MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR/MPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan, ada peran besar ulama dalam kemerdekaan Bangsa Indonesia. Disebutnya, KH Agus Salim, KH Wahid Hasyim, Muhammad Natsir sampai Pangeran Diponegoro adalah ulama yang memiliki andil besar dalam proses merebut kemerdekaan.
“Fatwa jihad yang dikeluarkan KH Wahid Hasyim adalah cikal bakal pertempuran dalam mengusir penjajah di Surabaya. Sedangkan Muhammad Natsir adalah Perdana Menteri Indonesia sekaligus negosiator ulung yang pernah dimiliki bangsa ini,” kata Tifatul dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Aula Masjid Al Muhtadin, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, Kamis (7/8/2025).
Menurutnya, bangsa Indonesia berhutang budi terhadap semua jasa para pahlawan. Maka dari itu, kemerdekaan ini harus kita isi dengan hal-hal yang positif dan produktif. “Persatuan dan kesatuan wajib kita jaga. Tidak adalagi yang namanya intoleransi, tidak adalagi yang namanya disintegrasi semua wajib bergandengan tangan agar Bangsa Indonesia semakin Baldatun thayyibatun wa robbun ghofur,” ujar Tifatul.
Lebih lanjut disampaikannya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga sudah menjadi kesepakatan para founding father. Maka dari itu wajib dirawat dengan sebaik-baiknya. “Saya mengajak semua elemen anak bangsa untuk selalu mendoakan pemimpin dengan doa yang baik, karena pada hakikatnya doa yang baik kepada orang lain akan berbalik kepada kita,” ucap kader senior PKS ini.
Tak hanya berhenti di situ, Tifatul juga mengajak para peserta sosialisasi yang hadir untuk selalu mendukung dan mendoakan saudara-saudara kita di Palestina. “Saya apresiasi dukungan pemerintah yang aktif terhadap Palestina, semoga Allah berkahi Palestina dan Indonesia,” harapya.
Kegiatan ini diikuti antusias oleh para masyarakat. Salah seorang peserta mengaku senang bisa berjumpa dengan Menkominfo era SBY ini. “Biasanya hanya lihat dari televisi dan koran saja tapi sekarang bisa bertemu langsung” ujarnya. (adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR/MPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan, ada peran besar ulama dalam kemerdekaan Bangsa Indonesia. Disebutnya, KH Agus Salim, KH Wahid Hasyim, Muhammad Natsir sampai Pangeran Diponegoro adalah ulama yang memiliki andil besar dalam proses merebut kemerdekaan.
“Fatwa jihad yang dikeluarkan KH Wahid Hasyim adalah cikal bakal pertempuran dalam mengusir penjajah di Surabaya. Sedangkan Muhammad Natsir adalah Perdana Menteri Indonesia sekaligus negosiator ulung yang pernah dimiliki bangsa ini,” kata Tifatul dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Aula Masjid Al Muhtadin, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, Kamis (7/8/2025).
Menurutnya, bangsa Indonesia berhutang budi terhadap semua jasa para pahlawan. Maka dari itu, kemerdekaan ini harus kita isi dengan hal-hal yang positif dan produktif. “Persatuan dan kesatuan wajib kita jaga. Tidak adalagi yang namanya intoleransi, tidak adalagi yang namanya disintegrasi semua wajib bergandengan tangan agar Bangsa Indonesia semakin Baldatun thayyibatun wa robbun ghofur,” ujar Tifatul.
Lebih lanjut disampaikannya, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga sudah menjadi kesepakatan para founding father. Maka dari itu wajib dirawat dengan sebaik-baiknya. “Saya mengajak semua elemen anak bangsa untuk selalu mendoakan pemimpin dengan doa yang baik, karena pada hakikatnya doa yang baik kepada orang lain akan berbalik kepada kita,” ucap kader senior PKS ini.
Tak hanya berhenti di situ, Tifatul juga mengajak para peserta sosialisasi yang hadir untuk selalu mendukung dan mendoakan saudara-saudara kita di Palestina. “Saya apresiasi dukungan pemerintah yang aktif terhadap Palestina, semoga Allah berkahi Palestina dan Indonesia,” harapya.
Kegiatan ini diikuti antusias oleh para masyarakat. Salah seorang peserta mengaku senang bisa berjumpa dengan Menkominfo era SBY ini. “Biasanya hanya lihat dari televisi dan koran saja tapi sekarang bisa bertemu langsung” ujarnya. (adz)