MIMIKA – Ribuan umat Islam di Kabupaten Mimika melaksanakan Salat Idul Fitri 1446 Hijriah di Pelataran Graha Eme Neme Yauware, Senin (1/4) lalu. Salat Idul Fitri ini dipimpin oleh Ustad Mahardika Haris selaku Imam, dan Habib Helmi Bin Khalid Al-Kahf selaku khatib.
Pantauan media ini di lokasi, ribuan jemaah yang berdatangan tak hanya mengisi shaf am Salat yang sudah disediakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika di dalam halaman gedung, namun juga memadati jalan Budi Utomo dan Jalan Belibis sekitaran Graha Eme Neme Yauware.
Pada pembukaan Salat Idul Fitri ini juga turut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Emanuel Kemong. Dalam laporan panitia, Ketua PHBI Kabupaten Mimika Laitam Gredenggo mengatakan, Salat Idul Fitri ini dilaksanakan di 89 Masjid yang tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Mimika termasuk 4 lapangan, salahsatunya pelataran Graha Eme Neme Yauware.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI Polri, Satpol PO, Perhubungan, SAR, ORARI, FKUB dan seluruh masyarakat Kabupaten Mimika yang dipimpin oleh Bapak Kapolres yang telah mengamankan pawai takbir dan Salat Idul Fitri,” kata Laitam. Selanjutnya, Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya mengajak seluruh umat Islam untuk saling memaafkan satu sama lain di hari yang fitri ini.
Idul Fitri ini dirayakan oleh seluruh umat Islam di dunia termasuk di Kabupaten Mimika. Untuk itu, semua umat Islam harus berbahagia dan bergembira dalam merayakannya.
“Saya mengajak kita semua untuk saling memaafkan satu sama lainnya, jika Tuhan dapat memaafkan kesalahan kita, seharusnya kita juga dapat memaafkan sesama kita, kerabat kita,” ungkap Johannes. Ia juga mengajak semua umat Islam agar membersamai pemerintah daerah dalam membangun Mimika ke depan menjadi lebih baik.
Sementara Habib Helmi Bin Khalid Al-Kahf selaku khatib saat menyampaikan khotbah menegaskan bahwa di hari yang fitri, merendahkan makhluk Allah berarti merendahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
”Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang yang menang dengan artian yang menang adalah mereka orang-orang yang menang dan mengalahkan hawa nafsunya mengalahkan permusuhan di antaranya. Karena tinggal di dunia yang begitu luas akan terasa sempit bagi orang yang masih menanam kebencian dan dendam dengan saudaranya,” ungkap Habib Helmi. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
MIMIKA – Ribuan umat Islam di Kabupaten Mimika melaksanakan Salat Idul Fitri 1446 Hijriah di Pelataran Graha Eme Neme Yauware, Senin (1/4) lalu. Salat Idul Fitri ini dipimpin oleh Ustad Mahardika Haris selaku Imam, dan Habib Helmi Bin Khalid Al-Kahf selaku khatib.
Pantauan media ini di lokasi, ribuan jemaah yang berdatangan tak hanya mengisi shaf am Salat yang sudah disediakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika di dalam halaman gedung, namun juga memadati jalan Budi Utomo dan Jalan Belibis sekitaran Graha Eme Neme Yauware.
Pada pembukaan Salat Idul Fitri ini juga turut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Emanuel Kemong. Dalam laporan panitia, Ketua PHBI Kabupaten Mimika Laitam Gredenggo mengatakan, Salat Idul Fitri ini dilaksanakan di 89 Masjid yang tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Mimika termasuk 4 lapangan, salahsatunya pelataran Graha Eme Neme Yauware.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI Polri, Satpol PO, Perhubungan, SAR, ORARI, FKUB dan seluruh masyarakat Kabupaten Mimika yang dipimpin oleh Bapak Kapolres yang telah mengamankan pawai takbir dan Salat Idul Fitri,” kata Laitam. Selanjutnya, Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya mengajak seluruh umat Islam untuk saling memaafkan satu sama lain di hari yang fitri ini.
Idul Fitri ini dirayakan oleh seluruh umat Islam di dunia termasuk di Kabupaten Mimika. Untuk itu, semua umat Islam harus berbahagia dan bergembira dalam merayakannya.
“Saya mengajak kita semua untuk saling memaafkan satu sama lainnya, jika Tuhan dapat memaafkan kesalahan kita, seharusnya kita juga dapat memaafkan sesama kita, kerabat kita,” ungkap Johannes. Ia juga mengajak semua umat Islam agar membersamai pemerintah daerah dalam membangun Mimika ke depan menjadi lebih baik.
Sementara Habib Helmi Bin Khalid Al-Kahf selaku khatib saat menyampaikan khotbah menegaskan bahwa di hari yang fitri, merendahkan makhluk Allah berarti merendahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
”Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang yang menang dengan artian yang menang adalah mereka orang-orang yang menang dan mengalahkan hawa nafsunya mengalahkan permusuhan di antaranya. Karena tinggal di dunia yang begitu luas akan terasa sempit bagi orang yang masih menanam kebencian dan dendam dengan saudaranya,” ungkap Habib Helmi. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos