Keren!Lahan Kosong Disulap Jadi Nama Lingkungan, Hasil Kolaborasi Karang Taruna Gemawang PKK dan RT RW

11 hours ago 10
Pemanfaatan limbahPemanfaatan sampah plus penataan lingkungan di Kelurahan Gemawang Kecamatan Girimarto Wonogiri. Foto : istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Lahan kosong yang selama ini belum termanfaatkan di Kelurahan Gemawang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, diarahkan menjadi ruang produktif sekaligus sarana membangun kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan.

Gagasan tersebut digerakkan Karang Taruna Kelurahan Gemawang dengan menggandeng kader PKK serta pengurus RT dan RW. Mereka tidak hanya memanfaatkan lahan kosong untuk budidaya tanaman, tetapi juga mengolah limbah botol plastik menjadi bagian dari dekorasi lingkungan.

Konsep sederhana itu menjadi langkah menarik karena memadukan dua persoalan yang kerap ditemui di lingkungan permukiman, yakni lahan yang belum dimanfaatkan dan sampah plastik yang berpotensi mencemari lingkungan.

Botol-botol plastik yang biasanya berakhir menjadi sampah dikreasikan dan dihias untuk membentuk nama-nama lingkungan. Dengan begitu, barang bekas tidak langsung dibuang, tetapi diberi nilai tambah sekaligus mempercantik kawasan permukiman.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi Karang Taruna untuk mengambil peran lebih besar dalam menjaga lingkungan. Anak-anak muda tidak hanya dilibatkan dalam kegiatan sosial, tetapi didorong menjadi penggerak perubahan di tingkat kelurahan.

Lurah Gemawang Aditya D Pratomo menekankan pentingnya membangun kepedulian terhadap kebersihan dan kondisi alam sekitar melalui gerakan yang dilakukan bersama-sama.

Menurut Aditya, Karang Taruna memiliki posisi strategis untuk mengajak generasi muda lebih peduli terhadap lingkungan. Namun, gerakan tersebut akan lebih kuat apabila dilakukan melalui kolaborasi dengan kader PKK serta RT dan RW.

“Kami ingin Karang Taruna di Kelurahan Gemawang lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan alam sekitar. Karena itu, kegiatan ini kami dorong melalui kolaborasi dengan kader PKK serta RT dan RW,” kata Aditya D Pratomo, Kamis (20/8/2026).

Pemanfaatan lahan kosong untuk tanaman menjadi salah satu pilihan karena memiliki manfaat langsung bagi lingkungan. Selain membuat kawasan lebih hijau, keberadaan tanaman juga dapat mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi ruang yang memiliki fungsi.

Di sisi lain, pemanfaatan botol plastik sebagai ornamen lingkungan memberikan pesan edukasi yang cukup kuat. Warga diajak melihat sampah bukan semata-mata sebagai barang yang harus segera dibuang, melainkan material yang masih dapat digunakan kembali jika dikelola secara kreatif.

Model kegiatan seperti ini juga membuka peluang agar penataan lingkungan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Kreativitas warga dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam menciptakan kawasan yang lebih tertata tanpa harus membutuhkan biaya besar.

Kolaborasi antara Karang Taruna, PKK, RT dan RW menjadi bagian penting dari gerakan tersebut. Masing-masing unsur masyarakat dapat mengambil peran sesuai kemampuan, mulai dari menyiapkan lahan, menanam, merawat tanaman, mengumpulkan botol bekas hingga membuat dekorasi lingkungan.

“Jika dilakukan secara konsisten, kegiatan tersebut berpotensi berkembang menjadi gerakan lingkungan berbasis masyarakat. Lahan-lahan kosong lain dapat diarahkan menjadi kebun lingkungan, sementara sampah plastik yang terkumpul dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali,” ujar dia.

Bagi Karang Taruna, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan di tingkat kelurahan bisa hadir melalui aksi yang langsung dirasakan masyarakat.

Bukan sekadar membuat lingkungan terlihat lebih rapi, tetapi membangun kebiasaan baru: menanam, merawat, memilah sampah dan menjaga ruang bersama secara gotong royong.

Langkah kecil di Gemawang tersebut memperlihatkan bahwa penataan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Sebidang lahan kosong, beberapa tanaman, botol plastik bekas dan kemauan warga untuk bekerja bersama dapat menjadi titik awal perubahan di lingkungan permukiman.

Ke depan, keberlanjutan kegiatan akan menjadi kunci. Tanaman yang sudah ditanam membutuhkan perawatan, sementara dekorasi dari botol plastik juga perlu dijaga agar tidak kembali menjadi sampah.

“Karena itu, keterlibatan lintas unsur masyarakat menjadi penting. Karang Taruna dapat menjadi motor penggerak generasi muda, PKK memperkuat partisipasi keluarga, sedangkan RT dan RW membantu mengorganisasi warga di masing-masing lingkungan,” terang dia.

Dengan pola tersebut, pemanfaatan lahan kosong dan pengolahan limbah plastik di Gemawang bukan hanya menghasilkan lingkungan yang lebih hijau dan tertata, tetapi juga membangun budaya gotong royong yang berangkat dari kebutuhan sehari-hari masyarakat. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|