Bupati Sigit Pamungkas Panen Raya Kedelai di Desa Sambirejo, Tegaskan Petani Sragen Jadi Pahlawan Ketahanan Pangan

5 days ago 17
Bupati Sragen Sigit Pamungkas turun langsung ke sawah mendampingi petani Desa Sambirejo saat Panen Raya Kedelai, Sabtu (23/8/2025) || dok Pemkab SragenBupati Sragen Sigit Pamungkas turun langsung ke sawah mendampingi petani Desa Sambirejo saat Panen Raya Kedelai, Sabtu (23/8/2025) || dok Pemkab Sragen

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen Sigit Pamungkas turun langsung ke sawah mendampingi petani Desa Sambirejo saat Panen Raya Kedelai, Sabtu (23/8/2025), sebagai bentuk dukungan nyata bagi penguatan ketahanan pangan di Bumi Sukowati. Acara yang digelar di lahan Poktan Sumber Makmur itu juga melibatkan tiga kelompok tani lain, yakni Ngudi Makmur, Gemah Ripah, dan Sido Makmur.

Panen raya ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Sekda Sragen Hargiyanto, Wakil Ketua DPRD Muslim, Kepala DKP3 Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari, Camat Sambirejo, Kades Sambirejo, hingga jajaran Muspika. Hadir pula Komisaris Petrokimia Gresik Luluk Nur Hamidah, Direktur CV Java Agro Prima Narso, dan Mantan Irjen Kemenkeu Sumiyati.

Dalam sambutannya, Bupati Sigit menegaskan panen kedelai merupakan langkah nyata diversifikasi pangan untuk memperkuat ketahanan pangan di Bumi Sukowati.

“Panen ini bagian dari upaya kita memperkuat ketahanan pangan selain padi dan jagung. Dengan adanya variasi jenis tanaman, masyarakat dapat memiliki beragam bahan pangan, baik primer maupun sekunder,” ujarnya.

Meski produksi kedelai di Sragen masih terbatas, menurutnya, prospek ekonomi komoditas ini sangat menjanjikan. Kerja sama dengan pihak swasta penyedia bibit, pupuk, hingga penampungan hasil panen menjadi strategi penting meningkatkan kesejahteraan petani.

“Sragen menempati peringkat tujuh nasional dalam ketahanan pangan dan peringkat tiga di Jawa Tengah. Pahlawan ketahanan pangan kita adalah para petani. Kami berharap produk kedelai Sragen dapat menjadi varietas unggulan yang mampu memasok kebutuhan industri besar,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur CV Java Agro Prima, Narso, menilai kunci keberhasilan pertanian terletak pada sinergi komprehensif antara petani, pelaku usaha, dan industri.

“Pertanian harus bersinergi secara komprehensif antara yang menanam, memanen, menjual, hingga pengguna hasil panen. Kedelai Sambirejo kami dorong menjadi pusat unggulan nasional dengan produk non-rekayasa genetika yang sehat dan berkualitas tinggi,” jelasnya.

Ia juga menyebut penerapan teknologi modern dapat menarik minat generasi muda untuk kembali menekuni sektor pertanian.

Dari sisi desa, Kepala Desa Sambirejo menyampaikan tantangan utama petani setempat adalah keterbatasan lahan basah dan kondisi tanah kering.

“Kami memiliki lahan pertanian seluas 175,4 hektare, namun sebagian besar merupakan lahan kering yang dimanfaatkan untuk hutan jati. Kami berharap dukungan pemerintah agar bisa mengoptimalkan pertanian hingga tiga musim tanam dalam setahun,” ungkapnya.

Selain itu, petani juga menitipkan harapan kepada pemerintah agar lebih mempermudah akses bibit unggul, pupuk, pengendalian hama, penyediaan sumber air, hingga jaminan harga jual hasil panen.

Pemkab Sragen berharap momentum panen raya kedelai ini tak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kemitraan, memperluas pasar, dan menyejahterakan petani. (cs)

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|