Lantai Jembatan Banyak Lubang, Terkesan Kumuh dengan Coretan dan Sampah

9 hours ago 5

Melihat Kondisi JPO Padang Bulan yang Sudah Tak Aman Untuk Dilewati

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Padang Bulan dari luar memang terlihat masih bagus dari luar, namun jembatan ini kini jarang dipakai karena kondisinya di atas jembatan yang sudah tidak aman untuk dilewati.

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai.  Arus lalu lintas di Kota Jayapura, termasuk di Padang Bulan juga terlihat padat pada jam berangkat maupun pulang sekolah.  Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Padang Bulan sebenarnya punya peran vital.

  Bagaimana tidak, di kawasan ini ada dua sekolah yang berhadapan, yang anak didiknya mencapai seribuan lebih. Yakni, SMP YPPK Santu Paulus dan SD dan SMP Advent yang saling berhadapan. Hanya saja JPO Padang Bulan ini sekarang rawan untuk dilewati.

Kondisi JPO Padang Bulan yang memprihatinkan, Selasa (28/7). Rencananya jembatan penyeberangan ini akan diperbaiki mulai awal Agustus mendatang. (foto:Jimi/Cepos)

  Dari pantauan Cenderawasih Pos lokasi JPO, tepatnya di depan SMP YPPK St. Paulus dan SMP Advent Abepura, pada Selasa (28/7) menunjukkan tingkat kerusakan yang mengkhawatirkan.

   Di beberapa sudut JPO, akses jalan pejalan kaki terlihat semrawut dan tidak terawat. Di atas lantai papan kayu, berserakan berbagai material bekas pengerjaan atau limbah, termasuk lembaran seng metal, beberapa bilah balok kayu, kawat logam, serta bungkusan plastik berisi material tak dikenal.

   Selain itu, pagar pembatas kawat di area ini juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan, dengan jaring kawat yang mulai terlepas dari bingkai besinya. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya coretan vandalisme (grafiti) yang memenuhi bingkai besi JPO, memberikan kesan kumuh dan tidak terawat.

   Kondisi yang jauh lebih mengerikan terlihat pada bagian lantai JPO yang menjadi akses langsung para pelajar. Di area ini, lantai papan kayu JPO beberapa bagian  tinggal menyisakan kerangka besi penyangga yang telanjang dan berkarat.

   Terdapat celah atau lubang menganga yang sangat besar tanpa adanya penutup lantai, memperlihatkan langsung lalu lalang kendaraan  di bawahnya. Lubang ini merupakan ancaman fatal yang nyata bagi siapa saja yang melintas, terutama anak-anak sekolah yang kerap kali kurang waspada saat beraktivitas.

   Pemandangan ini menjadi sangat ironis karena celah berbahaya tersebut berada tepat di atas akses menuju area sekolah yang ramai. Terlihat melalui pagar kawat, aktivitas puluhan pelajar yang sedang berolahraga atau bermain di halaman sekolah, yang saban hari menggantungkan keselamatan mereka pada fasilitas umum ini.

   Kondisi ini menegaskan bahwa perbaikan JPO Abepura jadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda lagi sebelum jatuhnya korban jiwa. Masyarakat kini menunggu janji pengerjaan yang tertera pada papan informasi proyek tersebut untuk segera direalisasikan.

Melihat Kondisi JPO Padang Bulan yang Sudah Tak Aman Untuk Dilewati

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Padang Bulan dari luar memang terlihat masih bagus dari luar, namun jembatan ini kini jarang dipakai karena kondisinya di atas jembatan yang sudah tidak aman untuk dilewati.

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai.  Arus lalu lintas di Kota Jayapura, termasuk di Padang Bulan juga terlihat padat pada jam berangkat maupun pulang sekolah.  Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Padang Bulan sebenarnya punya peran vital.

  Bagaimana tidak, di kawasan ini ada dua sekolah yang berhadapan, yang anak didiknya mencapai seribuan lebih. Yakni, SMP YPPK Santu Paulus dan SD dan SMP Advent yang saling berhadapan. Hanya saja JPO Padang Bulan ini sekarang rawan untuk dilewati.

Kondisi JPO Padang Bulan yang memprihatinkan, Selasa (28/7). Rencananya jembatan penyeberangan ini akan diperbaiki mulai awal Agustus mendatang. (foto:Jimi/Cepos)

  Dari pantauan Cenderawasih Pos lokasi JPO, tepatnya di depan SMP YPPK St. Paulus dan SMP Advent Abepura, pada Selasa (28/7) menunjukkan tingkat kerusakan yang mengkhawatirkan.

   Di beberapa sudut JPO, akses jalan pejalan kaki terlihat semrawut dan tidak terawat. Di atas lantai papan kayu, berserakan berbagai material bekas pengerjaan atau limbah, termasuk lembaran seng metal, beberapa bilah balok kayu, kawat logam, serta bungkusan plastik berisi material tak dikenal.

   Selain itu, pagar pembatas kawat di area ini juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan, dengan jaring kawat yang mulai terlepas dari bingkai besinya. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya coretan vandalisme (grafiti) yang memenuhi bingkai besi JPO, memberikan kesan kumuh dan tidak terawat.

   Kondisi yang jauh lebih mengerikan terlihat pada bagian lantai JPO yang menjadi akses langsung para pelajar. Di area ini, lantai papan kayu JPO beberapa bagian  tinggal menyisakan kerangka besi penyangga yang telanjang dan berkarat.

   Terdapat celah atau lubang menganga yang sangat besar tanpa adanya penutup lantai, memperlihatkan langsung lalu lalang kendaraan  di bawahnya. Lubang ini merupakan ancaman fatal yang nyata bagi siapa saja yang melintas, terutama anak-anak sekolah yang kerap kali kurang waspada saat beraktivitas.

   Pemandangan ini menjadi sangat ironis karena celah berbahaya tersebut berada tepat di atas akses menuju area sekolah yang ramai. Terlihat melalui pagar kawat, aktivitas puluhan pelajar yang sedang berolahraga atau bermain di halaman sekolah, yang saban hari menggantungkan keselamatan mereka pada fasilitas umum ini.

   Kondisi ini menegaskan bahwa perbaikan JPO Abepura jadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda lagi sebelum jatuhnya korban jiwa. Masyarakat kini menunggu janji pengerjaan yang tertera pada papan informasi proyek tersebut untuk segera direalisasikan.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|