MERAUKE – Ketersediaan obat di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Merauke khususnya di Puskesmas Mopah Baru mulai mengalami penurunan akibat Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke sejak 15 Juni lalu sampai sekarang masih dipalang.
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang banyak digunakan atau fast moving, saat ini mulai menipis karena akses pengambilan obat dari gudang farmasi Dinas Kesehatan terkendala selama lebih dari satu bulan.
“Untuk stok obat, kami memang sudah mengalami penipisan. Terutama obat-obat fast moving, karena penggunaannya cukup tinggi. Beberapa jenis obat, termasuk antibiotik, sudah banyak yang kosong,” kata Severina ditemui media ini di Puskesmas Mopah Baru, Rabu (29/7).
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihak puskesmas mengambil langkah sementara dengan membeli sebagian kebutuhan obat menggunakan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, upaya tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pelayanan. “Kami sudah mengambil kebijakan membeli dengan dana JKN, tetapi tidak bisa untuk memenuhi semua kebutuhan,” katanya.
Akibat keterbatasan stok, beberapa jenis obat saat ini belum dapat diberikan kepada pasien. Pihak puskesmas terpaksa memberikan resep agar pasien dapat membeli obat di luar fasilitas kesehatan.(ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
MERAUKE – Ketersediaan obat di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Merauke khususnya di Puskesmas Mopah Baru mulai mengalami penurunan akibat Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke sejak 15 Juni lalu sampai sekarang masih dipalang.
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang banyak digunakan atau fast moving, saat ini mulai menipis karena akses pengambilan obat dari gudang farmasi Dinas Kesehatan terkendala selama lebih dari satu bulan.
“Untuk stok obat, kami memang sudah mengalami penipisan. Terutama obat-obat fast moving, karena penggunaannya cukup tinggi. Beberapa jenis obat, termasuk antibiotik, sudah banyak yang kosong,” kata Severina ditemui media ini di Puskesmas Mopah Baru, Rabu (29/7).
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihak puskesmas mengambil langkah sementara dengan membeli sebagian kebutuhan obat menggunakan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, upaya tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pelayanan. “Kami sudah mengambil kebijakan membeli dengan dana JKN, tetapi tidak bisa untuk memenuhi semua kebutuhan,” katanya.
Akibat keterbatasan stok, beberapa jenis obat saat ini belum dapat diberikan kepada pasien. Pihak puskesmas terpaksa memberikan resep agar pasien dapat membeli obat di luar fasilitas kesehatan.(ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q


















































