MEDAN, SumutPos.co– Tim mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) menciptakan terobosan teknologi inklusif berupa IQRO Elektronik. Alat ini hadir sebagai media pembelajaran Al-Quran interaktif yang dirancang khusus untuk penyandang disabilitas netra di Sumatera Utara.
Berbeda dengan buku Braille konvensional, IQRO Elektronik menggabungkan titik Braille dengan tombol taktil elastomer yang mengeluarkan suara pelafalan saat ditekan. Teknologi ini memungkinkan pengguna mendapatkan umpan balik audio instan, sehingga proses belajar menjadi lebih akurat, mandiri, dan minim kesalahan baca.
Inovasi yang dikembangkan oleh Aldino (PGSD), Raudhatul Jannah (Pendidikan Bahasa Inggris), dan Andira (Teknik Elektro) ini telah diimplementasikan di DPD Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumut sejak Desember 2025 hingga Februari 2026. Hasilnya signifikan. Sekitar 80 anggota Pertuni, mulai dari anak-anak hingga lansia, telah merasakan manfaat alat ini. Angka tersebut mencakup 45 persen dari total keluarga yang terdaftar di DPD Pertuni Sumut.
Ketua tim pengembang, Aldino menjelaskan, tantangan utama tunanetra selama ini adalah titik Braille kertas yang kecil dan mudah aus, sehingga sulit diraba. “Melalui tombol taktil dan suara interaktif, pengguna bisa memastikan ketepatan pelafalan sesuai huruf yang mereka raba. Ini adalah jembatan sebelum mereka masuk ke mushaf Braille konvensional yang lebih rumit,” ujar Aldino.
Materi dalam IQRO Elektronik disusun sistematis, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, harakat, hingga latihan membaca penggalan ayat Al-Qur’an.
Ketua DPD Pertuni Sumut, Saiful Bakti Daulay, S.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap karya mahasiswa ini. Ia menilai alat ini sangat efektif meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan anggotanya.
Program yang didukung oleh Telkom Indonesia dan Telkom University ini tidak berhenti di sini. Ke depan, tim berencana memperluas distribusi IQRO Elektronik ke berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB), pesantren inklusi, hingga bekerja sama dengan lembaga keagamaan seperti Baznas dan Kementerian Agama.
Melalui IQRO Elektronik, mahasiswa Unimed membuktikan bahwa kolaborasi teknologi dan empati sosial dapat meruntuhkan batasan akses ibadah bagi penyandang disabilitas. (adz)
MEDAN, SumutPos.co– Tim mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) menciptakan terobosan teknologi inklusif berupa IQRO Elektronik. Alat ini hadir sebagai media pembelajaran Al-Quran interaktif yang dirancang khusus untuk penyandang disabilitas netra di Sumatera Utara.
Berbeda dengan buku Braille konvensional, IQRO Elektronik menggabungkan titik Braille dengan tombol taktil elastomer yang mengeluarkan suara pelafalan saat ditekan. Teknologi ini memungkinkan pengguna mendapatkan umpan balik audio instan, sehingga proses belajar menjadi lebih akurat, mandiri, dan minim kesalahan baca.
Inovasi yang dikembangkan oleh Aldino (PGSD), Raudhatul Jannah (Pendidikan Bahasa Inggris), dan Andira (Teknik Elektro) ini telah diimplementasikan di DPD Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumut sejak Desember 2025 hingga Februari 2026. Hasilnya signifikan. Sekitar 80 anggota Pertuni, mulai dari anak-anak hingga lansia, telah merasakan manfaat alat ini. Angka tersebut mencakup 45 persen dari total keluarga yang terdaftar di DPD Pertuni Sumut.
Ketua tim pengembang, Aldino menjelaskan, tantangan utama tunanetra selama ini adalah titik Braille kertas yang kecil dan mudah aus, sehingga sulit diraba. “Melalui tombol taktil dan suara interaktif, pengguna bisa memastikan ketepatan pelafalan sesuai huruf yang mereka raba. Ini adalah jembatan sebelum mereka masuk ke mushaf Braille konvensional yang lebih rumit,” ujar Aldino.
Materi dalam IQRO Elektronik disusun sistematis, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, harakat, hingga latihan membaca penggalan ayat Al-Qur’an.
Ketua DPD Pertuni Sumut, Saiful Bakti Daulay, S.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap karya mahasiswa ini. Ia menilai alat ini sangat efektif meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan anggotanya.
Program yang didukung oleh Telkom Indonesia dan Telkom University ini tidak berhenti di sini. Ke depan, tim berencana memperluas distribusi IQRO Elektronik ke berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB), pesantren inklusi, hingga bekerja sama dengan lembaga keagamaan seperti Baznas dan Kementerian Agama.
Melalui IQRO Elektronik, mahasiswa Unimed membuktikan bahwa kolaborasi teknologi dan empati sosial dapat meruntuhkan batasan akses ibadah bagi penyandang disabilitas. (adz)

6 hours ago
3

















































