Ramadan Festive 2026, Naik KA Diskon 30 Persen

1 hour ago 2

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mengadakan program “Ramadan Festive 2026” dengan mengalokasikan total 2.700 tiket promo untuk mendukung arus mudik masyarakat.  Melalui program ini, para pelanggan KA Sribilah Utama dan KA Sribilah Fakultatif relasi Medan–Rantauprapat (PP) dapat menikmati potongan harga tiket hingga 30 persen.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa program ini dihadirkan untuk memberikan pilihan perjalanan yang lebih terjangkau bagi para perantau di Sumatera Utara yang ingin pulang kampung.

“Program Ramadan Festive 2026 merupakan komitmen KAI dalam menyediakan pilihan transportasi ekonomis bagi publik selama masa Angkutan Lebaran,” ujar Anwar saat memberikan keterangannya, Senin (9/3/2026).

Calon penumpang dapat mengakses penawaran spesial ini mulai Senin, 9 Maret 2026, pukul 00.00 WIB melalui aplikasi Access by KAI serta kanal penjualan resmi lainnya. Reduksi harga tersebut berlaku untuk keberangkatan periode 9 hingga 20 Maret 2026 pada layanan kelas Eksekutif, Bisnis, maupun Ekonomi.

“Kami berharap kehadiran 2.700 tiket promo ini dapat memfasilitasi warga yang merencanakan perjalanan Idulfitri 1447 H secara lebih hemat sekaligus bebas macet,” tuturnya.

Adapun ketentuan tarif promo ini di antaranya tidak dapat digabung dengan tarif khusus, reduksi, maupun diskon tiket lainnya. Meski demikian, tiket promo ini tetap fleksibel karena jadwal keberangkatan dapat diubah atau dibatalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Program ini berlangsung selama kuota kursi dan tarif diskon masih tersedia. Masyarakat diimbau mengecek daftar jadwal kereta api yang masuk dalam skema Ramadan Festive 2026 melalui aplikasi Access by KAI,” tambahnya.

Secara keseluruhan, selama masa Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Sumatera Utara, tersedia total 12.876 tiket dengan potongan 30 persen. Jumlah tersebut terdiri dari 10.176 tiket hasil program stimulus ekonomi pemerintah, sementara 2.700 sisanya merupakan kontribusi langsung KAI melalui Ramadan Festive 2026.

“Ribuan tiket promo ini merupakan dukungan KAI Divre I Sumut untuk turut menggerakkan mobilitas masyarakat guna membangkitkan ekonomi daerah di Sumatera Utara. Dengan perjalanan yang lebih efisien, aman, dan nyaman, program ini diharapkan memudahkan warga untuk pulang ke kampung halaman maupun berwisata sekaligus mendorong perputaran ekonomi yang lebih luas,” ujarnya.

KAI Sumut Rawat Jalur Rel

Masih seputar muduk Lebaran, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara kian mematangkan kesiapan sarana dan prasarana demi menyambut tingginya antusiasme penumpang pada masa Angkutan Lebaran yang berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Sebagai langkah nyata, pada Sabtu (7/3/2026) lalu, tim prasarana Divre I Sumatera Utara melakukan pemeliharaan pada Wesel 21A di area Stasiun Medan.

Anwar menegaskan bahwa keandalan infrastruktur merupakan pilar utama dalam menjamin keselamatan perjalanan. Hal ini menjadi prioritas mengingat tingginya mobilitas masyarakat menggunakan kereta api yang biasa terjadi pada momentum perayaan Idulfitri.

“KAI Divre I Sumut mengelola lintasan aktif sepanjang 476.460 meter sepur yang menghubungkan 43 stasiun di 13 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Mengingat bentang jalur yang cukup luas, diperlukan pengawasan ekstra agar aspek keamanan tetap terjaga saat dilintasi rangkaian kereta,” ungkap Anwar.

Agenda pemeliharaan kali ini mencakup pemeriksaan terhadap kondisi rel, pengecekan wesel (alat pemindah jalur), pengukuran geometri, hingga pengawasan terhadap bantalan serta sistem penambat. Serangkaian evaluasi fisik ini bertujuan untuk mendeteksi dini adanya anomali atau kerusakan yang berisiko mengganggu kelancaran operasional.

Anwar menjelaskan bahwa proses teknis ini mengikuti siklus berkala, mulai dari pengecekan bulanan, tiga bulanan, hingga tahunan. Penentuan jadwal tersebut didasarkan pada tingkat radius lengkung jalur serta kondisi riil di lapangan.

Tak hanya melakukan perawatan secara rutin, KAI juga mengerahkan Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) setiap harinya. Para petugas tersebut menyisir lintasan dengan berjalan kaki maupun menggunakan Kendaraan Pemeriksa Jalur (KPJ) sebelum jadwal pemberangkatan perdana dan setelah kereta terakhir melintas.

Langkah preventif ini diambil guna memastikan posisi rel tetap presisi sesuai spesifikasi teknis, sekaligus memitigasi potensi tindakan vandalisme maupun dampak bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Kami berkomitmen menjaga seluruh aspek prasarana agar tetap prima. Harapannya, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Utara selama masa mudik nanti berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu,” pungkasnya.(san/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|