JAYAPURA-Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur dan Wakil Gubernur Papua akan dilaksanakan pada Agustus 2025 mendatang. Pemerhati politik Victor Buefar menegaskan bahwa PSU ini harus dilaksanakan dengan baik guna menjaga integritas demokrasi di Papua.
Khususnya KPU Kota Jayapura, diminta untuk tidak mengulangi kesalahan yang terjadi pada pemungutan suara sebelumnya. PSU yang akan digelar tetap mengacu pada Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Pindahan (DPPh) yang digunakan dalam pemungutan suara pada 27 November 2024.
Victor menyoroti sejumlah permasalahan yang terjadi pada pemilihan sebelumnya, khususnya di Distrik Jayapura Selatan (Japsel), dimana ditemukan adanya pemilih siluman. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut telah mencederai kepercayaan publik terhadap proses demokrasi yang seharusnya berlangsung jujur dan adil.
“Saya berharap KPU Kota Jayapura melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pilkada kemarin, terutama perubahan suara di Japsel yang tidak logis,” ujar Victor pada Rabu (2/4).
Selain itu, ia juga menolak segala bentuk strategi manipulatif yang terjadi pada pilkada sebelumnya, termasuk pengacakan DPT yang tidak transparan dan pengalihan pemilih ke wilayah lain yang bukan domisilinya.
Menurutnya, praktik seperti ini membuka peluang kecurangan yang harus dicegah dalam PSU mendatang. “Pengacakan DPT yang tidak jelas akan membuka celah bagi kecurangan. Oleh karena itu, hal ini harus diperhatikan dengan serius oleh KPU agar PSU berjalan dengan adil dan transparan,” tambahnya.
Victor juga menegaskan bahwa PSU ini dibiayai oleh anggaran negara yang berasal dari hak rakyat, sehingga KPU wajib menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, transparansi, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan. “Jangan ada lagi trik atau manipulasi yang merugikan hak suara masyarakat. Hargailah masyarakat sebagai pemegang kedaulatan demokrasi di negeri ini,” tegasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
JAYAPURA-Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur dan Wakil Gubernur Papua akan dilaksanakan pada Agustus 2025 mendatang. Pemerhati politik Victor Buefar menegaskan bahwa PSU ini harus dilaksanakan dengan baik guna menjaga integritas demokrasi di Papua.
Khususnya KPU Kota Jayapura, diminta untuk tidak mengulangi kesalahan yang terjadi pada pemungutan suara sebelumnya. PSU yang akan digelar tetap mengacu pada Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Pindahan (DPPh) yang digunakan dalam pemungutan suara pada 27 November 2024.
Victor menyoroti sejumlah permasalahan yang terjadi pada pemilihan sebelumnya, khususnya di Distrik Jayapura Selatan (Japsel), dimana ditemukan adanya pemilih siluman. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut telah mencederai kepercayaan publik terhadap proses demokrasi yang seharusnya berlangsung jujur dan adil.
“Saya berharap KPU Kota Jayapura melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pilkada kemarin, terutama perubahan suara di Japsel yang tidak logis,” ujar Victor pada Rabu (2/4).
Selain itu, ia juga menolak segala bentuk strategi manipulatif yang terjadi pada pilkada sebelumnya, termasuk pengacakan DPT yang tidak transparan dan pengalihan pemilih ke wilayah lain yang bukan domisilinya.
Menurutnya, praktik seperti ini membuka peluang kecurangan yang harus dicegah dalam PSU mendatang. “Pengacakan DPT yang tidak jelas akan membuka celah bagi kecurangan. Oleh karena itu, hal ini harus diperhatikan dengan serius oleh KPU agar PSU berjalan dengan adil dan transparan,” tambahnya.
Victor juga menegaskan bahwa PSU ini dibiayai oleh anggaran negara yang berasal dari hak rakyat, sehingga KPU wajib menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, transparansi, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan. “Jangan ada lagi trik atau manipulasi yang merugikan hak suara masyarakat. Hargailah masyarakat sebagai pemegang kedaulatan demokrasi di negeri ini,” tegasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos