WAMENA – Sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) dari RSUD Wamena melakukan aksi protes lantaran honor untuk mereka yang berstatus sebagai Non ASN dinilai tak sesuai dengan jam kerja atau terjadi penurunan upah yang harusnya di terima oleh mereka.
Menanggapi masalah aksi protes tersebut Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya langsung merespon dengan mendatangi RSUD Wamena untuk mendengarkan langsung apa yang dikeluhkan oleh oleh tenaga kesehatan khususnya dari Non ASN.
Mewakili Nakes Martinus Babingga mengatakan, untuk honor yang didapatkan oleh tenaga medis tidak sesuai dengan jam kerja yang dilakukan khususnya untuk tenaga honorer sehingga dirinya dan rekan -rekannya melakukan protes terkait itu.
“Honor yang diberikan kepada kami tidak sesuai dengan jam kerja kami, Awalnya kami dapat Rp 3,2 juta tetapi sekarang kami dapat hanya Rp. 2,5 juta, yang kami mau itu sesuai beban kerja kami, dan kami mau honor kami itu tetap tidak berubah seperti dulu,” ungkapnya Rabu (2/4) di RSUD Wamena.
Ia mengaku jika, apa yang menjadi tuntutan mereka sudah sesuai dengan tugas mereka karena, sebab Nakes bekerja berbeda dengan pegawai lainnya karena harus bekerja sampai pada hari libur melayani pasien.
“Kami tidak melakukan mogok, pelayanan tetap jalan hari ini, kami hanya melakukan protes dan sampai saat ini pelayanan tetap jalan cuma kami ini menuntut hak jadi kami sampaikan,” tegasnya
Menanggapi hal ini Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere , S.IP, M.Kp menyatakan jika masalah ini akan menjadi perhatian pemerintah untuk mencari solusi, karena kesehatan dan pendidikan menjadi fokus dari mereka keduanya dalam program 100 hari kerja di awal kepempinan.
“Pelayanan kesehatan ini sangat penting jangan sampai ada mogok itu yang saya harapkan, jadi tolong teman-teman meski ada aksi begini tapi pelayanan tetap jalan, jadi masalah ini akan kami selesaikan,” katanya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
WAMENA – Sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) dari RSUD Wamena melakukan aksi protes lantaran honor untuk mereka yang berstatus sebagai Non ASN dinilai tak sesuai dengan jam kerja atau terjadi penurunan upah yang harusnya di terima oleh mereka.
Menanggapi masalah aksi protes tersebut Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya langsung merespon dengan mendatangi RSUD Wamena untuk mendengarkan langsung apa yang dikeluhkan oleh oleh tenaga kesehatan khususnya dari Non ASN.
Mewakili Nakes Martinus Babingga mengatakan, untuk honor yang didapatkan oleh tenaga medis tidak sesuai dengan jam kerja yang dilakukan khususnya untuk tenaga honorer sehingga dirinya dan rekan -rekannya melakukan protes terkait itu.
“Honor yang diberikan kepada kami tidak sesuai dengan jam kerja kami, Awalnya kami dapat Rp 3,2 juta tetapi sekarang kami dapat hanya Rp. 2,5 juta, yang kami mau itu sesuai beban kerja kami, dan kami mau honor kami itu tetap tidak berubah seperti dulu,” ungkapnya Rabu (2/4) di RSUD Wamena.
Ia mengaku jika, apa yang menjadi tuntutan mereka sudah sesuai dengan tugas mereka karena, sebab Nakes bekerja berbeda dengan pegawai lainnya karena harus bekerja sampai pada hari libur melayani pasien.
“Kami tidak melakukan mogok, pelayanan tetap jalan hari ini, kami hanya melakukan protes dan sampai saat ini pelayanan tetap jalan cuma kami ini menuntut hak jadi kami sampaikan,” tegasnya
Menanggapi hal ini Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere , S.IP, M.Kp menyatakan jika masalah ini akan menjadi perhatian pemerintah untuk mencari solusi, karena kesehatan dan pendidikan menjadi fokus dari mereka keduanya dalam program 100 hari kerja di awal kepempinan.
“Pelayanan kesehatan ini sangat penting jangan sampai ada mogok itu yang saya harapkan, jadi tolong teman-teman meski ada aksi begini tapi pelayanan tetap jalan, jadi masalah ini akan kami selesaikan,” katanya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos