegaskan kesiapan untuk menerima mahasiswa UMSU untuk belajar pertanian dan peternakan miliknya di Selandia Baru. Ia berharap mahasiswa pertanian justru lebih banyak belajar diluar kampus. Sehingga setelah tamat kuliah, bisa berprofesi dalam bidang pertanian yang memproduksi pangan yang sangat dibutuhkan dunia. “Jangan belajar naik sepeda, tapi tak bisa bersepeda,” katanya.

Suami Ustadzah Ummu Khadijah Peggy Melati Sukma, S.Sos, M.H juga menaruh harapan pada UMSU untuk terus berkembang dan berkualitas. Ia pun siap bergandengan tangan melalui berbagai kerja sama. Disebutkannya, banyak warga Selandia Baru ingin menyekolahkan anaknya di Indonesia terutama dalam bidang kesehatan menjadi dokter muslim dan muslimah.

Ustadzah Ummu Khadijah Peggy Melati Sukma, S.Sos, M.H mengatakan silaturahim di UMSU sebagai sebuah ‘pulang kampung’ karena semasa kecil sekolah di sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ia mendorong generasi Islam menjadi generasi yang berakhlak dan berwawasan internasional.

Ustadzah Ummu Khadijah Peggy Melati Sukma, S.Sos, M.H bercerita perjuangan Dr. Reza Abdul Jabbar memulai jadi pekerja di peternakan. Bekerja mulai jam 03.30 pagi meskipun terkadang dalam keadaan dingin dan dalam keadaan es tetap bekerja.

Ia bersama suami pun mendidik anak-anak untuk bekerja di lahan pertanian dan peternakannya. “Kami selalu tanamkan pada anak-anak, bermimpi mesti tinggi, diiringi dengan bermohon kepada Allah. Kerja keras yang luar biasa, lalu konsisten dalam seluruh perjalanannya sehingga bisa menjadi duta agama. Hasilnya kita kembalikan kepada umat,” katanya.

Dijelaskannya, kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi telah terjalin sebagai bagian berkontribusi untuk agama dan pendidikan. “Kami mengundang Bapak/Ibu bisa ke tempat kami. Selandia Baru betul-betul penghasilan terbesarnya dari pertanian dan peternakan,” ujar Ustadzah Ummu Khadijah Peggy Melati Sukma, S.Sos, M.H.(dmp)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|