SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Targetnya jelas: tidak boleh ada handphone, narkotika, maupun barang-barang terlarang beredar di dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta. Namun, ketika lima blok tahanan disisir petugas gabungan, sejumlah barang yang dinilai tidak semestinya berada di kamar warga binaan tetap ditemukan.
Tidak ada ponsel maupun narkotika yang berhasil ditemukan dalam razia yang digelar Selasa (22/9/2026) tersebut. Namun, petugas tetap membawa keluar sejumlah barang, mulai dari kawat, kartu permainan, wadah cutter, mug, asbak hingga wadah besi yang diduga digunakan untuk merebus air.
Razia melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi. Mereka menyisir lima blok hunian warga binaan di Lapas Narkotika Yogyakarta yang berada di Pakem, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta Teguh Suroso mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan pemasyarakatan agar benar-benar terbebas dari barang terlarang.
“Ini wujud komitmen kami untuk Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta harus zero HP, zero narkoba, dan kita nol rupiah seluruh pelayanan. Sehingga warga binaan akan terasa nyaman. Nggih, intinya itu,” ujar Teguh.
Penggeledahan dimulai setelah petugas mengikuti apel bersama. Begitu memasuki blok, warga binaan diminta keluar dari kamar dan menjalani pemeriksaan, sementara personel lainnya menggeledah isi ruangan.
Tidak hanya memeriksa barang yang terlihat, petugas juga mencermati bagian-bagian yang berpotensi dijadikan tempat menyembunyikan barang. Wadah plastik, buku, tumpukan perlengkapan hingga sudut-sudut ruangan diperiksa satu per satu.
Proses tersebut dilakukan dengan pendekatan humanis. Personel yang melakukan penggeledahan juga tidak diperbolehkan membawa senjata.
Asbak hingga Wadah Besi Diamankan
Dari lima blok yang diperiksa, petugas tidak menemukan barang yang tergolong berat seperti narkotika dan handphone.
Namun, sejumlah benda yang tetap dianggap tidak semestinya berada di dalam kamar warga binaan langsung diamankan.
“Alhamdulillah, tidak ada barang-barang terlarang, hanya sekadar kartu untuk main, dan sendok, dan alat-alat yang, ya, mungkin untuk anak-anak, itu untuk kegiatan yang rekreasional, tapi tetap kita tarik semuanya,” ujar dia.
Barang yang diamankan antara lain kawat, kartu permainan, wadah cutter dan gelas mug.
Petugas juga menemukan asbak di Ruang Tahanan Edelweis. Ruang tersebut merupakan blok khusus warga binaan dalam tahap pengenalan lingkungan yang menerapkan larangan merokok.
Aturan tersebut berbeda dengan Blok Dahlia, Cempaka, Bougenville, dan Anggrek yang memiliki ketentuan berbeda terkait aktivitas merokok.
Selain itu, sebuah wadah berbahan besi turut diamankan karena diduga digunakan untuk merebus air. Barang tersebut dikeluarkan dari kamar lantaran lapas telah menyediakan fasilitas air panas dan air dingin di area terbuka.
50 Warga Binaan Jalani Tes Urine
Pengawasan tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan kamar. Di sela kegiatan, petugas juga mengambil sampel urine secara acak dari sekitar 50 warga binaan.
Hasil pemeriksaan tersebut seluruhnya menunjukkan hasil negatif.
“Alhamdulillah tadi kita tes urine acak sebanyak sekitar 50. Jadi, (hasilnya) negatif, tidak ada yang positif,” tegas Teguh.
Razia gabungan lintas instansi seperti ini disebut rutin dilakukan setiap bulan. Di luar kegiatan tersebut, pihak lapas juga menjalankan razia internal dua kali dalam sepekan.
Saat ini terdapat 608 warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta. Jumlah tersebut terdiri atas 508 narapidana dan 100 tahanan.
Penggeledahan kali ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain BNNK Sleman, TNI-Polri, Satgas Kanwil Ditjenpas DIY serta personel Brimob.
Ditjenpas dan BNNK Apresiasi Razia
Plh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) DIY, Ina Purnaningati Saputro, turut memantau langsung proses pemeriksaan.
Ina mengaku masuk ke sejumlah blok yang menjadi sasaran penggeledahan. Dari pengamatannya, kondisi kamar warga binaan relatif bersih dan tidak ditemukan handphone maupun barang yang masuk kategori terlarang.
“Benar-benar saya masuk satu persatu tadi blok yang digeledah, benar-benar bersih dalamnya dan ini hasil temuan yang dalam kategori biasa ya,” ujar Ina.
Penelaah Teknis Kebijakan BNNK Sleman, Titus Pranoto Wibowo, juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan berbagai instansi dalam kegiatan tersebut.
Menurut dia, sinergi antarlembaga penting untuk memastikan pengawasan di lingkungan lapas tetap berjalan, terlebih dalam upaya mencegah masuk dan beredarnya narkotika.
“Jadi, diharapkan ke depannya kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan,” ujar dia. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

5 hours ago
6


















































