JAYAPURA – Sebagai bagian dari upaya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintah, sejumlah pihak di Kota Jayapura diminta untuk ikut terlibat salah satunya adalah pemerintah kampung atau desa.
Rencana program ini juga akan menyasar Badan Usaha Milik Desa (BumDes) yang berperan dalam pemberdayaan masyarakat desa. Salah satu tujuan utama dari program inovasi ini adalah untuk mendorong BumDes mengelola bahan pakan secara mandiri, dengan harapan bahwa jika BumDes mampu mengelola bahan pangan sendiri, pemerintah akan memberikan anggaran untuk mendukung kelanjutan program tersebut.
Pj Kepala Kampung Holtekamp, David Merauje menjelaskan bahwa Pemkot melalui dinas terkait juga sudah mendorong kampung-kampung untuk menggali potensi wilayah masing-masing dalam mendukung pangan program MBG.
“Untuk kita di Holtekamp, dua potensi yang akan kita garap, tambak budidaya ikan atau udang dan juga ternak ayam,” ujar David Merauje saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (2/4).
Menurut David, pemerintah Kampung Holtekamp punya aset lahan yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan dan ayam. “Kebetulan kita punya keramba, rencananya kita akan fungsikan untuk fokus mendukung program MBG,” tuturnya.
“Sedangkan untuk ternak ayam, kita akan bekerja sama dengan kelompok peternak yang ada di kampung, agar ketersediaan daging maupun telur bisa kita distribusikan untuk kebutuhan MBG,” lanjutnya.
Soal alokasi anggaran kampung, kata David Merauje hal tersebut sudah pasti, karena pemerintah juga sudah mengatur regulasinya, dimana minimal 20% dana kampung untuk mendukung program MBG ini. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
JAYAPURA – Sebagai bagian dari upaya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintah, sejumlah pihak di Kota Jayapura diminta untuk ikut terlibat salah satunya adalah pemerintah kampung atau desa.
Rencana program ini juga akan menyasar Badan Usaha Milik Desa (BumDes) yang berperan dalam pemberdayaan masyarakat desa. Salah satu tujuan utama dari program inovasi ini adalah untuk mendorong BumDes mengelola bahan pakan secara mandiri, dengan harapan bahwa jika BumDes mampu mengelola bahan pangan sendiri, pemerintah akan memberikan anggaran untuk mendukung kelanjutan program tersebut.
Pj Kepala Kampung Holtekamp, David Merauje menjelaskan bahwa Pemkot melalui dinas terkait juga sudah mendorong kampung-kampung untuk menggali potensi wilayah masing-masing dalam mendukung pangan program MBG.
“Untuk kita di Holtekamp, dua potensi yang akan kita garap, tambak budidaya ikan atau udang dan juga ternak ayam,” ujar David Merauje saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (2/4).
Menurut David, pemerintah Kampung Holtekamp punya aset lahan yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan dan ayam. “Kebetulan kita punya keramba, rencananya kita akan fungsikan untuk fokus mendukung program MBG,” tuturnya.
“Sedangkan untuk ternak ayam, kita akan bekerja sama dengan kelompok peternak yang ada di kampung, agar ketersediaan daging maupun telur bisa kita distribusikan untuk kebutuhan MBG,” lanjutnya.
Soal alokasi anggaran kampung, kata David Merauje hal tersebut sudah pasti, karena pemerintah juga sudah mengatur regulasinya, dimana minimal 20% dana kampung untuk mendukung program MBG ini. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos