Setiap Tempat Wisata di Mimika Harus Pasang Rambu Peringatan Bahaya

10 hours ago 2

MIMIKA –Menyikapi peristiwa itu tenggelamnya seorang anak perempuan di Pantai Pantai Keakwa, Distrik Mimika Tengah, Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Stepinus Marandof mengatakan bahwa setiap tempat wisata yang ada di Kabupaten Mimika harus dipasang rambu-rambu peringatan berbahaya sebagai petunjuk bagi setaip wisatawan yang hendak berkunjung.

Stepinus dengan tegas meminta seluruh pengelola tempat wisata terutama tempat-tempat wisata yang berpotensi menelan korban jiwa agar serius dalam hal tersebut guna menjamin keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.

“Seharusnya ditaruh rambu-rambu untuk menjadi peringatan bahwa daerah itu berbahaya, rawan banjir dan lain-lain, arusnya kencang dan sebagainya di situ sehingga orang juga mau berwisata dorang (mereka-red) sudah tau sehingga mereka tidak berenang di situ karena berbahaya,” tegas Stepinus saat diwawancarai melalui sambunga telepon, Kamis (3/4) kemarin.

Stepinus melanjutkan, pengelola tempat wisata seharusnya lebih menyikapi hal-hal tersebut sehingga wisatawan dapat merasa aman dan nyaman saat berkunjung untuk menghabiskan waktu di hari libur.   “Keakwa itu arusnya kencang, dia pukul keluar itu (arus), banyak korban di situ,” ujar Stepinus.

Selain pengelola tempat wisata, Pemerintahan Desa setempat juga diminta berperan aktif karena tempat wisata tersebut masuk dalam wilayahya.

Selain itu, Stepinus juga mengimbau kepada masyarakat dapat lebih berhati-hati, terlebih saat berlibur dengan membawa anak-anak di bawah umur. Sebab, bahaya dapat menimpa siapapun kapan saja dan di mana saja.

Sementara Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna mengatakan  setiap tempat-tempat wisata terlebih yang memiliki resiko terjadinya kondisi membahayakan manusia seperti di pantai agar ditempatkan petugas penjaga, baik dari unsur pemerintah daerah, pengelola tempat wisata maupun masyarakat setempat.

Hal ini dinilai dapat membantu apabila terjadi kondisi yang membahayakan manusia. Dengan adanya petugas pantai maka dapat memantau langsung setiap aktivitas wisatawan.

I Wayan juga mengimbau kepada setiap masyarakat khususnya para orang tua yang beraktivitas di tempat wisata dengan membawa anak-anak di bawah umur agar tidak lalai dalam melakukan pengawasan.

Sebab, kondisi membahayakan manusia bukan hanya menjadi tugas SAR ataupun instansi terkait lainnya namun menjadi tanggungjawab bersama.  “Ini sangat penting sekali karena keselamatan itu adalah tanggungjawab kita bersama,” kata I Wayan saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis (3/4/2025).

I Wayan mengapresiasi peran masyarakat yang telah berpartisipasi membantu melakukan pencarian terhadap korban hingga menemukannya meski dalam kondisi meninggal dunia, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

MIMIKA –Menyikapi peristiwa itu tenggelamnya seorang anak perempuan di Pantai Pantai Keakwa, Distrik Mimika Tengah, Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Stepinus Marandof mengatakan bahwa setiap tempat wisata yang ada di Kabupaten Mimika harus dipasang rambu-rambu peringatan berbahaya sebagai petunjuk bagi setaip wisatawan yang hendak berkunjung.

Stepinus dengan tegas meminta seluruh pengelola tempat wisata terutama tempat-tempat wisata yang berpotensi menelan korban jiwa agar serius dalam hal tersebut guna menjamin keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.

“Seharusnya ditaruh rambu-rambu untuk menjadi peringatan bahwa daerah itu berbahaya, rawan banjir dan lain-lain, arusnya kencang dan sebagainya di situ sehingga orang juga mau berwisata dorang (mereka-red) sudah tau sehingga mereka tidak berenang di situ karena berbahaya,” tegas Stepinus saat diwawancarai melalui sambunga telepon, Kamis (3/4) kemarin.

Stepinus melanjutkan, pengelola tempat wisata seharusnya lebih menyikapi hal-hal tersebut sehingga wisatawan dapat merasa aman dan nyaman saat berkunjung untuk menghabiskan waktu di hari libur.   “Keakwa itu arusnya kencang, dia pukul keluar itu (arus), banyak korban di situ,” ujar Stepinus.

Selain pengelola tempat wisata, Pemerintahan Desa setempat juga diminta berperan aktif karena tempat wisata tersebut masuk dalam wilayahya.

Selain itu, Stepinus juga mengimbau kepada masyarakat dapat lebih berhati-hati, terlebih saat berlibur dengan membawa anak-anak di bawah umur. Sebab, bahaya dapat menimpa siapapun kapan saja dan di mana saja.

Sementara Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, I Wayan Suyatna mengatakan  setiap tempat-tempat wisata terlebih yang memiliki resiko terjadinya kondisi membahayakan manusia seperti di pantai agar ditempatkan petugas penjaga, baik dari unsur pemerintah daerah, pengelola tempat wisata maupun masyarakat setempat.

Hal ini dinilai dapat membantu apabila terjadi kondisi yang membahayakan manusia. Dengan adanya petugas pantai maka dapat memantau langsung setiap aktivitas wisatawan.

I Wayan juga mengimbau kepada setiap masyarakat khususnya para orang tua yang beraktivitas di tempat wisata dengan membawa anak-anak di bawah umur agar tidak lalai dalam melakukan pengawasan.

Sebab, kondisi membahayakan manusia bukan hanya menjadi tugas SAR ataupun instansi terkait lainnya namun menjadi tanggungjawab bersama.  “Ini sangat penting sekali karena keselamatan itu adalah tanggungjawab kita bersama,” kata I Wayan saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis (3/4/2025).

I Wayan mengapresiasi peran masyarakat yang telah berpartisipasi membantu melakukan pencarian terhadap korban hingga menemukannya meski dalam kondisi meninggal dunia, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|