Bincang Bincang dengan Dekan Fakultas Kedokteran Uncen dr. Inneke V. Sumolang
Kuliah di Fakultas Kedokteran memang masih jadi satu kebanggaan tersendiri. Banyak lulusan SMA berebut untuk bisa kuliah di Fakultas Kedokteran, termasuk di Uncen. Hanya saja, untuk kuliah kedokteran butuh motivasi kuat dari sisi pengabdian dan kemanusiaan, tidak hanya sekedar orientasi finansial saja.
Laporan: Robert Mboik-Jayapura
Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Cenderawasih (Uncen) didirikan berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) No. 3194/D/T/2002. FK Uncen didirikan untuk memenuhi kebutuhan dokter di Papua.
Sejak didirikan, Fakultas kedokteran Uncen sudah meluluskan 1.178 dokter umum, lulusan pertama itu juga sudah banyak yang menjadi dokter spesialis, konsultan dan dokter umum di beberapa fasilitas kesehatan yang ada di Papua.
Fakultas kedokteran uncen ini juga kini sedang mendorong keterlibatan daerah untuk mengirim mahasiswa-mahasiswanya untuk mengenyam pendidikan kedokteran di Uncen. Sehingga, setelah lulus dan menyelesaikan studinya mereka bisa kembali mengabdi di daerahnya sendiri.
Ini jelas lebih memiliki peluang, apalagi dengan melihat situasi keamanan di beberapa daerah di Papua. Sehingga, peran dokter masih sangat sangat dibutuhkan ditengah situasi seperti itu.
“Anak-anak kedokteran ini terutama mereka yang berasal dari wilayah pedalaman itu pasti mereka akan kembali ke daerahnya, ada yang dari Mulia, Lanny Jaya, jadi mereka akan pulang ke daerahnya,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Uncen, dr. Inneke V. Sumolang,belum lama ini.
Dokter yang pernah bekerja di Mappi Papua Selatan itu, mengakui bahwa kuliah kedokteran itu memang cukup mahal. Selain itu sebelum mendapatkan legalitas profesi kedokteran, mereka akan menempuh pendidikan selama empat tahun, belum lagi profesinya selama dua tahun dan setelah itu baru diuji kembali untuk mendapatkan profesi dokter umum. Jadi kalau lancar, pendidikan prosesnya minimal 6 tahun lebih untuk jadi dokter umum. Belum lagi kalau bicara untuk menempuh pendidikan dokter spesialis.
Bincang Bincang dengan Dekan Fakultas Kedokteran Uncen dr. Inneke V. Sumolang
Kuliah di Fakultas Kedokteran memang masih jadi satu kebanggaan tersendiri. Banyak lulusan SMA berebut untuk bisa kuliah di Fakultas Kedokteran, termasuk di Uncen. Hanya saja, untuk kuliah kedokteran butuh motivasi kuat dari sisi pengabdian dan kemanusiaan, tidak hanya sekedar orientasi finansial saja.
Laporan: Robert Mboik-Jayapura
Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Cenderawasih (Uncen) didirikan berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) No. 3194/D/T/2002. FK Uncen didirikan untuk memenuhi kebutuhan dokter di Papua.
Sejak didirikan, Fakultas kedokteran Uncen sudah meluluskan 1.178 dokter umum, lulusan pertama itu juga sudah banyak yang menjadi dokter spesialis, konsultan dan dokter umum di beberapa fasilitas kesehatan yang ada di Papua.
Fakultas kedokteran uncen ini juga kini sedang mendorong keterlibatan daerah untuk mengirim mahasiswa-mahasiswanya untuk mengenyam pendidikan kedokteran di Uncen. Sehingga, setelah lulus dan menyelesaikan studinya mereka bisa kembali mengabdi di daerahnya sendiri.
Ini jelas lebih memiliki peluang, apalagi dengan melihat situasi keamanan di beberapa daerah di Papua. Sehingga, peran dokter masih sangat sangat dibutuhkan ditengah situasi seperti itu.
“Anak-anak kedokteran ini terutama mereka yang berasal dari wilayah pedalaman itu pasti mereka akan kembali ke daerahnya, ada yang dari Mulia, Lanny Jaya, jadi mereka akan pulang ke daerahnya,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Uncen, dr. Inneke V. Sumolang,belum lama ini.
Dokter yang pernah bekerja di Mappi Papua Selatan itu, mengakui bahwa kuliah kedokteran itu memang cukup mahal. Selain itu sebelum mendapatkan legalitas profesi kedokteran, mereka akan menempuh pendidikan selama empat tahun, belum lagi profesinya selama dua tahun dan setelah itu baru diuji kembali untuk mendapatkan profesi dokter umum. Jadi kalau lancar, pendidikan prosesnya minimal 6 tahun lebih untuk jadi dokter umum. Belum lagi kalau bicara untuk menempuh pendidikan dokter spesialis.