Program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menuai keluhan dari sejumlah warga. Beberapa calon pemudik mengaku kecewa karena kuota tujuan tertentu disebut telah habis dalam waktu singkat, sementara antrean pendaftar masih panjang di lokasi pendaftaran.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Medan, H. Kasman Lubis, Lc MA, menyampaikan keprihatinannya atas polemik yang terjadi. Menurutnya, program mudik gratis merupakan agenda rutin Pemko Medan yang sangat dinantikan masyarakat setiap tahun, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara profesional dan tertib.
“Program mudik gratis merupakan program yang sangat baik dan dinantikan masyarakat setiap tahunnya. Namun pelaksanaannya harus dilakukan secara profesional agar tidak menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat,” ujar Kasman, Minggu (8/3/2026).
Ia meminta Dinas Perhubungan Kota Medan segera melakukan evaluasi terhadap sistem pendaftaran agar ke depan lebih tertata, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kasman menilai, pembenahan perlu dilakukan mulai dari mekanisme antrean, proses verifikasi peserta, hingga penyampaian informasi terkait ketersediaan kuota kepada masyarakat secara terbuka.
Menurutnya, sistem pendaftaran juga sebaiknya dikembangkan secara lebih modern dan transparan sehingga masyarakat dapat memantau langsung ketersediaan kuota yang masih tersedia maupun yang sudah terisi.
“Untuk ketersediaan kuota harus bisa dipantau secara langsung oleh masyarakat, sehingga kuota yang tersedia dan yang sudah terisi bisa terlihat secara jelas,” katanya.
Selain itu, ia juga meminta Dishub Kota Medan menyiapkan jumlah petugas yang memadai di lokasi pendaftaran. Hal ini dinilai penting untuk memastikan proses pendaftaran berjalan tertib serta memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat yang belum mendapatkan kuota.
“Jangan sampai masyarakat sudah datang sejak pagi, antre berjam-jam, tetapi pulang dengan rasa kecewa karena tidak mendapatkan penjelasan yang memadai,” tegasnya.
Kasman berharap evaluasi segera dilakukan agar program mudik gratis yang menjadi bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat benar-benar memberikan manfaat dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.
Seperti diberitakan, sebanyak 4.000 tiket mudik yang disediakan pada hari pertama pendaftaran yang digelar di Taman Ahmad Yani, Senin (2/3/2026), langsung habis.
Meski pendaftaran resmi dibuka pukul 09.00 WIB, calon pemudik sudah memadati lokasi sejak pukul 06.00 WIB. Akibatnya, kuota langsung terpenuhi sebelum adzan dzuhur berkumandang dan pendaftaran pun resmi ditutup lebih awal.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, S.SiT, MT, mengungkapkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi dan kuota 4.000 penumpang telah habis pada siang ini.
Dijelaskan Suriono, sebenarnya pendaftaran dibuka selama tiga hari, yakni Senin-Rabu (2-4/3/2026). Namun karena kuota penumpang telah habis di hari pertama pendaftaran, maka pendaftaran langsung ditutup.
Terkait proses pendaftaran, Suriono meyakini bahwa Program Mudik Gratis Pemko Medan ini sudah sangat familiar sehingga masyarakat sangat memahami ketepatan waktu untuk mendaftar.
“Kami yakin, warga yang ikut mudik tahun-tahun sebelumnya sudah sangat paham waktu terbaik untuk mendaftar agar bisa dapat tiket. Sehingga, dari jauh hari mereka sudah merencanakan dan mempersiapkan diri untuk mendaftar,” katanya didampingi Kasi Angkutan Jalan, Ranto Simanungkalit, dan Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas, Hepbin Napitupulu.
Dikatakan Suriono, ada 12 kota tujuan pada program Mudik Gratis Pemko Medan tahun ini, yakni Pakpak Bharat, Sidikalang, Tarutung, Sibolga, Rantau Prapat, Kota Pinang, Sibuhuan, Gunung Tua, Sipirok, Padangsidimpuan, Panyabungan dan Natal.
Suriono menuturkan, pemberangkatan dijadwalkan pada 16 dan 17 Maret dari Terminal Amplas. Lokasi ini sengaja dipilih agar lebih efektif dan tidak mengganggu kemacetan lalu lintas.
“Ke depan, kami akan mengupayakan agar kuota program Mudik Gratis Bersama Pemko Medan ditambah. Dengan demikian, program ini bisa lebih banyak membantu masyarakat yang hendak berlebaran di kampung halaman masing-masing,” pungkasnya.
Tak hanya itu, lanjut Suriono, para pemudik nantinya akan mendapatkan makanan untuk berbuka puasa. Diharapkan, program ini dapat membantu masyarakat yang ingin mudik pada perayaan Idulfitri 1447H di kampung halamannya masing-masing.
Sementara itu, sejumlah calon pemudik mengaku sudah antre sejak pukul 06.00 WIB meski pendaftaran dibuka pukul 09.00 WIB. “Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kalau datang melewati pukul 08.00 WIB, antrean sudah sangat panjang. Nah, kali ini kami sengaja datang sebelum pukul 07.00 WIB. Ini pun sudah antre panjang,” kata seorang calon pemudik, Rusli.
Sementara itu, calon pemudik lain mengaku terlalu siang datang untuk mendaftar dan kuota kota yang jadi tujuannya telah habis. “Aku mau ke Sibuhuan, ternyata kuotanya sudah habis. Banyak kali yang berminat mudik gratis ini,” ujar L. Munthe. (map/ila)

4 hours ago
2

















































