JAYAPURA– Rumah Sakit vertikal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang berdiri megah di belakang lapangan Trikora Abepura, Kota Jayapura nantinya akan diubah namanya dengan salah satu nama pahlawan Papua. Hanya saja belum diketahui siapa nama sosok pahlawan yang akan diabadikan pada rumah sakit terbesar di Papua itu.
“Untuk sementara ini namanya Rumah Sakit Papua. Tapi nanti mereka mau ambil nama pahlawan,” kata Plt. Kepala dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr.dr. Arry Pongtiku, saat diwawancarai belum lama ini.
Rumah sakit yang dibangun sejak 2 tahun lalu itu direncanakan akan diresmikan pada Juni 2025 mendatang. Secara fisik, bangunannya sudah selesai dikerjakan dan saat ini masih dalam masa perawatan. Hadirnya rumah sakit itu diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama profesi dokter.
Karena fasilitas dan SDM yang ada di rumah sakit itu akan menjadi salah satu media pembelajaran terutama bagi para dokter-dokter muda di Papua dari fakultas kedokteran Universitas Cendrawasih, termasuk Poltekkes dan Universitas atau kampus kampus kesehatan lainnya. “Supaya mereka bisa praktek di situ,” singkatnya.
Karena itu pihaknya juga mendorong agar setelah diresmikan nanti rumah sakit itu segera diakreditasi. Supaya bisa melayani pasien-pasien BPJS Kesehatan.”Rumah sakit ini akan menjadi rumah sakit tipe B. Karena itu dia juga akan menjadi rumah sakit rujukan di Papua, Papua Tengah dan secara umum di tanah Papua,”tambahnya.(roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
JAYAPURA– Rumah Sakit vertikal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang berdiri megah di belakang lapangan Trikora Abepura, Kota Jayapura nantinya akan diubah namanya dengan salah satu nama pahlawan Papua. Hanya saja belum diketahui siapa nama sosok pahlawan yang akan diabadikan pada rumah sakit terbesar di Papua itu.
“Untuk sementara ini namanya Rumah Sakit Papua. Tapi nanti mereka mau ambil nama pahlawan,” kata Plt. Kepala dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr.dr. Arry Pongtiku, saat diwawancarai belum lama ini.
Rumah sakit yang dibangun sejak 2 tahun lalu itu direncanakan akan diresmikan pada Juni 2025 mendatang. Secara fisik, bangunannya sudah selesai dikerjakan dan saat ini masih dalam masa perawatan. Hadirnya rumah sakit itu diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama profesi dokter.
Karena fasilitas dan SDM yang ada di rumah sakit itu akan menjadi salah satu media pembelajaran terutama bagi para dokter-dokter muda di Papua dari fakultas kedokteran Universitas Cendrawasih, termasuk Poltekkes dan Universitas atau kampus kampus kesehatan lainnya. “Supaya mereka bisa praktek di situ,” singkatnya.
Karena itu pihaknya juga mendorong agar setelah diresmikan nanti rumah sakit itu segera diakreditasi. Supaya bisa melayani pasien-pasien BPJS Kesehatan.”Rumah sakit ini akan menjadi rumah sakit tipe B. Karena itu dia juga akan menjadi rumah sakit rujukan di Papua, Papua Tengah dan secara umum di tanah Papua,”tambahnya.(roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos