Dosen UnHar Medan Menangkan Hibah DPPM Skema PKM dari Kemendiktisaintek, Kembangkan Mesin Pemotong Keripik Bawang “Dapur Mom4G”

7 hours ago 4

MEDAN, sumutpos.co– Dosen Universitas Harapan (UnHar) Medan melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tim PKM yang diketuai Yessy Fitri Annisa, S.T., M.Kom. bersama anggota Dr. Bunga Aditi, S.E., M.Si. dan Uun Novalia Harahap, S.T., M.Si. melaksanakan kegiatan dengan mitra UMKM Dapur Mom4G, produsen keripik bawang yang berada di Kota Medan.

Kegiatan PKM tersebut berfokus pada pengembangan produksi keripik bawang melalui penerapan teknologi tepat guna, penguatan pemasaran digital, serta peningkatan legalitas usaha.

Dapur Mom4G merupakan usaha yang memproduksi keripik bawang sebagai salah satu produk olahan pangan. Dalam menjalankan usahanya, mitra sebelumnya menghadapi kendala pada proses produksi, khususnya pada tahap pemotongan adonan.

Sebelum menggunakan mesin, proses pemotongan dilakukan secara manual dan membutuhkan sekitar 4–5 jam setiap hari dengan melibatkan sekitar 10 tenaga kerja. Kondisi tersebut membuat proses produksi membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar, sementara permintaan terhadap produk terus berkembang.

Berdasarkan kondisi tersebut, tim PKM memberikan solusi berupa mesin pemotong keripik bawang untuk meningkatkan efisiensi proses produksi. Mesin tersebut dirancang untuk membantu mempercepat proses pemotongan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi mitra.

Setelah penerapan mesin, waktu pemotongan dapat berkurang dari sebelumnya sekitar 4–5 jam menjadi 1,5–2 jam per hari. Penggunaan tenaga kerja pada proses pemotongan juga jauh lebih efisien, dari sebelumnya melibatkan sekitar 10 orang menjadi hanya 1 orang tenaga kerja.

Sementara itu, kapasitas produksi keripik bawang meningkat dari sekitar 80 kilogram per hari menjadi sekitar 130–150 kilogram per hari.
Dari aspek produksi, pendampingan dilakukan untuk memastikan mitra mampu mengoperasikan dan memanfaatkan mesin secara optimal. Uun Novalia Harahap, S.T., M.Si. berkontribusi dalam penguatan aspek proses produksi dan efisiensi kerja sehingga teknologi yang diterapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas mitra.

Tidak hanya pada proses produksi, tim PKM juga memberikan pendampingan pada aspek pemasaran. Dr. Bunga Aditi, S.E., M.Si. memberikan penguatan pada aspek manajemen dan pemasaran usaha, sedangkan Yessy Fitri Annisa, S.T., M.Kom. mendukung pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan promosi dan pemasaran produk.

Sebelum kegiatan, pemasaran keripik bawang Dapur Mom4G masih didominasi penjualan secara konvensional dan pelanggan tetap. Melalui kegiatan pendampingan, mitra mulai memanfaatkan media sosial dan media digital sebagai sarana promosi sehingga jangkauan pemasaran dapat diperluas.

Selain produksi dan pemasaran, tim juga melakukan pendampingan pada aspek legalitas usaha. Mitra didampingi dalam pemenuhan izin PIRT serta proses pendaftaran merek dagang sebagai upaya memperkuat legalitas produk dan identitas usaha.

Dengan adanya kegiatan tersebut, pengembangan Dapur Mom4G dilakukan secara terpadu. Penerapan mesin membantu meningkatkan kapasitas produksi, pemanfaatan media digital membantu memperluas pemasaran, sedangkan penguatan legalitas mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi dari sekitar 80 kilogram menjadi 130–150 kilogram per hari. Selain itu, waktu pemotongan yang sebelumnya mencapai 4–5 jam dapat dipangkas menjadi sekitar 1,5–2 jam per hari.

Annisa Febriani, pemilik Dapur Mom4G, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Harapan Medan dan tim PKM atas pendampingan yang diberikan. Menurutnya, penggunaan mesin pemotong sangat membantu mempercepat proses produksi sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan dan kapasitas produksi dapat meningkat.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu Dapur Mom4G mengembangkan usahanya secara berkelanjutan sekaligus memperkuat keripik bawang sebagai salah satu produk olahan pangan yang berpotensi menjadi oleh-oleh khas Kota Medan. (adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|