Apresiasi Buku Karya Dr Zulfahmi dan 3 Profesor, M Nuh: Tazkiyatun Nafs Mampu Beri Solusi Spiritual bagi Umat

2 hours ago 2

MEDAN, SumutPos.co– Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, KH Muhammad Nuh, MSP, mendorong masyarakat untuk menerapkan metode Tazkiyatun Nafs (pembersihan jiwa) demi menciptakan tatanan kehidupan sosial yang lebih baik.

Hal tersebut ditegaskan Muhammad Nuh saat membuka acara dialog dan peluncuran buku Tazkiyatun Nafs Melalui Pembelajaran Tahfizh (Dalam Perspektif Konseling) di Hotel Nivea, Kamis (14/5). Acara tersebut dihadiri oleh seratusan peserta dari berbagai latar belakang.

Dalam arahannya, legislator senior ini memberikan apresiasi tinggi kepada Dr. Zulfahmi Hasibuan, S.Pd.I, M.Pd, serta tiga guru besar selaku tim penulis, yakni Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, MA, Prof. Dr. Syaukani, M.Ed, Adm, dan Prof. Dr. Rusydi Ananda, M.Pd.

Nuh menilai, karya kolaboratif ini mampu memberikan manfaat besar sekaligus solusi spiritual bagi umat. “Semoga dengan buku ini dapat memperkaya khazanah ilmu agama di tengah-tengah masyarakat. Kita berharap penerapan Tazkiyatun Nafs dalam kehidupan sehari-hari bisa membuat kehidupan sosial kita semakin baik,” ujar Muhammad Nuh di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Nuh menggarisbawahi pentingnya pendekatan Al-Qur’an sebagai instrumen utama untuk meraih ketenangan jiwa di tengah tantangan zaman. Kehadiran tokoh penting DPD RI dalam forum ini sekaligus menegaskan komitmennya dalam mendukung literasi keagamaan dan penguatan karakter berbasis spiritual di Sumatera Utara.

Di tempat yang sama, Ustadz Dr. Zulfahmi Hasibuan menjelaskan bahwa buku ini mengupas tiga metode praktis Tazkiyatun Nafs atau pembersihan jiwa. Pertama, metode Takhalli atau pengosongan dari maksiat lewat tobat.

Kedua, Tahalli yakni pengisian jiwa dengan ibadah dan hafalan Al-Qur’an. Dan ketiga, Tajalli yakni pencapaian rida Allah SWT. (adz)

MEDAN, SumutPos.co– Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, KH Muhammad Nuh, MSP, mendorong masyarakat untuk menerapkan metode Tazkiyatun Nafs (pembersihan jiwa) demi menciptakan tatanan kehidupan sosial yang lebih baik.

Hal tersebut ditegaskan Muhammad Nuh saat membuka acara dialog dan peluncuran buku Tazkiyatun Nafs Melalui Pembelajaran Tahfizh (Dalam Perspektif Konseling) di Hotel Nivea, Kamis (14/5). Acara tersebut dihadiri oleh seratusan peserta dari berbagai latar belakang.

Dalam arahannya, legislator senior ini memberikan apresiasi tinggi kepada Dr. Zulfahmi Hasibuan, S.Pd.I, M.Pd, serta tiga guru besar selaku tim penulis, yakni Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, MA, Prof. Dr. Syaukani, M.Ed, Adm, dan Prof. Dr. Rusydi Ananda, M.Pd.

Nuh menilai, karya kolaboratif ini mampu memberikan manfaat besar sekaligus solusi spiritual bagi umat. “Semoga dengan buku ini dapat memperkaya khazanah ilmu agama di tengah-tengah masyarakat. Kita berharap penerapan Tazkiyatun Nafs dalam kehidupan sehari-hari bisa membuat kehidupan sosial kita semakin baik,” ujar Muhammad Nuh di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Nuh menggarisbawahi pentingnya pendekatan Al-Qur’an sebagai instrumen utama untuk meraih ketenangan jiwa di tengah tantangan zaman. Kehadiran tokoh penting DPD RI dalam forum ini sekaligus menegaskan komitmennya dalam mendukung literasi keagamaan dan penguatan karakter berbasis spiritual di Sumatera Utara.

Di tempat yang sama, Ustadz Dr. Zulfahmi Hasibuan menjelaskan bahwa buku ini mengupas tiga metode praktis Tazkiyatun Nafs atau pembersihan jiwa. Pertama, metode Takhalli atau pengosongan dari maksiat lewat tobat.

Kedua, Tahalli yakni pengisian jiwa dengan ibadah dan hafalan Al-Qur’an. Dan ketiga, Tajalli yakni pencapaian rida Allah SWT. (adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|