Saling Maaf-Memaafkan, Dilanjutkan dengan Budaya Bakar Batu

17 hours ago 4

Melihat Dekat Perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah di Perkampungan Muslim Yang Ada di Wamena

Saling bermaafan bersama keluarga dan sanak saudara dalam kesederhanaan dengan tradisi dan budaya yang masih terus di junjung tinggi, Bagaimana perayaan Idul Fitri di Kampung Apenas Distrik Walesi?

Berikut Laporan Denny Tonjauw- Wamena

Idul Fitri atau Lebaran adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan kalender Hijriah. Karena penentuan 1 Syawal didasarkan pada fase bulan, maka Idulfitri jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Selain itu, cara menentukan permulaan bulan Hijriah juga bervariasi sehingga boleh jadi ada sebagian Muslim yang merayakan Idulfitri pada tanggal Masehi yang berbeda.

Dalam Perayaan Idul Fitri yang dilakukan seantero masyarakat di dunia memiliki ciri khas yang berbeda antara satu dengan lainnya, seperti halnya masyarakat di kampung Apenas Distrik Welesi Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan yang juga memiliki ciri khas berbeda untuk merayakan hari besar tersebut dengan cara dan budaya lokal yang masih di teruskan turun temurun

Dalam rangka merayakan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriyah/2025 Masehi,  ratusan umat muslim yang ada di kampung Apenas dan sekitarnya rayakan hari raya lebaran dengan budaya bakar batu berupa ratusan ekor  ayam, ubi, Kladi, singkong dan berbagai sayur-mayur lainya dan juga saling bermaaf -maafan secara bersama -sama usai melakukan salat Ied,

Hal ini ditunjukan lewat berdirinya Musalah Al- Mujahidin di Kampung Apenas di lokasi yang diberikan oleh umat Katolik yang ada di kampung tersebut sehingga masyarakat yang ada di kampung itu bisa melakukan salat 5 waktu lebih dekat tanpa harus ke masjid yang yang jaraknya agak jauh dari tempat tinggalnya

Kebersamaan yang diperlihatkan masyarakat Kampung Apenas siring dengan thema yang diangkat tahun ini untuk kuatkan silaturahmi, teguhkan Iman dan Taqwa untuk wujudkan semangat kebersamaan dalam keberagaman dan saling memaafkan, hal ini sejalan dengan masyarakat yang berdomisili di wilayah distrik Welesi sebab selalu menjaga kebersamaan keluarga dalam perbedaan

Melihat Dekat Perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah di Perkampungan Muslim Yang Ada di Wamena

Saling bermaafan bersama keluarga dan sanak saudara dalam kesederhanaan dengan tradisi dan budaya yang masih terus di junjung tinggi, Bagaimana perayaan Idul Fitri di Kampung Apenas Distrik Walesi?

Berikut Laporan Denny Tonjauw- Wamena

Idul Fitri atau Lebaran adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan kalender Hijriah. Karena penentuan 1 Syawal didasarkan pada fase bulan, maka Idulfitri jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Selain itu, cara menentukan permulaan bulan Hijriah juga bervariasi sehingga boleh jadi ada sebagian Muslim yang merayakan Idulfitri pada tanggal Masehi yang berbeda.

Dalam Perayaan Idul Fitri yang dilakukan seantero masyarakat di dunia memiliki ciri khas yang berbeda antara satu dengan lainnya, seperti halnya masyarakat di kampung Apenas Distrik Welesi Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan yang juga memiliki ciri khas berbeda untuk merayakan hari besar tersebut dengan cara dan budaya lokal yang masih di teruskan turun temurun

Dalam rangka merayakan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriyah/2025 Masehi,  ratusan umat muslim yang ada di kampung Apenas dan sekitarnya rayakan hari raya lebaran dengan budaya bakar batu berupa ratusan ekor  ayam, ubi, Kladi, singkong dan berbagai sayur-mayur lainya dan juga saling bermaaf -maafan secara bersama -sama usai melakukan salat Ied,

Hal ini ditunjukan lewat berdirinya Musalah Al- Mujahidin di Kampung Apenas di lokasi yang diberikan oleh umat Katolik yang ada di kampung tersebut sehingga masyarakat yang ada di kampung itu bisa melakukan salat 5 waktu lebih dekat tanpa harus ke masjid yang yang jaraknya agak jauh dari tempat tinggalnya

Kebersamaan yang diperlihatkan masyarakat Kampung Apenas siring dengan thema yang diangkat tahun ini untuk kuatkan silaturahmi, teguhkan Iman dan Taqwa untuk wujudkan semangat kebersamaan dalam keberagaman dan saling memaafkan, hal ini sejalan dengan masyarakat yang berdomisili di wilayah distrik Welesi sebab selalu menjaga kebersamaan keluarga dalam perbedaan

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|