Bupati Intan Jaya Minta TNI/Polri dan TPNPB Tidak Korbankan Warga Sipil

13 hours ago 6

MIMIKA-Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam konflik bersenjata yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya. Ia meminta aparat keamanan TNI/Polri maupun TPNPB mengedepankan penegakan humanis dan tidak menjadikan warga sipil sebagai korban dalam situasi keamanan di daerah Intan Jaya.

“Yang jadi korban itu masyarakat sipil dan itu terjadi di halaman gereja. Jadi saya minta TNI/Polri untuk tidak menyasar tempat aktivitas masyarakat karena yang akan jadi korban adalah masyarakat sipil,” tegas Aner Maisini kepada media ini saat dijumpai di Nabire, Senin (18/5).

Ia menilai, aktivitas masyarakat yang berjalan normal tidak seharusnya direspons dengan tindakan yang dapat memperburuk situasi keamanan. Menurutnya, konflik bersenjata jangan sampai berdampak pada kehidupan masyarakat sipil.

“Penegakkan harus humanis, karena yang jadi korban itu masyarakat. Jangan sampai gereja, sarana pemerintah, atau masyarakat sipil yang terkena dampak,” ujarnya.

Aner mengatakan, konflik antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata seharusnya tidak menyeret masyarakat sipil sebagai korban. Ia juga meminta TPNPB untuk tidak beraktivitas di tengah permukiman warga karena dapat membahayakan keselamatan masyarakat sipil.

Menurut Aner, kondisi keamanan di Intan Jaya dalam satu tahun terakhir mulai berangsur kondusif. Masyarakat yang sebelumnya mengungsi kini mulai kembali ke kampung dan menjalankan aktivitas sehari-hari seperti berkebun, bersekolah, dan mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kita puji Tuhan, daerah mulai kondusif. Pengungsi sudah mulai pulang dan masyarakat kembali membangun kehidupan mereka,” ujar Bupati.
Ia juga mengingatkan agar fasilitas umum seperti gereja, sekolah, puskesmas, dan sarana pemerintahan tidak dijadikan sasaran ataupun terdampak konflik karena merupakan tempat pelayanan bagi masyarakat. “Itu tempat masyarakat mendapatkan pelayanan. Tidak boleh ada tekanan terhadap masyarakat,” katanya.

Terkait situasi terbaru di sejumlah kampung, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya telah melakukan evakuasi terhadap masyarakat terdampak ke Sugapa dan menyiapkan penanganan lanjutan bagi korban yang mengalami luka.

MIMIKA-Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam konflik bersenjata yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya. Ia meminta aparat keamanan TNI/Polri maupun TPNPB mengedepankan penegakan humanis dan tidak menjadikan warga sipil sebagai korban dalam situasi keamanan di daerah Intan Jaya.

“Yang jadi korban itu masyarakat sipil dan itu terjadi di halaman gereja. Jadi saya minta TNI/Polri untuk tidak menyasar tempat aktivitas masyarakat karena yang akan jadi korban adalah masyarakat sipil,” tegas Aner Maisini kepada media ini saat dijumpai di Nabire, Senin (18/5).

Ia menilai, aktivitas masyarakat yang berjalan normal tidak seharusnya direspons dengan tindakan yang dapat memperburuk situasi keamanan. Menurutnya, konflik bersenjata jangan sampai berdampak pada kehidupan masyarakat sipil.

“Penegakkan harus humanis, karena yang jadi korban itu masyarakat. Jangan sampai gereja, sarana pemerintah, atau masyarakat sipil yang terkena dampak,” ujarnya.

Aner mengatakan, konflik antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata seharusnya tidak menyeret masyarakat sipil sebagai korban. Ia juga meminta TPNPB untuk tidak beraktivitas di tengah permukiman warga karena dapat membahayakan keselamatan masyarakat sipil.

Menurut Aner, kondisi keamanan di Intan Jaya dalam satu tahun terakhir mulai berangsur kondusif. Masyarakat yang sebelumnya mengungsi kini mulai kembali ke kampung dan menjalankan aktivitas sehari-hari seperti berkebun, bersekolah, dan mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kita puji Tuhan, daerah mulai kondusif. Pengungsi sudah mulai pulang dan masyarakat kembali membangun kehidupan mereka,” ujar Bupati.
Ia juga mengingatkan agar fasilitas umum seperti gereja, sekolah, puskesmas, dan sarana pemerintahan tidak dijadikan sasaran ataupun terdampak konflik karena merupakan tempat pelayanan bagi masyarakat. “Itu tempat masyarakat mendapatkan pelayanan. Tidak boleh ada tekanan terhadap masyarakat,” katanya.

Terkait situasi terbaru di sejumlah kampung, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya telah melakukan evakuasi terhadap masyarakat terdampak ke Sugapa dan menyiapkan penanganan lanjutan bagi korban yang mengalami luka.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|