Kapolres Labuhanbatu Beri Motivasi Tahanan

1 hour ago 4

LABUHANBATU – Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya melakukan pengecekan langsung ke Rumah Tahanan Polri (RTP) Polres Labuhanbatu, Rabu (13/5) sekitar pukul 08.00 WIB. Kunjungannya bukan sekadar inspeksi rutin memastikan keamanan ruang tahanan tetap terkendali. Lebih dari itu, ada pendekatan moral dan kemanusiaan yang coba dibangun kepada para penghuni sel.

Didampingi Wakapolres Kompol PS Simbolon, Ps Kabag Ren AKP Miftahuddin, serta Kasat Tahti Roky Sianturi, Kapolres menelusuri satu per satu ruang tahanan. Ia memastikan kondisi para tahanan dalam keadaan baik sekaligus melihat langsung situasi di dalam RTP.

Namun, yang paling menyita perhatian bukanlah pemeriksaan administrasi atau keamanan. Melainkan momen ketika seorang perwira polisi duduk dan berbicara kepada para tahanan tentang kehidupan, penyesalan, dan kesempatan kedua.

Rumah tahanan sering kali menjadi potret paling nyata tentang persoalan sosial yang sedang dihadapi sebuah daerah. Di RTP Polres Labuhanbatu, sebagian besar penghuni tersangkut kasus narkotika.

Fenomena ini bukan sekadar angka statistik penegakan hukum. Ia adalah gambaran tentang bagaimana narkoba masih menjadi ancaman serius yang menyusup ke berbagai lapisan masyarakat mulai dari remaja, pekerja, hingga kepala keluarga.

Di balik status ‘tahanan’ sesungguhnya ada banyak cerita yang tidak sederhana. Ada yang terjerat karena pergaulan, himpitan ekonomi, rasa ingin tahu, hingga ketergantungan yang perlahan menghancurkan kehidupan mereka sendiri.

Karena itu, pendekatan penegakan hukum semata sering kali tidak cukup. Dibutuhkan pembinaan mental agar para pelaku tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama setelah bebas nanti.

Pesan itulah yang coba disampaikan AKBP Wahyu Endrajaya kepada para tahanan.

“Kami berharap saudara-saudara sekalian dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik, serta nantinya bisa kembali ke masyarakat dan menjadi orang yang berguna bagi keluarga, bangsa, dan negara,” katanya.

Kalimat tersebut terdengar sederhana. Tetapi di ruang tahanan, kata-kata seperti itu memiliki makna yang berbeda. Sebab bagi sebagian tahanan, mereka tidak hanya kehilangan kebebasan, tetapi juga rasa percaya diri dan harapan untuk diterima kembali oleh masyarakat.

Kehadiran Kapolres dan jajaran yang menyapa langsung para tahanan menunjukkan bahwa negara tetap hadir, bahkan kepada mereka yang sedang menjalani proses hukum. Bahwa setiap orang masih memiliki peluang untuk memperbaiki diri.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba tidak hanya dilakukan lewat penangkapan dan penahanan. Tetapi juga lewat pembinaan, edukasi, dan upaya mengembalikan manusia ke jalan yang benar. (fdh/azw)

LABUHANBATU – Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya melakukan pengecekan langsung ke Rumah Tahanan Polri (RTP) Polres Labuhanbatu, Rabu (13/5) sekitar pukul 08.00 WIB. Kunjungannya bukan sekadar inspeksi rutin memastikan keamanan ruang tahanan tetap terkendali. Lebih dari itu, ada pendekatan moral dan kemanusiaan yang coba dibangun kepada para penghuni sel.

Didampingi Wakapolres Kompol PS Simbolon, Ps Kabag Ren AKP Miftahuddin, serta Kasat Tahti Roky Sianturi, Kapolres menelusuri satu per satu ruang tahanan. Ia memastikan kondisi para tahanan dalam keadaan baik sekaligus melihat langsung situasi di dalam RTP.

Namun, yang paling menyita perhatian bukanlah pemeriksaan administrasi atau keamanan. Melainkan momen ketika seorang perwira polisi duduk dan berbicara kepada para tahanan tentang kehidupan, penyesalan, dan kesempatan kedua.

Rumah tahanan sering kali menjadi potret paling nyata tentang persoalan sosial yang sedang dihadapi sebuah daerah. Di RTP Polres Labuhanbatu, sebagian besar penghuni tersangkut kasus narkotika.

Fenomena ini bukan sekadar angka statistik penegakan hukum. Ia adalah gambaran tentang bagaimana narkoba masih menjadi ancaman serius yang menyusup ke berbagai lapisan masyarakat mulai dari remaja, pekerja, hingga kepala keluarga.

Di balik status ‘tahanan’ sesungguhnya ada banyak cerita yang tidak sederhana. Ada yang terjerat karena pergaulan, himpitan ekonomi, rasa ingin tahu, hingga ketergantungan yang perlahan menghancurkan kehidupan mereka sendiri.

Karena itu, pendekatan penegakan hukum semata sering kali tidak cukup. Dibutuhkan pembinaan mental agar para pelaku tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama setelah bebas nanti.

Pesan itulah yang coba disampaikan AKBP Wahyu Endrajaya kepada para tahanan.

“Kami berharap saudara-saudara sekalian dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik, serta nantinya bisa kembali ke masyarakat dan menjadi orang yang berguna bagi keluarga, bangsa, dan negara,” katanya.

Kalimat tersebut terdengar sederhana. Tetapi di ruang tahanan, kata-kata seperti itu memiliki makna yang berbeda. Sebab bagi sebagian tahanan, mereka tidak hanya kehilangan kebebasan, tetapi juga rasa percaya diri dan harapan untuk diterima kembali oleh masyarakat.

Kehadiran Kapolres dan jajaran yang menyapa langsung para tahanan menunjukkan bahwa negara tetap hadir, bahkan kepada mereka yang sedang menjalani proses hukum. Bahwa setiap orang masih memiliki peluang untuk memperbaiki diri.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba tidak hanya dilakukan lewat penangkapan dan penahanan. Tetapi juga lewat pembinaan, edukasi, dan upaya mengembalikan manusia ke jalan yang benar. (fdh/azw)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|