Gencarkan Pemetaan JABI, Masyarakat Diminta Tidak Lepasliarkan Ikan Asing

5 hours ago 5

Upaya BBKHIT Papua Untuk Antisipasi Ikan Invasif di Danau Sentani

Selain ikan red devil yang kini merebak di Danau Sentani, belakangan sempat dikabarkan ditemukannya ikan sapu-sapu di perairan Danau Sentani yang diyakini bersifat invasif dan mengancam spesies ikan lokal Danau Sentani. Hal ini harus jadi perhatian instansi terkait maupun masyarakat.

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya spesies ikan asing yang bersifat invasif maupun predator ke kawasan Danau Sentani. Sebagai ekosistem strategis, Danau Sentani memiliki keanekaragaman hayati perairan yang khas serta nilai ekologis dan ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat sekitarnya.

Ketua Tim Kerja Karantina Ikan BBKHIT Papua, Julia Siahaan, menegaskan bahwa keberadaan spesies ikan asing invasif atau predator dapat mengancam keseimbangan ekosistem digital perairan tersebut.  Ancaman nyata yang dihadapi meliputi penurunan populasi ikan lokal akibat persaingan pakan, predasi (pemangsaan), hingga potensi penyebaran penyakit ikan.

Sebagai langkah mitigasi risiko, BBKHIT Papua tidak hanya fokus pada pengawasan rutin di pintu pemasukan dan pengeluaran komoditas. Saat ini, institusi tersebut tengah gencar melaksanakan kegiatan pemetaan Jenis Asing, Invasif, dan Berpotensi Invasif (JABI) sebagai instrumen deteksi dini dan penguatan pengawasan berbasis risiko.

“Pelaksanaan pemetaan ini mengacu pada Keputusan Deputi Karantina Ikan Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pedoman Identifikasi Ikan Jenis Asing Invasif (JAI). Tujuannya adalah mengidentifikasi keberadaan spesies asing, memetakan potensi ancaman terhadap sumber daya ikan lokal, serta menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pengendalian ke depan,” jelas Julia Siahaan, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/5).

Upaya BBKHIT Papua Untuk Antisipasi Ikan Invasif di Danau Sentani

Selain ikan red devil yang kini merebak di Danau Sentani, belakangan sempat dikabarkan ditemukannya ikan sapu-sapu di perairan Danau Sentani yang diyakini bersifat invasif dan mengancam spesies ikan lokal Danau Sentani. Hal ini harus jadi perhatian instansi terkait maupun masyarakat.

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya spesies ikan asing yang bersifat invasif maupun predator ke kawasan Danau Sentani. Sebagai ekosistem strategis, Danau Sentani memiliki keanekaragaman hayati perairan yang khas serta nilai ekologis dan ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat sekitarnya.

Ketua Tim Kerja Karantina Ikan BBKHIT Papua, Julia Siahaan, menegaskan bahwa keberadaan spesies ikan asing invasif atau predator dapat mengancam keseimbangan ekosistem digital perairan tersebut.  Ancaman nyata yang dihadapi meliputi penurunan populasi ikan lokal akibat persaingan pakan, predasi (pemangsaan), hingga potensi penyebaran penyakit ikan.

Sebagai langkah mitigasi risiko, BBKHIT Papua tidak hanya fokus pada pengawasan rutin di pintu pemasukan dan pengeluaran komoditas. Saat ini, institusi tersebut tengah gencar melaksanakan kegiatan pemetaan Jenis Asing, Invasif, dan Berpotensi Invasif (JABI) sebagai instrumen deteksi dini dan penguatan pengawasan berbasis risiko.

“Pelaksanaan pemetaan ini mengacu pada Keputusan Deputi Karantina Ikan Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pedoman Identifikasi Ikan Jenis Asing Invasif (JAI). Tujuannya adalah mengidentifikasi keberadaan spesies asing, memetakan potensi ancaman terhadap sumber daya ikan lokal, serta menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pengendalian ke depan,” jelas Julia Siahaan, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/5).

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|